India Menguji Drone Jarak Jauh untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

India Menguji Drone Jarak Jauh untuk Pengiriman Vaksin Covid-19

Rabu, 23 Juni 2021 | 10:01 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Bengaluru, Beritasatu.com - Sebuah perusahaan penerbangan telah melakukan tes pertama pengiriman drone jarak jauh di India, seiring berkembangnya harapan bahwa mereka dapat mengirimkan obat-obatan serta vaksin Covid-19 ke daerah-daerah terpencil.

Penggunaan drone yang lebih besar dapat menjadi pengubah permainan untuk layanan medis di negara Asia Selatan yang sulit dijangkau atau daerah pedesaan, di mana layanan kesehatan terbatas dan jalan sering buruk, kata para ahli.

Throttle Aerospace Systems adalah satu di antara 20 organisasi yang diberikan izin oleh pemerintah sejak Mei untuk melakukan penerbangan eksperimental di luar batas ketinggian saat ini 450 meter (m).

Dua drone, satu yang dapat membawa hingga satu kilogram (kg) untuk jarak 20 kilometer (km) atau hampir satu jam, dan satu lagi dapat mengangkat 2 kg sejauh 15 km diuji pada Senin (21/6/2021) di negara bagian selatan dari Karnataka.

"Obat-obatan adalah muatannya dan ... 2,5 km ditempuh dalam tujuh menit. Dan itu mengantarkan obat-obatan di titik yang ditentukan dan drone kembali," kata salah satu pendiri Throttle, Sebastian Anto, kepada AFP di lokasi uji di negara bagian selatan Karnataka, Senin (21/6/2021).

Pemerintah bulan ini juga mengundang tawaran dari operator drone untuk membantu menyiapkan proyek percontohan dengan pengiriman pasokan medis. Ini menjadi salah satu upaya meningkatkan vaksinasi virus corona yang mengalami kesulitan.

Tanggal penutupan untuk pernyataan minat adalah Selasa (22/6/2021), meskipun pemerintah belum mengumumkan kapan proyek-proyek seperti itu akan beroperasi.

Kepala epidemiologi Dewan Penelitian Medis India Samiran Panda mengatakan kepada harian The Hindu, teknologi tersebut dapat membantu memvaksinasi kelompok prioritas di tempat-tempat yang sulit dijangkau.

"Kami membutuhkan vaksinasi cerdas daripada vaksinasi massal untuk membendung epidemi," kata Panda kepada surat kabar tersebut, pekan lalu.

India tertinggal dari banyak negara lain dalam hal drone, atau Unmanned Aerial Vehicles, keduanya dalam hal penggunaan maupun kerangka peraturannya.

Di bawah peraturan saat ini, mereka harus diterbangkan dalam pandangan penuh atau dalam jarak 450 m dari operator mereka.

Di Jerman, para peneliti dilaporkan sedang menguji prototipe drone yang dapat melacak korban bencana dengan teriakan korban.

Di Australia, drone yang menggunakan algoritme kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk menemukan buaya dan menghitung koala di medan yang berat.

India, rumah bagi 1,3 miliar orang yang tersebar di sekitar 3,2 juta kilometer persegi, adalah negara terbesar ketujuh di dunia berdasarkan luas daratan.

"Teknologi drone akan memiliki dampak besar di area-area di mana obat-obatan dan vaksin darurat dapat dipasok," salah satu pendiri kelompok lobi Federasi Drone India, Vipul Singh, mengatakan kepada AFP.

"Di mana dibutuhkan beberapa jam untuk menempuh jarak 20-30 km melalui jalan darat, sedangkan drone sebenarnya dapat melakukan perjalanan itu dalam 10 menit hingga 15 menit," kata Singh, juga salah satu pendiri Aarav Unmanned Systems yang berbasis di Bangalore. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

The Fed Menawarkan Jaminan pada Ekonomi Terlepas dari Inflasi

Ekonomi Amerika Serikat (AS) tetap pada lintasan positif bahkan saat menghadapi laju inflasi yang lebih tinggi.

DUNIA | 23 Juni 2021

Sebelum Tewas, PRT Asal Myanmar itu Disiksa Keluarga Majikan

Hukuman 30 tahun penjara terhadap Gaiyathiri itu tentu tak sebanding dengan penderitaan Piang Ngaih Don sebelum ajalnya.

DUNIA | 23 Juni 2021

Polandia Perketat Aturan Karantina Covid-19 untuk Pelancong Asal Inggris

Polandia memberlakukan wajib karantina tujuh hari untuk semua pelancong dari Inggris

DUNIA | 23 Juni 2021

Presiden Duterte: Penjarakan Warga yang Tolak Vaksinasi Covid-19

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan memerintahkan penangkapan warga Filipina yang menolak vaksinasi Covid-19.

DUNIA | 23 Juni 2021

Varian Delta Ancam 3 Negara Bagian India

Kementerian Kesehatan India memperingatkan negara bagian Maharashtra, Kerala, dan Madhya Pradesh tentang varian baru Covid-19 yang disebut Delta Plus.

DUNIA | 23 Juni 2021

PRT Disiksa Hingga Tewas, Wanita Singapura Dipenjara 30 Tahun

Gaiyathiri Murugayan, warga Singapura yang menyiksa lalu membunuh pekerja rumah tangganya, dijatuhi hukuman 30 tahun penjara

DUNIA | 23 Juni 2021

Pakistan Akan Terima 13 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Pfizer

Pakistan telah membuat kesepakatan untuk pengadaan 13 juta dosis vaksin Covid-19 dari Pfizer.

DUNIA | 23 Juni 2021

Australia Tolak Penurunan Peringkat Great Barrier Reef oleh UNESCO

Australia sangat menentang rencana UNESCO untuk memasukkan Great Barrier Reef sebagai dalam bahaya.

DUNIA | 22 Juni 2021

WHO: Negara Miskin Kehabisan Vaksin Covid-19

Sejumlah besar negara miskin yang menerima vaksin Covid-19 melalui skema pembagian global tidak memiliki cukup dosis untuk melanjutkan program.

DUNIA | 22 Juni 2021

Hamid Karzai Sebut AS Gagal di Afganistan

Mantan presiden Afganistan Hamid Karzai menilai Amerika Serikat (AS) telah gagal menjalankan misi.

DUNIA | 22 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS