Bikin Jutaan Warga AS Kecanduan Opioid, Johnson & Johnson Dijatuhi Sanksi Rp 3,1 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bikin Jutaan Warga AS Kecanduan Opioid, Johnson & Johnson Dijatuhi Sanksi Rp 3,1 Triliun

Minggu, 27 Juni 2021 | 13:43 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Perusahaan farmasi Johnson & Johnson akan membayar sanksi senilai US$ 230 juta atau Rp 3,1 triliun dalam kasus opioid New York. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (26/6/2021), produk perusahaan Johnson & Johnson itu mendorong epidemi opioid yang mematikan.

Jaksa Agung Letitia James mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “epidemi opioid telah mendatangkan malapetaka pada komunitas yang tak terhitung jumlahnya di seluruh negara bagian New York dan seluruh negeri, membuat jutaan orang masih kecanduan opioid berbahaya dan mematikan.

“Johnson & Johnson membantu menyulut api ini, tetapi hari ini mereka berkomitmen untuk meninggalkan bisnis opioid – tidak hanya di New York, tetapi di seluruh negeri. Opioid tidak akan lagi diproduksi atau dijual di Amerika Serikat oleh J&J,” kata James.

“Kami juga memberikan hingga US$ 230 juta untuk mendanai upaya pencegahan, pengobatan, dan pendidikan opioid di seluruh negara bagian New York,” katanya.

Kesepakatan itu melibatkan gugatan yang diajukan oleh James pada 2019 dan mengeluarkan Johnson & Johnson dari persidangan yang dijadwalkan akan dimulai minggu depan di Long Island.

Kesepakatan tersebut adalah bagian dari serangkaian litigasi atas epidemi yang terkait dengan hampir 500.000 kematian selama dua puluh tahun terakhir.

Dalam pernyataan sendiri pada hari Sabtu, Johnson & Johnson meremehkan pengumuman jaksa agung. Dikatakan penyelesaian itu melibatkan dua resep obat penghilang rasa sakit - yang dikembangkan oleh anak perusahaan dan menguasai kurang dari 1 persen pasar - yang sudah tidak lagi dijual di AS.

Penyelesaian itu “bukan pengakuan tanggung jawab atau kesalahan oleh perusahaan”, kata Johnson & Johnson. Perusahaan menambahkan bahwa tindakannya "yang berkaitan dengan pemasaran dan promosi obat nyeri resep penting adalah tepat dan bertanggung jawab".

Perusahaan juga menyatakan penyelesaian itu konsisten dengan perjanjian sebelumnya untuk membayar US$5 miliar (Rp 75 triliun) untuk menyelesaikan klaim opioid oleh negara bagian, kota, kabupaten, dan pemerintah suku secara nasional.

Perusahaan perawatan kesehatan dan distributor obat terbesar AS yakni AmerisourceBergen Corp, Cardinal Health Inc dan McKesson Corp – telah mengusulkan pembayaran gabungan US$26 miliar (Rp 375 triliun) untuk mengakhiri ribuan tuntutan hukum opioid.

Uji coba opioid hari Selasa adalah salah satu dari beberapa yang dijadwalkan untuk tahun ini, dengan yang lain sedang berlangsung di California dan Virginia Barat.

Virginia Barat memiliki tingkat overdosis opioid fatal tertinggi di negara itu. Overdosis telah melonjak sejak awal 2000-an, ketika produsen obat resep seperti oxycodone dan hydrocodone menggenjot penjualan melalui apotek dan dokter dengan sedikit kontrol.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan hampir 500.000 orang meninggal karena overdosis opioid dari 1999 hingga 2019.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Australia Usulkan Bank Sentral Mata Uang Digital

Australia mengusulkan bank sentral mata uang digital, termasuk kripto untuk mengatur pasar.

DUNIA | 9 Desember 2021

Meta Larang Akun Bisnis Tentara Myanmar

Meta Platforms, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, akan melarang semua bisnis yang dikendalikan militer Myanmar di platformnya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Clubbing saat Pandemi Covid, PM Finlandia Minta Maaf

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin telah meminta maaf karena pergi clubbing setelah melakukan kontak dekat dengan kasus Covid-19.

DUNIA | 9 Desember 2021

Filipina Akan Larang Perjalanan dari Prancis

Filipina akan melarang perjalanan dari Prancis mulai 13 Desember 2021 untuk membendung penyebaran varian virus corona, Omicron.

DUNIA | 9 Desember 2021

Radio Wanita Afghanistan Bertahan dalam Aturan Taliban

Radio Begum menyiarkan suara-suara wanita yang telah dibungkam di seluruh Afghanistan meskipun menghadapi aturan keras Taliban.

DUNIA | 9 Desember 2021

Gelombang Kelima Covid-19 di Prancis Belum Masa Puncak

Gelombang kelima Covid-19 yang melanda Prancis belum mencapai puncaknya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Institut Serum India Pangkas Separuh Produksi Vaksin Covid

Institut Serum India, pembuat vaksin terbesar di dunia, telah mengumumkan akan memangkas separuh produksinya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Ignazio Cassis Jadi Presiden Swiss

Parlemen Swiss pada Rabu (8/12/2021) memilih Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis untuk menjadi presiden berikutnya pada Hari Tahun Baru.

DUNIA | 9 Desember 2021

Tiongkok Setujui Pengobatan Antibodi Covid Pertama

Regulator medis Tiongkok telah menyetujui kombinasi antibodi Brii Biosciences untuk pengobatan Covid-19 orang dewasa dan remaja.

DUNIA | 9 Desember 2021

Kanada Nyatakan Boikot Olimpiade Beijing

Kanada mengumumkan boikot diplomatik terhadap Olimpiade Beijing 2022 pada Rabu (8/12/2021).

DUNIA | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Pimpinan KPK Tak Diundang Pelantikan Novel Baswedan Cs

Pimpinan KPK Tak Diundang Pelantikan Novel Baswedan Cs

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings