Elon Musk, Multitasker Jenius di Darat dan Luar Angkasa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Elon Musk, Multitasker Jenius di Darat dan Luar Angkasa

Senin, 28 Juni 2021 | 01:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

“Sebagian orang tidak menyukai perubahan, tetapi Anda harus ikut menjalani perubahan kalau alternatif lain yang tersedia adalah bencana.”

Hari ini, Elon Musk genap berusia 50 tahun. Dia adalah salah satu tokoh yang membawa perubahan besar dalam cara orang hidup di era modern.

Dia menjadi tonggak dunia karena mampu menangani dua atau lebih kegiatan usaha skala besar yang tidak hanya butuh dedikasi, tetapi juga otak yang cemerlang dan kemampuan untuk membagi fokus.

Musk ikut mendanai dan kemudian membangun dan memimpin Tesla; pionir produsen mobil listrik secara massal, sementara dia juga mendirikan SpaceX; industri pesawat luar angkasa.

Itu saja sudah membuatnya lain dari pengusaha yang lain, karena SpaceX sudah mendapat proyek pemerintah Amerika untuk menerbangkan manusia ke bulan.

Dia bukan hanya memimpin bisnis, tetapi juga harus memikirkan misi luar angkasa yang pada era Apollo 1969 adalah proyek rahasia negara.

Selain itu, dia berperan penting dalam mengembangkan PayPal, sistem pembayaran elektronik yang tidak mengenal batas negara.

Dari kutipannya di atas, tampak jelas bahwa Musk punya pola pikir yang revolusioner, terutama dia jika melihat kalau status quo pada akhirnya akan membuat manusia atau alam berada di ambang kehancuran.

Tesla, misalnya, dibangun dengan serius karena pemikiran bahwa tidak mungkin bahan bakar fosil tersedia selamanya untuk menjalankan kendaraan, belum lagi polusi yang ditimbulkan.

Lain dari yang Lain
Sebagai pengusaha dia sangat sukses karena mampu melihat dan memafaatkan peluang yang tidak dilihat oleh pengusaha lainnya. Bulan ini Musk adalah orang terkaya kedua di dunia, hanya kalah oleh Jeff Bezos, bos situs jual beli daring Amazon.

Menurut majalah Forbes, kekayaan pribadi Musk senilai US$ 151 miliar (Rp 2.182 triliun), hanya dikalahkan oleh Bezos yang memiliki harta pribadi senilai US$ 177 miliar.

Sebagai ilmuwan, dia banyak melontarkan ide revolusioner terutama di bidang transportasi, baik di darat lewat Tesla dan di angkasa lewat SpaceX.

Tesla bukan lahir darinya, tetapi dia yang merevolusi mobil listrik sehingga mampu berkinerja seperti mobil sport dan menempuh ratusan kilometer sekali isi daya.

Musk juga yang pada 2013 melontarkan ide Hyperloop, kendaraan tabung di jalur khusus yang mampu membawa 38 penumpang dan bisa menempuh jarak 560 km antara Los Angeles dan San Francisco dalam waktu 35 menit, atau dengan kecepatan 1.229 km per jam. Nyaris sama dengan kecepatan suara.

Ide itu muncul karena dia tidak puas dengan proyek kereta api cepat di California yang menelan dana US$ 68 miliar.

Menurut Musk, Hyperloop hanya akan membutuhkan dana US$ 6 miliar, tetapi sayangnya dia juga menyatakan tidak akan punya waktu menggarap proyek ini karena kesibukan di SpaceX dan Tesla.

Sebagai pengguna media sosial, dia satu-satunya yang bisa membuat nilai saham kehilangan miliaran dolar atau harga mata uang kripto melejit hanya dengan satu cuitan di Twitter.

Elon Musk lahir di Pretoria, Afrika Selatan, pada 28 Juni 1971. Ayahnya warga negara Afrika Selatan, ibunya asal Kanada.

Sejak usia muda dia sudah menunjukkan bakat luar biasa di bidang komputer dan kewirausahaan. Pada usia 12 tahun, Musk sudah mampu menciptakan program video game dan menjualnya ke sebuah majalah komputer.

Pada 1988, Musk mendapat paspor Kanada dan pergi dari Afsel karena tidak bersedia mendukung apartheid lewat ketentuan wajib militer dan berambisi memburu peluang ekonomi di Amerika Serikat.

Dia kuliah di Queen’s University, Ontario, Kanada, dan pada 1992 pindah ke University of Pennsylvania, Philadelphia, lewat program pertukaran pelajar. Di sanalah dia mendapatkan gelar sarjana bidang fisika sekaligus ekonomi pada 1997.

Dia sempat mendaftar di jurusan fisika Stanford University di California, tetapi hanya bertahan dua hari karena merasa bahwa internet jauh lebih berpotensi untuk membawa perubahan ke masyarakat daripada ilmu fisika.

Perusahaan pertama yang dia dirikan pada 1995 bernama Zip2, yang menyediakan peta dan alamat perusahaan ke media-media online. Pada 1999, Zip2 dibeli oleh perusahaan komputer Compaq senilai US$ 307 juta, dan Musk lalu mendirikan perusahaan jasa keuangan daring bernama X.com, yang sekarang kita kenal sebagai PayPal, sistem pembayaran dan transfer dana secara daring. PayPal kemudian dibeli oleh rumah lelang daring, eBay, senilai US$ 1,5 miliar pada 2002.

Tesla
Perjalanan Musk sebagai wirausahawan di bidang teknologi tergolong lancar. Perusahaan pertamanya saja laku dijual ratusan juta dolar. Karena itu, dia mulai membidik bidang yang lebih besar dan menantang yang sejak lama menarik minatnya – mobil listrik.

Pada 2004 dia bergabung menjadi salah satu pendana utama Tesla Motors, produsen mobil listrik yang didirikan Martin Eberhard dan Marc Tarpenning. Setelah dia masuk, perusahaan berganti nama menjadi Tesla saja.

Pada 2006, Tesla meluncurkan mobil pertamanya, Roadster, yang bisa menempuh 394 km dengan sekali pengisian daya. Tidak seperti mobil listrik lainnya yang disebut Musk lamban dan tidak menarik, Roadster mampu mencapai kecepatan 97 km per jam dalam waktu kurang dari 4 detik.

Pada 2010 penawaran saham perdana Tesla meraup dana US$ 226 juta. Dua tahun kemudian, Tesla memperkenalkan sedan Model S, yang banyak dipuji para kritikus otomotif karena kinerja dan rancangannya.

Tesla Model X (Tesla)

Ketika model sport utility vehicle (SUV) mewah diluncurkan dengan nama Model X pada 2015, pasar juga menyambut baik.

Dua tahun kemudian, perusahaan meluncurkan Model 3 yang harganya lebih terjangkau.

Posisi Musk di Tesla makin sentral dan tidak tergantikan, dia bahkan mendapat julukan TechnoKing.

Guncangan di Tesla muncul pada Agustus 2018 ketika Musk bercuit bahwa dia mungkin akan menjadikan Tesla sebagai perusahaan tertutup. Badan pengawas pasar modal Amerika Serikat atau Securities and Exchange Commission (SEC) bahkan menggugat Musk karena cuitan yang dinilai bohong dan menyesatkan para investor.

Kabar ini juga membuat harga saham Tesla anjlok, sehingga akhirnya Musk menuruti ketentuan untuk mundur sebagai kepala Tesla, meskipun masih menjabat CEO.

Yang menarik dari Tesla, nilai sahamnya dihargai sangat tinggi oleh investor, tetapi secara bisnis perusahaan baru pertama kali menghasilkan laba bersih pada 2020 yang lalu. Itu pun bukan karena hasil penjualan mobilnya, tetapi lebih ditentukan oleh penjualan “kredit poin” kepada sesama produsen mobil listrik di Amerika Serikat.

Para investor di pasar saham menyukai perusahaan yang bisa menawarkan potensi pertumbuhan secara rasional dan berkelanjutan. Jika ada penjelasan logis bahwa nantinya akan muncul pertumbuhan pesat, harga saham sebuah perusahaan bisa melejit di pasar modal bahkan jauh sebelum ia bisa menghasilkan pendapatan bersih atau laba.

Tesla adalah contoh sempurna, karena dia diproyeksikan bisa menjadi pemimpin industri mobil listrik global, dan bahkan industri otomotif keseluruhan ketika mobil dengan BBM sudah tidak laku lagi.

Masalahnya adalah, Tesla sudah berusia 11 tahun dan sudah beroperasi penuh. Pada tahap ini, Tesla seharusnya sudah mulai menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba.

Pendapatan tidak bisa naik pesat karena kompensasi bagi eksekutif yang hengkang dengan skema kepemilikan saham. Pendapatan Tesla banyak mengandalkan penjualan saham untuk mendapat suntikan dana US$ 5 miliar per tahun.

Tahun ini sampai pertengahan Juni, harga saham Tesla anjlok 33% ketika indeks saham di bursa justru naik 10%.

Tesla sekarang bukan satu-satunya produsen mobil listrik massal. Perusahaan lain yang sudah lama memimpin pasar otomotif Amerika seperti Ford dan General Motors sudah mulai mengalihkan fokus ke mobil listrik. Harga saham dua perusahaan itu pun melejit.

Masalah di internal Tesla makin rumit dengan hengkangnya sejumlah eksekutif yang dulu banyak berperan membangun Tesla.

Di sisi lain, sang TechnoKing atau Musk tidak bisa memusatkan fokusnya ke Tesla karena dia juga sibuk dengan industri roket SpaceX, yang sekarang bernilai US$ 74 miliar.

Para pemegang saham, investor, dan juga pengamat di Wall Street mulai mempertanyakan gaya manajemen one man show Musk di Tesla, di mana dia menguasai 21% saham.

Mereka menyarankan, atau bisa dikatakan menuntut Musk untuk menunjuk wakil yang bisa menggantikan peran dia dan fokus mengurus bisnis sehari-hari di Tesla.

Harga saham Tesla anjlok sepertiga dari puncaknya di angka US$ 900 menjadi US$ 600 dan harus mampu naik 50% untuk kembali bisa mapan seperti semula.

Sayangnya, saham industri mobil listrik sudah menyebar ke GM, Ford, Volkswagen dan lain-lain.

SpaceX
Space Exploration Technologies Corp., atau SpaceX, adalah perusahaan yang merancang, membangun dan meluncurkan roket dan pesawat antariksa, berbasis di California.

Perusahaan ini didirikan pada 2002 oleh Musk, yang bercita-cita suatu saat nanti akan ada misi manusia ke Mars atau planet-planet lain di sistem tata surya kita.

(AFP)

Sejumlah sejarah telah diukir oleh SpaceX, perusahaan swasta pertama yang mampu menerbangkan pesawat antariksa sampai ke orbit rendah bumi. Pada 2012, pesawat Dragon buatan SpaceX menjadi pesawat antariksa komersial pertama yang mengirim kargo menuju dan dari stasiun luar angkasa internasional.

Tahun lalu, SpaceX menjadi perusahaan swasta pertama yang mengangkut orang ke stasiun antariksa internasional.

Salah satu misi SpaceX adalah membuat terobosan teknologi yang membuat misi peluncuran roket lebih efisien, yaitu dengan mengembangkan roket yang bisa dipakai kembali.

Sejarah menunjukkan semua misi luar angkasa menggunakan roket sekali pakai. Berbeda dengan pesawat terbang biasa yang bisa digunakan berkali-kali dalam sehari dan melakukan puluhan ribu penerbangan sepanjang usianya.

Selain itu, komponen biaya terbesar dalam misi peluncuran pesawat luar angkasa adalah pembuatan roket.

Sebagian roket dirancang untuk terbakar habis saat kembali masuk ke atmosfer bumi, roket SpaceX dirancang untuk tahan suhu panas atmosfer dan juga mendarat dengan utuh agar bisa digunakan lagi.

Juli nanti, SpaceX menargetkan akan meluncurkan pesawat terbarunya, Starship, untuk pertama kalinya ke orbit bumi. Starship nantinya dirancang untuk bisa mengirim kargo dan manusia ke bulan dan Mars.

Badan antariksa Amerika Serikat atau NASA telah menggandeng SpaceX untuk misi menerbangkan manusia ke bulan dengan pesawat Starship.

Pesawat Starship tingginya setara gedung 16 lantai. Jika ditambah roket dan booster bernama “Super Heavy”, total tingginya bertambah dua kali lipat lebih.

November tahun lalu, SpaceX mengirim empat astronot ke stasiun luar angkasa menggunakan pesawat Dragon dan roket Falcon. Peluncuran itu menandai kembalinya misi antariksa dari dalam wilayah Amerika setelah jeda selama sembilan tahun.

Empat astronot yang melakukan misi luar angkasa dengan pesawat buatan SpaceX pada November 2020. Dari kiri: astronot NASA Shannon Walker, Victor Glover, dan Mike Hopkins, dan astronot JAXA Jepang Soichi Noguchi. (AFP)

Selain itu, NASA masuk ke era baru di mana layanan transportasi luar angkasa disediakan oleh kontraktor swasta, daripada membuat pesawat mereka sendiri.

SpaceX sudah mendapat kontrak senilai US$ 3 miliar dari NASA untuk mengembangkan, menguji dan menerbangkan pesawat pembawa astronot.

SpaceX juga bergelut di bidang telekomunikasi lewat anak perusahaan bernama Starlink. Nantinya, masyarakat di berbagai belahan bumi bisa mengakses internet dengan antena parabola yang dipasang dekat hunian untuk menangkap sinyal satelit Starlink .

Misi Starlink adalah membuka akses internet kecepatan tinggi di seluruh dunia, termasuk wilayah-wilayah yang tidak terjangkau para penyedia jaringan pita lebar (broadband) saat ini.

Untuk mewujudkan itu, dibutuhkan ribuan satelit yang melayang di orbit rendah bumi untuk mengirim sinyal internet kecepatan tinggi ke darat. Jasa peluncuran satelit ini tentu saja ditangani oleh SpaceX.

Saat ini, Starlink sedang melakukan uji coba layanan di 11 negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris.

Menurut Musk, sudah ada setengah juta pesanan awal untuk layanan internet Starlink, yang diharapkan bisa berfungsi penuh secara global pada September nanti.

Menurut keterangan perusahaan, saat ini sudah dibuat 1.800 satelit Starlink dan begitu mereka masuk orbit operasional maka Starlink sudah mendapat cakupan global untuk layanan internetnya.

Secara total, Starlink akan butuh 12.000 satelit dengan biaya sekitar US$ 10 miliar untuk operasional penuh. Jika itu terwujud, hambatannya tinggal regulasi yang berbeda di masing-masing negara.

Peluncuran roket Falcon 9 buatan SpaceX di Florida, 6 Januari 2020. (AFP)

Musk mengatakan bulan lalu bahwa Starlink akan menjadi salah satu sumber pendanaan utama bagi proyek-proyeknya yang lain, termasuk mengirim pelanggan ke Mars dan melakukan kolonisasi di Mars.

Jika lancar, SpaceX bisa menghasilkan US$ 30 miliar per tahun lewat jasa layanan pita lebar internet yang bisa menjangkau pelanggan di tempat paling sulit, kata Musk.

SpaceX jelas bukan sekedar proyek sampingan karena dibutuhkan investasi besar, kalkulasi yang cermat, dan kecerdasan di level jenius untuk membuatnya berhasil, sementara Musk juga harus memikirkan Tesla.

Bitcoin
SpaceX bukan satu-satunya pengalih perhatian Musk dari Tesla. Belakangan ini, dia juga makin tertarik dengan mata uang kripto. Februari lalu Tesla ikut membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar, yang membuat harga uang kripto itu makin melonjak.

Tesla sempat membuka peluang untuk menerima transaksi dengan Bitcoin.

Namun, Musk juga membuat harga Bitcoin jatuh setelah dia secara tersirat menunjukkan dukungan pada Dogecoin, uang kripto lainnya.

Opsi pembelian mobil dengan Bitcoin dibatalkan karena menurut Musk penggunaan energi dalam penambangan Bitcoin terlalu boros.

“Kalau nanti ada konfirmasi masuk akal (tentang penurunan 50%) penggunaan energi bersih oleh para penambang dengan tren positif ke depan, Tesla akan kembali membolehkan transaksi Bitcoin,” bunyi cuitan Musk.

Dia menulis itu setelah banyak dikritik karena membuat harga Bitcoin naik turun dengan tajam.

Cuitan Musk membuat harga Bitcoin melonjak 5% menjadi sekitar US$ 40.000 per keping.

Harga Bitcoin mencapai puncaknya di kisaran US$ 65.000 pada April berkat Tesla, lalu terjun bebas pada Mei setelah Musk membatalkan opsi transaksi mobil Tesla menggunakan mata uang itu karena alasan pemborosan energi dalam penambangan kripto.

Sedahsyat itu pengaruh seorang Musk pada pasar mata uang kripto.

"Mata uang kripto adalah ide yang bagus dari banyak sisi dan kami meyakini masa depannya yang menjanjikan, tetapi mata uang ini juga tidak boleh menimbulkan kerugian besar pada lingkungan," pernyataan Musk pada Mei lalu yang mengguncang pasar Bitcoin dan mata uang kripto lainnya.

Pada akhir Mei, Musk ikut berperan mendirikan Dewan Pertambangan Bitcoin Amerika Utara (North America Bitcoin Mining Council) dengan melibatkan sejumlah penambang Bitcoin besar di sana untuk mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan.

Pertambangan dalam pengertian ini adalah aktivitas untuk mengamankan jaringan Bitcoin dan memvalidasi transaksi dengan upah token Bitcoin, tetapi aktivitas ini membutuhkan tenaga pemroses komputer yang besar dan secara kolektif menggunakan listrik setara dengan keseluruhan kebutuhan listrik Finlandia, menurut sejumlah estimasi.

Dogecoin
Ketika membuat pasar Bitcoin gonjang-ganjing, Musk juga menyiratkan dukungan kepada Dogecoin, mata uang yang awalnya dibuat sebagai guyonan dengan logo kepala anjing yang menggemaskan.

Musk menggunakan Twitter untuk menyuarakan dukungan pada mata uang saingan Bitcoin tersebut.

Selain Bitcoin, ada banyak uang kripto lainnya seperti Ethereum 2.0, Cardano, Solana, Polkadot, dan IOTA. Namun, kenapa dia mendukung Dogecoin?

Karena Dogecoin "punya anjing dan meme [ilustrasi video atau foto yang menyebar luas di internet], sementara yang lain tidak”, jawabnya.

Ethereum adalah rival utama Bitcoin, tetapi belakangan banyak bermunculan uang kripto lainnya dengan biaya lebih rendah, proses transaksi lebih cepat, dan lebih efisien.

Musk sebelumnya membuat seruan bagi para pengembang program untuk mengirim ide guna meningkatkan kemampuan Dogecoin lewat situs media sosial Reddit dan GitHub.

Dia juga pernah berkomentar bahwa salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, mulai khawatir dengan kehadiran Dogecoin.

Dogecoin, meskipun banyak dikritik karena miskin pengembangan dan terkonsetrasi di sekelompok kecil akun pengguna, menikmati lonjakan harga hingga 12.000% tahun lalu karena banyak orang memprediksi nilainya akan meningkat.

Selain itu kelompok influencer di media sosial dan para triliuner juga memuji logo anjing Shiba Inu yang menarik perhatian.

Musk dinobatkan sebagai “CEO kehormatan” Dogecoin lewat jajak pendapat Twitter pada 2019 dan selama beberapa tahun terakhir memang menunjukkan rasa sukanya pada mata uang tersebut.

Namun, dalam sebuah wawancara Februari lalu, Musk meminta agar semua pernyataan dia terkait Dogecoin tidak ditanggapi dengan serius.

Saat ini tidak ada tokoh lain yang bisa mengguncang pasar saham dan mempengaruhi harga mata uang kripto dalam angka miliaran dolar seperti yang dilakukan oleh Musk.

Juga tidak ada pengusaha selain dia yang menjadi CEO sekaligus otak rancangan produksi dari mobil listrik sampai pesawat luar angkasa.

Jenius.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Dari Berbagai Sumber


BERITA LAINNYA

Taliban Minta Kesempatan Pidato di Majelis Umum PBB

Menlu Afghanistan dari pemerintah Taliban Suhail Shaheen telah meminta kesempatan untuk pidato di hadapan para pemimpin dunia pada pertemuan Majelis Umum PBB

DUNIA | 22 September 2021

Dampingi Presiden Bolsonaro di Sidang PBB, Menkes Brasil Positif Covid-19

Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Queiroga terbukti positif Covid-19 beberapa jam seusai mendampingi Presiden Jair Bolsonaro di Sidang Majelis Umum PBB.

DUNIA | 22 September 2021

Indonesia Khawatir, Inisiatif AUKUS Bisa Tingkatkan Ketegangan di Indo-Pasifik

Kesepakatan AUKUS dianggap bertujuan untuk menyaingi kekuatan Tiongkok yang semakin meningkat di kawasan.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa di Australia, KJRI: Tak Ada WNI Jadi Korban

KJRI di Melbourne menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa gempa.

DUNIA | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara menjadi 3,1%. Padahal sebelumnya ADB memproyeksikan ekonomi Asia Tenggara tumbuh sebesar 4,4%.

DUNIA | 22 September 2021

Turun ke Jalan, Biksu di Thailand Sumbangkan Makanan untuk Warga Terdampak Pandemi

Misi mereka adalah untuk menyumbangkan makanan dan kebutuhan kepada orang-orang yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

Bertemu Menlu Saudi, Retno Minta Kebijakan Umrah untuk Indonesia Ditinjau Ulang

Menlu Retno Marsudi bertemu Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan untuk melobi negara itu agar meninjau ulang kebijakannya terkait ibadah umrah.

DUNIA | 22 September 2021

Liburan Musim Gugur Saat Pandemi, Pariwisata Tiongkok Raup Rp 81 T

Industri pariwisata Tiongkok meraup pendapatan sebesar 37,1 miliar yuan (Rp 81,7 triliun) dalam tiga hari libur pertengahan musim gugur.

DUNIA | 22 September 2021

Sekjen PBB Tegur Dunia Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 yang Tak Adil

Ia menyebutkan, ketidakadilan vaksin itu sebagai hal yang vulgar dan memberi dunia nilai “F dalam Etika".

DUNIA | 22 September 2021

Sidang Umum PBB, Indonesia Berupaya Persempit Kesenjangan Vaksin Covid-19

Indonesia terus berupaya mempersempit kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 antara negara maju dan negara berkembang.

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Tolak Rencana Kenaikan PPh, Akumindo: Banyak UMKM Bangkrut

Tolak Rencana Kenaikan PPh, Akumindo: Banyak UMKM Bangkrut

EKONOMI | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings