Australia Tolak Penurunan Peringkat Great Barrier Reef oleh UNESCO
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Australia Tolak Penurunan Peringkat Great Barrier Reef oleh UNESCO

Selasa, 22 Juni 2021 | 15:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Brisbane, Beritasatu.com- Australia sangat menentang rencana UNESCO untuk memasukkan Great Barrier Reef sebagai "dalam bahaya". Seperti dilaporkan AFP, Selasa (22/6/2021), Great Barrier Reef telah mengalami kerusakan akibat perubahan iklim.

Badan PBB itu merilis rancangan laporan pada hari Senin yang merekomendasikan status Warisan Dunia terumbu karang itu diturunkan karena penurunan kualitas karangnya yang dramatis.

Juru kampanye lingkungan mengatakan keputusan itu menyoroti kurangnya tindakan Australia untuk mengekang emisi dan membuat pemerintah "malu".

Menteri Lingkungan Sussan Ley mengatakan Australia akan menghadapi tantangan setelah "memutarbalikkan jaminan sebelumnya dari pejabat PBB", menjelang sesi ke-44 Komite Warisan Dunia yang diselenggarakan oleh Tiongkok bulan depan.

Ley mengatakan keputusan itu tidak mempertimbangkan miliaran dolar yang dihabiskan untuk melindungi terumbu karang terbesar di dunia.

"Ini mengirimkan sinyal yang buruk kepada negara-negara yang tidak melakukan investasi dalam perlindungan terumbu karang seperti yang kita lakukan," katanya.

Australia telah menolak seruan untuk berkomitmen pada target emisi nol bersih pada tahun 2050. Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan negara itu berharap untuk mencapai netral karbon "sesegera mungkin" tanpa merugikan ekonominya yang bergantung pada komoditas.

Rencana untuk menambahkan Great Barrier Reef ke dalam daftar Warisan Dunia "dalam bahaya" mendorong kelompok lingkungan untuk menyoroti keengganan Canberra untuk mengambil tindakan iklim yang lebih kuat.

Dewan Iklim mengatakan rencana itu mempermalukan pemerintah federal, yang justru bertahan saat terumbu karang menurun daripada berjuang untuk melindunginya.

Selain nilai alam, ilmiah, dan lingkungan yang tak ternilai, terumbu karang sepanjang 2.300 km itu bernilai sekitar US$ 4,8 miliar per tahun dalam pendapatan pariwisata bagi ekonomi Australia sebelum pandemi virus corona.

"Rekomendasi dari UNESCO jelas dan tegas bahwa pemerintah Australia tidak berbuat cukup untuk melindungi aset alam terbesar kita, terutama pada perubahan iklim," kata kepala kelautan WWF Richard Leck.

Pemerintah Australia sebenarnya telah menurunkan prospek jangka panjang terumbu karang menjadi "sangat buruk" setelah peristiwa pemutihan massal berturut-turut pada tahun 2016 dan 2017.

Pemutihan karang terjadi ketika perubahan suhu laut menekan karang yang sehat. Kondisi itu menyebabkan karang mengeluarkan alga yang hidup di jaringan mereka - mengeringkan warna-warna cerahnya.

"Saya setuju bahwa perubahan iklim global adalah satu-satunya ancaman terbesar bagi terumbu karang dunia. Tetapi menurut pandangan kami, adalah salah memilih terumbu karang yang dikelola dengan baik di dunia untuk daftar 'dalam bahaya'," kata Ley.

Great Barrier Reef kini telah mengalami tiga peristiwa pemutihan karang massal dalam lima tahun terakhir, kehilangan separuh karangnya sejak 1995 karena suhu laut meningkat.

Terumbu karang juga telah dihancurkan oleh beberapa topan karena perubahan iklim mendorong cuaca yang lebih ekstrem dan wabah bintang laut mahkota duri - yang memakan karang - dalam beberapa dekade terakhir.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

WHO: Negara Miskin Kehabisan Vaksin Covid-19

Sejumlah besar negara miskin yang menerima vaksin Covid-19 melalui skema pembagian global tidak memiliki cukup dosis untuk melanjutkan program.

DUNIA | 22 Juni 2021

Hamid Karzai Sebut AS Gagal di Afganistan

Mantan presiden Afganistan Hamid Karzai menilai Amerika Serikat (AS) telah gagal menjalankan misi.

DUNIA | 22 Juni 2021

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru pada Junta Myanmar

Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi baru pada junta militer Myanmar.

DUNIA | 22 Juni 2021

Hong Kong Akan Persingkat Masa Karantina Jadi 7 Hari

Hong Kong mengumumkan akan mempersingkat masa karantina bagi orang-orang yang divaksinasi yang tiba di kota itu dari 14 hari menjadi tujuh hari.

DUNIA | 22 Juni 2021

Kanada Tidak Buka Perbatasan Sampai 75% Populasi Divaksin Covid-19

Otoritas Kanada menyatakan tidak akan dibuka kembali sepenuhnya sampai 75% populasi divaksinasi Covid-19.

DUNIA | 22 Juni 2021

Tahun 2020, Lebih dari 8.500 Anak Dipaksa Jadi Tentara

Lebih dari 8.500 anak-anak dipaksa menjadi tentara pada tahun 2020 dalam berbagai konflik di seluruh dunia

DUNIA | 22 Juni 2021

Selandia Baru Setujui Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Remaja

Regulator obat-obatan Selandia Baru, Medsafe untuk sementara telah menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 Pfizer/Biontech untuk remaja.

DUNIA | 22 Juni 2021

Antisipasi Varian Delta, Israel Desak Remaja Divaksinasi

Israel mendesak lebih banyak remaja berusia 12 hingga 15 tahun divaksinasi Covid-19 untuk mengantisipasi varian Delta.

DUNIA | 22 Juni 2021

Korsel Selidiki Peretasan Produsen Kapal Selam Militer

Otoritas Korea Selatan (Korsel) sedang menyelidiki kasus peretasan produsen kapal selam militer.

DUNIA | 22 Juni 2021

Militer Myanmar dan Rusia Berkomitmen Perkuat Keamanan

Pemimpin militer Myanmar dan Rusia berkomitmen untuk memperkuat kerja sama keamanan dan hubungan diplomatik.

DUNIA | 22 Juni 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Bursa Eropa Ditutup Menguat Dipicu Sentimen Positif Global

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS