Presiden Duterte: Penjarakan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Presiden Duterte: Penjarakan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Rabu, 23 Juni 2021 | 08:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Manila, Beritasatu.com- Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memerintahkan penangkapan warga negaranya yang menolak vaksinasi Covid-19. Seperti dilaporkan AP, Selasa (22/6/2021), dia juga mengusir warganya jika tidak mau bekerja sama dalam upaya mengakhiri darurat kesehatan masyarakat.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (21/6) malam, Duterte mengaku jengkel dengan orang-orang yang menolak untuk diimunisasi di tengah krisis kesehatan yang kemudian justru menyebarkan virus corona.

"Jangan salah paham. Ada krisis yang sedang dihadapi di negara ini. Ada darurat nasional. Jika Anda tidak ingin divaksinasi, saya akan menangkap Anda dan saya akan menyuntikkan vaksin ke bokong Anda," kata Duterte.

"Jika Anda tidak setuju untuk divaksinasi, tinggalkan Filipina. Pergilah ke India jika Anda mau atau ke suatu tempat, ke Amerika," katanya, seraya menambahkan bahwa ia akan memerintahkan para pemimpin desa untuk menyusun daftar penduduk yang membangkang.

Sementara pada Selasa, Menteri Kehakiman Menardo Guevarra mengakui bahwa tidak ada hukum Filipina yang mengkriminalisasi penolakan untuk mendapatkan vaksinasi terhadap virus corona.

"Saya percaya bahwa presiden hanya menggunakan kata-kata keras untuk mendorong pulang kebutuhan kita untuk mendapatkan vaksinasi dan mencapai kekebalan kelompok sesegera mungkin," kata Guevarra.

Seorang pengacara hak asasi manusia, Edre Olalia, menyuarakan keprihatinan atas ancaman Duterte. Dia mengatakan presiden tidak dapat memerintahkan penangkapan siapa pun yang jelas-jelas tidak melakukan kejahatan.

Duterte dan pemerintahannya telah menghadapi kritik atas kampanye vaksinasi yang dibebani dengan masalah pasokan dan keraguan publik. Setelah penundaan berulang kali, vaksinasi Covid-19 dimulai pada bulan Maret.

Tetapi banyak warga yang masih memilih untuk menunggu vaksin Barat. Kondisi itu mendorong beberapa kota untuk menawarkan makanan ringan dan diskon toko untuk mendorong orang agar diimunisasi dengan vaksin apa pun.

Duterte menyalahkan masalah tersebut pada negara-negara kaya Barat yang menimbun kan vaksin untuk warganya sendiri, meninggalkan negara-negara miskin seperti Filipina. Beberapa pejabat mengatakan masalah yang lebih besar adalah pasokan vaksin yang tidak memadai lebih dari keraguan publik.

Duterte juga menarik kembali pernyataan sebelumnya yang mengharuskan orang untuk memakai pelindung wajah plastik di atas masker wajah hanya di rumah sakit sebagai perlindungan tambahan.

Setelah para ahli memberi tahu dia tentang ancaman varian virus corona yang lebih menular, Duterte menyatakan wajib bagi orang untuk terus mengenakan pelindung wajah di dalam dan di luar ruangan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Varian Delta Ancam 3 Negara Bagian India

Kementerian Kesehatan India memperingatkan negara bagian Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh tentang varian baru Covid-19 yang disebut Delta Plus.

DUNIA | 23 Juni 2021

PRT Disiksa Hingga Tewas, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Gaiyathiri Murugayan, warga Singapura yang menyiksa lalu membunuh pekerja rumah tangganya, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara

DUNIA | 23 Juni 2021

Pakistan Akan Terima 13 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

Pakistan telah membuat kesepakatan untuk pengadaan 13 juta dosis vaksin Covid-19 dari Pfizer.

DUNIA | 23 Juni 2021

Australia Tolak Penurunan Peringkat Great Barrier Reef oleh UNESCO

Australia sangat menentang rencana UNESCO untuk memasukkan Great Barrier Reef sebagai dalam bahaya.

DUNIA | 22 Juni 2021

WHO: Negara Miskin Kehabisan Vaksin Covid-19

Sejumlah besar negara miskin yang menerima vaksin Covid-19 melalui skema pembagian global tidak memiliki cukup dosis untuk melanjutkan program.

DUNIA | 22 Juni 2021

Hamid Karzai Sebut AS Gagal di Afganistan

Mantan presiden Afganistan Hamid Karzai menilai Amerika Serikat (AS) telah gagal menjalankan misi.

DUNIA | 22 Juni 2021

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru pada Junta Myanmar

Uni Eropa (UE) menjatuhkan sanksi baru pada junta militer Myanmar.

DUNIA | 22 Juni 2021

Hong Kong Akan Persingkat Masa Karantina Jadi 7 Hari

Hong Kong mengumumkan akan mempersingkat masa karantina bagi orang-orang yang divaksinasi yang tiba di kota itu dari 14 hari menjadi tujuh hari.

DUNIA | 22 Juni 2021

Kanada Tidak Buka Perbatasan Sampai 75% Populasi Divaksin Covid-19

Otoritas Kanada menyatakan tidak akan dibuka kembali sepenuhnya sampai 75% populasi divaksinasi Covid-19.

DUNIA | 22 Juni 2021

Tahun 2020, Lebih dari 8.500 Anak Dipaksa Jadi Tentara

Lebih dari 8.500 anak-anak dipaksa menjadi tentara pada tahun 2020 dalam berbagai konflik di seluruh dunia

DUNIA | 22 Juni 2021


TAG POPULER

# IHSG


# Akidi Tio


# UMKM


# Greysia Polii


# Pesawat Kepresidenan



TERKINI

Jalani Vaksinasi Covid-19, 500 Pelajar Surakarta Dapat Handphone

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS