Myanmar Tolak Resolusi PBB Desak Embargo Senjata
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Myanmar Tolak Resolusi PBB Desak Embargo Senjata

Minggu, 20 Juni 2021 | 07:40 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Bangkok, Beritasatu.com - Kementerian Luar Negeri Myanmar pada Sabtu (19/6/2021) menolak resolusi Majelis Umum PBB yang menyerukan embargo senjata dan mengutuk perebutan kekuasaan oleh militer pada Februari di negara itu.

Myanmar menggambarkan resolusi yang disahkan pada hari Jumat (18/6/2021), dan tidak mengikat secara hukum ini sebagai “tuduhan sepihak dan asumsi yang salah”. Pernyataan yang dikeluarkan di ibu kota Naypyidaw mengatakan, Kementerian Luar Negeri Myanmar telah mengirimkan surat keberatan kepada Sekjen PBB dan presiden Majelis Umum.

Resolusi tersebut mencerminkan konsensus internasional yang luas yang mengutuk pengambilalihan yang menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi. Isi resolusi itu juga meminta junta militer untuk memulihkan transisi demokrasi negara , mengutuk kekerasan yang berlebihan dan mematikan sejak pengambilalihan itu, dan meminta semua negara untuk mencegah aliran senjata ke Myanmar.

Resolusi itu juga meminta angkatan bersenjata Myanmar untuk segera dan tanpa syarat membebaskan Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan pejabat serta politisi lainnya yang ditahan setelah kudeta.membebaskan Serta semua orang yang telah ditahan, didakwa, atau ditangkap secara sewenang-wenang.

Resolusi itu disetujui, dengan 119 negara memilih "ya". Namun Belarusia, negara pemasok senjata utama ke Myanmar memilih "tidak". Kemudian 36 negara abstain, termasuk negara tetangga Myanmar, Tiongkok, India, bersama dengan Rusia.

Duta Besar Myanmar untuk PBB Kyaw Moe Tun, yang pada Februari mencela pengambilalihan militer, memilih "ya" dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan sekuat mungkin untuk segera mengakhiri kudeta militer.

Kementerian Luar Negeri Myanmar mengatakan, pihaknya menganggap Kyaw Moe Tun telah diberhentikan dari posisinya dan mencatat bahwa dia telah didakwa dengan pengkhianatan.

“Oleh karena itu, pernyataannya, partisipasi dan tindakannya dalam pertemuan (PBB) itu tidak sah dan tidak dapat diterima, dan Myanmar sangat menolak partisipasi dan pernyataannya,” katanya.

“Myanmar menerima saran konstruktif dari komunitas internasional dalam mengatasi tantangan yang dihadapi. Namun setiap upaya yang melanggar kedaulatan negara dan campur tangan dalam urusan internal Myanmar tidak akan diterima,” kata pernyataan itu.

Sementara itu Dewan Keamanan (DK) PBB yang lebih kuat, yang resolusinya mengikat secara hukum, telah mengadopsi beberapa pernyataan di Myanmar. DK mengutuk penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai, menyerukan militer untuk memulihkan transisi demokrasi dan berlatih menahan diri sepenuhnya dari kekerasan.

Namun DK tidak pernah bisa mengutuk kudeta atau mengesahkan embargo senjata di Myanmar atau sanksi lainnya karena hampir pasti veto dilakukan Tiongkok, dan mungkin Rusia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BoJ Mengumumkan Dana Investasi Hijau Pertama

Bank Sentral Jepang pada Jumat (18/6/2021) mengumumkan dana investasi pertamanya untuk upaya mengatasi perubahan iklim.

DUNIA | 19 Juni 2021

Hampir Kedaluwarsa, Vaksin Covid-19 Israel Ditolak Palestina

Otoritas Palestina (PA) membatalkan kesepakatan dengan Israel untuk menukar 1 juta dosis vaksin Covid-19.

DUNIA | 19 Juni 2021

India Masih Ingin Lanjutkan Ekspor Vaksin Covid-19

India, produsen vaksin terbesar di dunia, ingin melanjutkan ekspor vaksin virus corona.

DUNIA | 19 Juni 2021

Breaking: Ebrahim Raisi Menangi Pilpres Iran

Ketua kehakiman konservatif Ebrahim Raisi diyakini menang dalam pilpres Iran dengan selisih lebar, meskipun belum diumumkan secara resmi.

DUNIA | 19 Juni 2021

Sambut Ultah Suu Kyi, Demonstran Myanmar Kenakan Bunga

Para pengunjuk rasa anti-kudeta di Myanmar mengenakan bunga di rambut mereka untuk menandai ulang tahun pemimpin sipil terguling Aung San Suu Kyi

DUNIA | 19 Juni 2021

Jelang Perbatasan Dibuka Lagi, Merkel dan Macron Desak Koordinasi Uni Eropa

Angela Merkel dan Emmanuel Macron meminta negara-negara Uni Eropa (UE) untuk mengoordinasikan kebijakan pembukaan kembali perbatasan

DUNIA | 19 Juni 2021

Belanda Akan Cabut Aturan Wajib Masker jika Kasus Covid-19 Turun

Masker wajah sebagian besar tidak lagi diperlukan di seluruh Belanda dan pembatasan lainnya akan dilonggarkan mulai minggu depan.

DUNIA | 19 Juni 2021

Bencana Kapal Sri Lanka Diduga Picu Kematian Satwa Liar

Kerusakan lingkungan diduga akibat bencana kebakaran kapal kontainer MV X-Press Pearl di lepas pantai Sri Lanka.

DUNIA | 19 Juni 2021

Pengadilan Putuskan Astrazeneca Harus Pasok 80,2 Juta Dosis ke Eropa

Pengadilan Belgia memutuskan Astrazeneca hanya perlu memasok 80,2 juta dosis vaksin Covid-19 kepada Uni Eropa (UE).

DUNIA | 19 Juni 2021

Dukung Covax, Korsel Janjikan Dana Rp 2,88 Triliun .

Korea Selatan (Korsel) telah berjanji untuk menyumbangkan total US$ 200 juta (Rp 2,88 triliun) untuk program Covax.

DUNIA | 19 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS