PBB: 230.000 Orang Mengungsi Akibat Konflik Senjata Myanmar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: 230.000 Orang Mengungsi Akibat Konflik Senjata Myanmar

Jumat, 25 Juni 2021 | 07:42 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Sekitar 230.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran dan kekerasan di Myanmar tahun 2021 dan membutuhkan bantuan segera. Seperti dilaporkan Reuters, data itu diungkap badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada Kamis (24/6/2021).

Myanmar telah berada dalam krisis sejak kudeta 1 Februari menggulingkan pemerintah terpilih, memicu kemarahan nasional yang telah menyebabkan protes, pembunuhan dan pemboman. Kudeta juga telah memicu pertempuran di beberapa front antara pasukan dan tentara sipil yang baru dibentuk.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), menyatakan operasi bantuan sedang berlangsung tetapi terhalang oleh bentrokan bersenjata, kekerasan dan ketidakamanan di negara itu.

Dikatakan 177.000 orang mengungsi di negara bagian Karen yang berbatasan dengan Thailand, 103.000 pada bulan lalu, sementara lebih dari 20.000 orang berlindung di 100 daerah pengungsian setelah pertempuran antara Pasukan Pertahanan Rakyat dan tentara di Negara Bagian Chin yang berbatasan dengan India.

Beberapa ribu orang telah melarikan diri dari pertempuran di negara bagian Kachin dan Shan utara. Wilayah itu dikuasai tentara etnis minoritas yang memiliki sejarah panjang permusuhan dengan militer.

Persatuan Nasional Karen (KNU), salah satu kelompok etnis minoritas tertua di Myanmar, menyatakan keprihatinan tentang hilangnya nyawa warga sipil. KNU menyesalkan peningkatan kekerasan dan penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh militer di seluruh Myanmar.

"KNU akan terus berjuang melawan kediktatoran militer dan memberikan perlindungan sebanyak mungkin kepada orang-orang dan warga sipil tak bersenjata," katanya.

Protes anti-junta berlangsung di Negara Bagian Kachin, Dawei, Wilayah Sagaing dan ibu kota komersial Yangon pada hari Kamis, dengan para demonstran membawa spanduk dan membuat gerakan tiga jari untuk menentang.

Beberapa menunjukkan dukungan bagi mereka yang menentang kekuasaan militer di Mandalay, kota terbesar kedua, di mana terjadi baku tembak antara tentara dan kelompok gerilya yang baru dibentuk pada Selasa, tanda pertama bentrokan bersenjata di pusat kota besar sejak kudeta.

Setidaknya 877 orang telah dibunuh oleh pasukan keamanan dan lebih dari 6.000 ditangkap sejak kudeta, menurut Asosiasi Tahanan Politik (AAPP), satu kelompok advokasi yang telah dinyatakan junta sebagai organisasi ilegal.

Upaya diplomatik oleh negara-negara Asia Tenggara untuk mengakhiri krisis dan memulai dialog telah terhenti dan para jenderal mengatakan mereka akan tetap pada rencana mereka untuk memulihkan ketertiban dan mengadakan pemilihan dalam dua tahun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Pemilu, PM Aljazair Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Aljazair Abdelaziz Djerad mengundurkan diri setelah hasil pemilu diumumkan.

DUNIA | 25 Juni 2021

Penambang Kripto Tiongkok Bersiap Pindah ke Luar Negeri

Asia Tengah dan Amerika Utara adalah tujuan populer yang sedang dipertimbangkan oleh para penambang Tiongkok.

DUNIA | 24 Juni 2021

Kemlu Fasilitasi Pemulangan 145 WNI Kelompok Rentan dari Malaysia

Keseluruhan WNI tiba di Bandara Soekarno-Hatta setelah menyelesaikan masa tahanannya yang mayoritas disebabkan pelanggaran keimigrasian.

DUNIA | 24 Juni 2021

Hong Kong Kategorikan Indonesia Negara Sangat Berisiko Tinggi Covid-19

Kebijakan ini ditempuh pemerintah Hong Kong karena terdapat peningkatan jumlah imported cases Covid-19 dari Indonesia.

DUNIA | 24 Juni 2021

Studi Ungkap Kemungkinan 2 Juta Orang di Inggris Mengidap Covid-19

Studi yang didukung pemerintah ini didasari pada data yang dilaporkan sendiri oleh 508.707 orang dewasa antara September 2020 dan Februari 2021.

DUNIA | 24 Juni 2021

Bikin Heboh setelah Dikaitkan Rencana Penyerangan ke Sinagoga, Buku Ini Dilarang di Singapura

Buku itu memuat ide-ide bermasalah dengan mendorong jihad bersenjata, dan bahwa orang-orang seperti itu akan dijamin pahala yang berlimpah dari Tuhan.

DUNIA | 24 Juni 2021

Fokus Pasar: Amerika Serikat Butuh Stimulus Ekonomi

Ekonomi Amerika Serikat (AS) membutuhkan stimulus agar mengawal pemulihan cepat terjadi dan memberikan kekuatan bagi fundamental ekonomi yang kuat.

DUNIA | 24 Juni 2021

Hong Kong Naikkan Status Indonesia Jadi Negara Berisiko Tinggi Covid-19

Dengan adanya status itu, maka semua penerbangan dari Indonesia tidak diizinkan memasuki wilayah Hong Kong, terhitung mulai Jumat besok.

DUNIA | 24 Juni 2021

Kemlu Upayakan Pemulangan ABK WNI yang Terlantar di Somalia

Kini kapal Liao Dong Yu 535 dilaporkan berada di wilayah Bargal perairan Timur Negara Bagian Putland, Somalia.

DUNIA | 24 Juni 2021

“Negara Paling Bahagia” Sedang Kekurangan Tenaga Kerja

Meskipun bergelar negara paling bahagia, Finlandia ternyata sedang kekurangan tenaga kerja yang parah.

DUNIA | 24 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS