RS Myanmar Ditinggal Tenaga Medis Pro-Demokrasi, Setiap Hari Tim Relawan Angkut 30-40 Mayat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RS Myanmar Ditinggal Tenaga Medis Pro-Demokrasi, Setiap Hari Tim Relawan Angkut 30-40 Mayat

Senin, 19 Juli 2021 | 11:55 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com – Kondisi rumah sakit di Myanmar yang dikelola junta militer banyak yang kosong ditinggalkan staf medis pendukung demokrasi. Akibatnya tak bisa dihindari, kasus Covid-19 meningkat secara nasional di negara itu. Kini pemandangan sehari-hari yang terjadi di Myanmar menjadi tragis. Di mana tenaga sukarelawan datang dari rumah ke rumah untuk mengangkut korban yang meninggal.

Setiap pagi, telepon Than Than Soe mulai berdering dengan permintaan dari sejumlah orang yang anggota keluarganya telah meninggal di kota besar Yangon.

Dia terus menulis nama, alamat dan nomor kontak korban di buku besar dan mengirimkan tim ke rumah mereka yang menghubunginya.

"Kami menjalani layanan ini tanpa istirahat," katanya kepada AFP di kantor kelompok sukarelawan.

“Setiap hari tim saya mengumpulkan antara 30 sampai 40 mayat... Saya pikir tim lain akan sama seperti kita. Bahkan ada juga dua mayat di dalam satu rumah”.

Rumah sakit di seluruh negeri kosong dari dokter dan pasien karena pemogokan jangka panjang terhadap rezim militer yang merebut kekuasaan pada pemerintahan hasil pemilu awal Februari lalu.

Kemarahan yang meluas pada kudeta, dan ketakutan terlihat bekerja sama dengan rezim, juga menjauhkan banyak orang dari rumah sakit yang dikelola militer. Hal ini membuat banyak dari warga yang terpapar Covid-19 tak mendapatkan penanganan medis yang tepat, dan kesulitan memperoleh oksigen. Akhirnya yang tersisa adalah kerja para relawan mengangkut mayat untuk dikremasi.

Sann Oo, yang mulai bekerja sebagai pengemudi sukarelawan ketika gelombang pertama pandemi melanda Myanmar tahun lalu, mengatakan, ia biasanya bekerja selama 13 jam.

"Kami biasa mengirim pasien ke rumah sakit," katanya kepada AFP. "Kami biasa bertanya kepada pasien, Anda ingin pergi ke rumah sakit mana?”.

"Tapi sekarang berbeda. Saat kami menerima telepon masuk, kami harus bertanya, Kuburan yang mana?”.

Pihak berwenang melaporkan hampir 5.500 kasus pada hari Sabtu (17/7/2021), naik dari sekitar 50 per hari pada awal Mei. Tetapi para analis meyakini, jumlah sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Dengan staf medis yang mogok melawan junta, para sukarelawan mengambil pekerjaan berisiko.

Di rumah salah satu korban, Sann Oo dan tim mengikat mayat ke tandu, menutupinya dengan selimut dan menyusuri tangga kayu sempit ke jalan.

Mereka membawa tandu ke mobil van sementara relawan lain memukul gong yang digunakan dalam upacara pemakaman Buddhis.

Saat mereka tiba di krematorium Kyi Su mereka harus antre. Karena setidaknya ada delapan ambulans lain yang sudah parkir di luar.

Pekerja medis yang berada di garis depan menghadapi Covid-19 Myanmar sebelum kudeta terjadi, telah menjadi sasaran setelah memimpin protes massal pada awal pemerintahan junta.

Pejabat tinggi kesehatan, termasuk kepala program vaksinasi Myanmar, telah ditahan dan ratusan lainnya bersembunyi untuk menghindari penangkapan junta.

Pekan lalu, Dewan Administrasi Negara, demikian junta menjuluki dirinya sendiri, menyerukan dokter dan perawat untuk menjadi sukarelawan melawan Covid-19. Mereka mengakui, menghadapi kesulitan dalam mengendalikan lonjakan.

Media pemerintah melaporkan pada hari Sabtu, pihak berwenang bergegas meminta pasokan oksigen dari negara tetangga Thailand dan Tiongkok.

Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar pekan lalu memperingatkan negara itu berisiko menjadi negara super penyebar Covid-19.

Than Than Soe mengatakan, dua anggota timnya telah dites positif sejak lonjakan baru-baru ini, dan satu telah meninggal.

“Selalu yang saya dengar adalah kabar yang buruk,” ungkapnya.

“Ada saatnya saya tak mau mengangkat telepon untuk menjawab panggilan. Itu bukan karena saya tak mau bekerja...tetapi karena saya menderita setiap saat menerima kabar buruk”.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA LAINNYA

Bank Dunia Apresiasi Kemajuan Sektor Pertanian Indonesia

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Satu Kahkonen mengapresiasi sektor pertanian Indonesia yang selalu fokus pada digitalisasi.

DUNIA | 24 September 2021

Situasi Kasus Covid-19 Membaik, Jepang Segera Cabut Status Darurat

Situasi kasus Covid-19 di Jepang membaik sehingga status darurat dapat segera dicabut di sebagian besar wilayah di negara itu.

DUNIA | 24 September 2021

Rekomendasi CDC AS Akhirnya Sertakan Nakes dan Guru untuk Vaksin Booster

Sebelumnya, panel penasihat CDC pada Kamis hanya merekomendasikan booster bagi penduduk berusia 65 tahun ke atas dan mereka dengan penyakit bawaan.

DUNIA | 24 September 2021

Korut Sebut Terlalu Dini Seruan untuk Mengakhiri Perang Korea

Seruan berakhirnya perang Korea terlalu dini karena tidak ada jaminan hal itu akan mengarah pada penarikan kebijakan bermusuhan AS terhadap Pyongyang.

DUNIA | 24 September 2021

Perlawanan pada Junta Militer Meluas, PBB: Kondisi Myanmar Mengkhawatirkan

Myanmar menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan akibat perang saudara yang meningkat, setelah aksi perlawanan terhadap junta militer meluas.

DUNIA | 24 September 2021

Makalah Peneliti Tiongkok Sebut Covid-19 Menyebar di AS sejak September 2019

Virus penyebab Covid-19 itu diperkirakan menyebar secara diam-diam di AS pada awal September 2019, demikian makalah yang dikembangkan CAS.

DUNIA | 24 September 2021

DPR AS Setujui Anggaran Bantuan US$ 1 Miliar untuk “Iron Dome” Israel

DPR AS pada Kamis (23/9/2021) menyetujui anggaran bantuan US$ 1 miliar (sekitar Rp14,2 triliun) untuk sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome.

DUNIA | 24 September 2021

CDC AS Rekomendasi Vaksin Booster Pfizer Bukan untuk Tenaga Kesehatan

panel itu menolak merekomendasikan booster bagi dewasa muda, termasuk tenaga kesehatan yang bekerja di tempat dengan risiko tinggi terkena Covid-19.

DUNIA | 24 September 2021

Singapura Laporkan Kasus Covid-19 Tertinggi Sejak Pandemi Dimulai

Singapura melaporkan 1.504 kasus baru Covid-19 pada Kamis (23/9/2021), tertinggi sejak pandemi dimulai awal tahun lalu.

DUNIA | 24 September 2021



TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Labuan Bajo Terus Bersiap Sambut KTT G-20 2022

Labuan Bajo Terus Bersiap Sambut KTT G-20 2022

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings