PBB Sebut Afghanistan di Ambang Krisis Kemanusiaan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB Sebut Afghanistan di Ambang Krisis Kemanusiaan

Selasa, 13 Juli 2021 | 22:08 WIB
Oleh : LES

Jenewa, Beritasatu.com - Lebih banyak warga Afghanistan kemungkinan akan meninggalkan rumah mereka akibat meningkatnya kekerasan, kata badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ketika Taliban menguasai lebih banyak wilayah seusai penarikan pasukan asing pimpinan AS dari negara itu.

"Afghanistan berada di ambang krisis kemanusiaan lainnya. Ini dapat dihindari. Ini harus dihindari," kata juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Babar Baloch pada konferensi pers di Jenewa, Selasa (13/7/2021).

"Kegagalan untuk mencapai kesepakatan damai di Afghanistan dan menghentikan kekerasan saat ini akan memicu perpindahan (orang) di negara itu, serta ke negara-negara tetangga dan lainnya," tambah Baloch.

UNHCR mengatakan, sekitar 270.000 warga Afghanistan telah mengungsi dari negeri itu sejak Januari, sehingga jumlah penduduk yang terpaksa meninggalkan rumah mereka menjadi lebih dari 3,5 juta orang.

Mereka yang terpaksa melarikan diri menyalahkan situasi keamanan, insiden pemerasan oleh kelompok bersenjata, dan bom rakitan di jalan-jalan utama, selain hilangnya pendapatan dan gangguan layanan sosial, kata Baloch.

Jumlah korban sipil telah meningkat sebesar 29 persen selama kuartal pertama dibandingkan dengan tahun 2020, kata UNHCR, mengutip angka dari Misi Bantuan PBB di Afghanistan.

"Kami mendesak masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan kepada pemerintah dan rakyat Afghanistan dan tetangganya pada saat yang kritis ini," kata Baloch.

Jenderal AS yang memimpin perang di Afghanistan, Austin Miller, melepaskan komandonya dalam sebuah upacara di ibu kota Kabul pada Senin (12/7/2021), dan diam-diam meninggalkan negara itu, sebagai simbol berakhirnya konflik terpanjang Amerika.

Presiden AS Joe Biden telah mengakui, masa depan Afghanistan jauh dari kepastian, tetapi dia mengatakan rakyat Afghanistan harus menentukan nasib mereka sendiri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Gempa Kuat Guncang Pulau Kreta, 2 Orang Terjebak di Bangunan Rusak

Gempa kuat magnitudo (M) 5,8 mengguncang pulau Kreta di Yunani selatan pada Senin (27/9/2021), kata Institut Geodinamika Athena.

DUNIA | 27 September 2021

Bantuan dari Qatar, Rekonstruksi Rumah Hancur di Gaza Dimulai Oktober

Rekonstruksi rumah yang hancur atau rusak akibat pertempuran sengit antara Israel dan Palestina pada Mei akan dimulai minggu pertama Oktober.

DUNIA | 27 September 2021

Sistem Radarnya Dihancurkan AS, Bandara Kabul Kini Siap Beroperasi Kembali

Pasukan AS menghancurkan peralatan serta sistem radar di fasilitas tersebut sebelum angkat kaki dari negara itu.

DUNIA | 27 September 2021

Internet Padam di Daerah Konflik, Junta Myanmar Tuding Kelompok Pejuang Penyebabnya

Junta militer Myanmar membantah kabar yang menyebutkan, mereka mematikan koneksi internet di daerah-daerah yang dilanda konflik.

DUNIA | 27 September 2021

Buka Kembali Aktivitas Ekonomi, New South Wales Siapkan Buku Panduan

Pemerintah Negara Bagian New South Wales di Australia akan mengeluarkan buku panduan pada Senin untuk membuka kembali aktivitas perekonomian.

DUNIA | 27 September 2021

SPD Diproyeksi Menang di Pemilu Jerman, Biden: Mereka solid

SPD Jerman diproyeksikan menang tipis pada pemilu nasional hari Minggu.

DUNIA | 27 September 2021

SPD Diproyeksi Menang Tipis di Pemilu Jerman, Olaf Scholz Bakal Jadi Kanselir

Olaf Scholz bakal jadi kanselir dari SPD keempat pascaperang setelah Willy Brandt, Helmut Schmidt dan Gerhard Schroeder.

DUNIA | 27 September 2021

Ada 17 Teroris di Kalangan Menteri, Mustahil Pemerintah Taliban Dapat Pengakuan

Pengakuan terhadap pemerintahan Taliban mustahil, sebab terdapat 17 teroris di kalangan menteri dan hak asasi kaum perempuan masih dilanggar.

DUNIA | 27 September 2021

Gempa M 5,7 Guncang Pulau Utama di Filipina

Gempa kuat melanda pulau utama Filipina pada Senin (27/9/2021), tetapi belum ada laporan kerusakan segera, kata Survei Geologi AS (USGS).

DUNIA | 27 September 2021

6 Hari Berturut-turut Kasus Baru Covid-19 Singapura di Atas 1.000

Singapura melaporkan rekor 1.939 kasus baru Covid-19 pada Minggu malam.

DUNIA | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Tidak Mau Berpolemik Soal Pernyataan Gatot Nurmantyo

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings