Thailand Pertimbangkan Batasan Ekspor Vaksin Covid-19 Astrazeneca
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Thailand Pertimbangkan Batasan Ekspor Vaksin Covid-19 Astrazeneca

Kamis, 15 Juli 2021 | 23:25 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Thailand sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan batasan ekspor vaksin Covid-19 Astrazeneca yang diproduksi secara lokal untuk memerangi krisis di dalam negeri.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (14/7/2021), seorang pejabat mengatakan satu langkah yang kemungkinan akan berdampak pada negara tetangga dan menimbulkan kekhawatiran tentang proteksionisme vaksin.

Setiap upaya untuk mengatur ekspor lebih lanjut dapat memperlambat peluncuran vaksin ke Malaysia, Vietnam dan Indonesia. Negara-negara itu juga sedang memerangi lonjakan infeksi dan gangguan pasokan yang disebabkan oleh pembatasan ekspor sebelumnya yang diberlakukan oleh India.

Langkah ini juga menandai kemunduran baru bagi Astrazeneca, yang mengalami penundaan awal dalam produksi dan pengiriman regional dan berharap untuk mengembalikannya ke jalurnya mulai bulan ini dan memenuhi komitmen pasokannya ke wilayah tersebut.

Ketika ditanya tentang rencana untuk menempatkan kuota ekspor vaksin, Nakorn Premsri, anggota kunci dari Komite Vaksin Nasional, mengatakan komite telah "menyetujui prinsip" pada rancangan pesanan tersebut.

"Saat ini, perintah itu belum dikeluarkan,” kata Nakorn, seraya menambahkan bahwa berbagai lembaga perlu meninjau dan mempertimbangkan dampaknya.

Astrazeneca Thailand menyatakan pada akhir Juni bahwa mitranya Siam Bioscience, yang dimiliki oleh Raja Maha Vajiralongkorn, akan memproduksi 180 juta dosis tahun ini, lebih dari sepertiga untuk Thailand dan dua pertiga untuk tempat lain di Asia Tenggara.
“Saat ini, kami akan berbicara dengan produsen vaksin sehingga mereka dapat mengirimkan vaksin ke Thailand dengan cara yang sesuai dengan situasi wabah di negara itu,” kata Nakorn kepada wartawan.

Perwakilan Astrazeneca tidak segera menanggapi permintaan Reuters untuk mengomentari pernyataan Nakorn.

Astrazeneca mengirimkan 6 juta dosis, seperti yang dijanjikan, ke Thailand pada bulan Juni ketika peluncuran vaksin massal negara itu dimulai. Bulan lalu, seorang pejabat Thailand mengatakan volume serupa akan dikirimkan pada Juli, kurang dari 10 juta dosis bulanan yang diumumkan sebelumnya.

Thailand telah memproduksi vaksin Astrazeneca sejak Juni dan rencananya akan diekspor ke beberapa negara lain di Asia Tenggara, serta Taiwan. Filipina dan Malaysia termasuk di antara negara-negara yang mengalami keterlambatan pengiriman.

Negara ini menderita wabah virus corona terburuk, dengan ratusan kematian dalam beberapa pekan terakhir dan lebih dari 8.000 kasus baru dilaporkan pada beberapa hari bulan ini. Hanya sekitar 5 % dari lebih dari 66 juta penduduknya yang divaksinasi penuh.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

India Izinkan Uji Coba Vaksin Novavax untuk Anak 7-11 tahun

India mengizinkan perusahaan Serum Institute untuk melakukan uji coba vaksin Covid-19 buatan AS, Novavax, terhadap anak-anak berusia 7-11 tahun.

DUNIA | 28 September 2021

Bangkok Siaga, 6 Tewas dan 70.000 Rumah Tergenang Banjir di Thailand

Banjir telah menggenangi 70.000 rumah dan menewaskan enam orang di provinsi utara dan tengah negara itu.

DUNIA | 28 September 2021

Hakim AS Bakal Bebaskan Tanpa Syarat Penembak Presiden Ronald Reagan

Hakim AS akan memberikan "pembebasan tanpa syarat" kepada John Hinckley, yang menembak Presiden Ronald Reagan pada 1981.

DUNIA | 28 September 2021

Jepang Tuding Tiongkok, Rusia, dan Korut di Balik Ancaman Siber

Jepang untuk pertama kalinya menuding Tiongkok, Rusia dan Korut sebagai negara yang bertanggung jawab atas ancaman siber terhadap negara tersebut.

DUNIA | 28 September 2021

Ngeri, FBI Sebut Kasus Pembunuhan di AS Naik 30%

Lonjakan tersebut sebagian dipicu oleh kesulitan masyarakat selama pandemi Covid-19.

DUNIA | 28 September 2021

Kebijakan Tiga Garis Merah Tiongkok, Apa Maksudnya?

Pemerintah khawatir industri properti akan kolaps jika para pengembang terus menarik utang dan tidak mampu membayar.

DUNIA | 28 September 2021

Ledakan Gedung di Swedia, 25 Orang dirawat

Sekitar 25 orang dibawa ke rumah sakit setelah ledakan merusak sebuah gedung di Kota Gothenburg, Swedia, pada Selasa (28/9/2021) pagi.

DUNIA | 28 September 2021

Pintu Masuk ke Indonesia Dibatasi, Inilah Lokasinya

Pembatasan di pintu kedatangan pelaku perjalanan internasional dilakukan baik di Pos Lintas Batas Negara (PLBN), pelabuhan, maupun bandara.

DUNIA | 28 September 2021

Bentrok dengan Penentang Junta, Militer Myanmar Lancarkan Serangan Udara

Militer Myanmar akhir pekan lalu melancarkan serangan udara setelah bentrok di wilayah Sagaing dengan para gerilyawan penentang junta.

DUNIA | 28 September 2021

Kasus Evergrande Wajah Buruk Housing Bubble di Tiongkok

Housing bubble yang terjadi di Tiongkok tercermin dalam kasus Evergrande dan siap meletus kapan saja.

DUNIA | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 28 September 2021

Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi pada 28 September 2021

BERITA GRAFIK | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings