Kematian Migran di Mediterania Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kematian Migran di Mediterania Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat

Kamis, 15 Juli 2021 | 18:33 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Roma, Beritasatu.com- Jumlah migran dan pengungsi yang meninggal di Laut Mediterania telah meningkat lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Seperti dilaporkan Arabnews, Rabu (14/7/2021), Laut Mediterania merupakan rute laut berbahaya untuk mencapai Eropa dari pantai Afrika Utara.

Menurut laporan baru dari badan PBB Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), setidaknya 1.146 orang kehilangan nyawa tahun ini antara Januari dan Juni.

Jumlah orang yang bepergian melalui jalur laut ke Eropa juga meningkat 56%, sementara 513 kasus kematian dilaporkan dalam enam bulan pertama 2020 dan 674 kasus pada 2019.

Kapal karam paling mematikan sepanjang tahun ini terjadi pada 22 April di lepas pantai Libia, ketika 130 orang tenggelam meskipun telah mengirimkan sejumlah panggilan darurat.

Rute Mediterania Tengah antara Libia dan Italia adalah yang paling mematikan, merenggut 741 nyawa sepanjang tahun ini.

Namun, laporan tersebut menekankan bahwa jumlah sebenarnya kematian di rute laut ke Eropa mungkin jauh lebih tinggi, karena banyak bangkai kapal tidak dilaporkan, dan lainnya sulit diverifikasi.

Sedikitnya 250 orang tewas di bentangan Samudra Atlantik antara Afrika Barat dan Kepulauan Canary Spanyol, 149 di jalur Mediterania Barat ke Spanyol dan enam di jalur Mediterania Timur ke Yunani.

“Orang-orang ini tidak bisa ditinggalkan dalam perjalanan berbahaya seperti itu. Seseorang harus menghentikan pembantaian ini,” kata Wali Kota Lampedusa Salvatore Martello kepada Arab News.

Pada Selasa, tujuh kapal berbeda yang membawa total 104 migran Tunisia tiba di pulau paling selatan Italia, yang dianggap sebagai titik pendaratan pertama bagi mereka yang ingin mencapai Eropa dari Afrika.

“Kami tidak bisa menghitung kedatangan lagi, karena mereka datang dengan sampan, perahu, dan rakit. Mereka yang berhasil bisa menyebut diri mereka beruntung karena setidaknya mereka aman di sini," ujar Martello.

Angka-angka IOM, kata Martello, mengonfirmasi kepada semua pihak bahwa dunia menyaksikan pembantaian setiap hari. Martello mendesak semua orang untuk bertindak dan bertindak sekarang.

"Di Lampedusa, kami melakukan apa yang kami bisa, seperti yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun sejak kedatangan para migran dimulai. Tapi sekarang, kita harus sadar bahwa ini adalah tragedi. Siapa pun yang tidak melakukan semua yang dia bisa, dari politisi hingga institusi di UE dan di Afrika, adalah kaki tangan pembantaian ini,” tambahnya.

Martello mengatakan bahwa saat ini ada 750 orang di titik panas migran pulau itu, yang hanya memiliki kapasitas 250 orang.

“Setiap hari, ratusan migran dipindahkan ke daratan dengan feri, tetapi itu seperti mencoba mengosongkan laut dengan ember. Jika beberapa tindakan nyata tidak diambil, jumlahnya akan semakin buruk,” kata Martello.

Badan PBB itu mengulangi seruannya kepada negara-negara anggota untuk menghormati kewajiban internasional mereka. “Sangat mendesak untuk memperluas upaya penyelamatan dan membangun mekanisme pendaratan yang dapat diprediksi, serta menjamin akses ke migrasi yang aman dan legal,” kata Direktur Jenderal IOM Antonio Vitorino.

Menurut laporan IOM, lebih dari 15.300 migran dipulangkan ke Libia dalam enam bulan pertama tahun 2021 atau hampir tiga kali lipat dari periode yang sama tahun 2020 (5.476 migran).

IOM mendefinisikan situasi ini sebagai “mengkhawatirkan,” karena para migran yang dibawa kembali ke Libia yang dilanda perang menjadi sasaran penahanan sewenang-wenang, pemerasan, penghilangan dan tindakan penyiksaan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Indonesia Khawatir, Inisiatif AUKUS Bisa Tingkatkan Ketegangan di Indo-Pasifik

Kesepakatan AUKUS dianggap bertujuan untuk menyaingi kekuatan Tiongkok yang semakin meningkat di kawasan.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa di Australia, KJRI: Tak Ada WNI Jadi Korban

KJRI di Melbourne menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam peristiwa gempa.

DUNIA | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi ASEAN

ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Tenggara menjadi 3,1%. Padahal sebelumnya ADB memproyeksikan ekonomi Asia Tenggara tumbuh sebesar 4,4%.

DUNIA | 22 September 2021

Turun ke Jalan, Biksu di Thailand Sumbangkan Makanan untuk Warga Terdampak Pandemi

Misi mereka adalah untuk menyumbangkan makanan dan kebutuhan kepada orang-orang yang rentan terkena dampak pandemi Covid-19.

DUNIA | 22 September 2021

Bertemu Menlu Saudi, Retno Minta Kebijakan Umrah untuk Indonesia Ditinjau Ulang

Menlu Retno Marsudi bertemu Menlu Arab Saudi Faisal bin Farhan untuk melobi negara itu agar meninjau ulang kebijakannya terkait ibadah umrah.

DUNIA | 22 September 2021

Liburan Musim Gugur Saat Pandemi, Pariwisata Tiongkok Raup Rp 81 T

Industri pariwisata Tiongkok meraup pendapatan sebesar 37,1 miliar yuan (Rp 81,7 triliun) dalam tiga hari libur pertengahan musim gugur.

DUNIA | 22 September 2021

Sekjen PBB Tegur Dunia Terkait Distribusi Vaksin Covid-19 yang Tak Adil

Ia menyebutkan, ketidakadilan vaksin itu sebagai hal yang vulgar dan memberi dunia nilai “F dalam Etika".

DUNIA | 22 September 2021

Sidang Umum PBB, Indonesia Berupaya Persempit Kesenjangan Vaksin Covid-19

Indonesia terus berupaya mempersempit kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 antara negara maju dan negara berkembang.

DUNIA | 22 September 2021

Gempa M 6,0 Guncang Melbourne, Getaran Terasa di Negara Bagian Lain

Dilaporkan, gempa menyebabkan kerusakan pada bangunan di kota terbesar kedua di negara itu dan getarannya terasa ke sejumlah negara bagian terdekat.

DUNIA | 22 September 2021

DPR AS Sahkan RUU untuk Selamatkan Pemerintah dari Gagal Bayar

DPR AS, Selasa (21/9/2021), mengesahkan rancangan undang-undang yang berhasil mencegah terhentinya roda pemerintahan (shutdown).

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Taliban Minta Kesempatan Pidato di Majelis Umum PBB

Taliban Minta Kesempatan Pidato di Majelis Umum PBB

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings