Bangladesh Longgarkan Lockdown Sambut Iduladha, Pakar: Sebulan ke Depan Jadi Waktu Kritis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bangladesh Longgarkan Lockdown Sambut Iduladha, Pakar: Sebulan ke Depan Jadi Waktu Kritis

Senin, 19 Juli 2021 | 14:09 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Dhaka, Beritasatu.com - Mohammed Nijam tengah bersama ratusan pemudik lain menunggu kapal feri untuk meninggalkan Ibu Kota Bangladesh, Dhaka. Ia tahu dirinya berisiko terpapar Covid-19. Namun pekerja konstruksi yang menganggur itu memilih menanggung risiko terinfeksi ketimbang tetap tinggal di Dhaka saat lockdown kembali diberlakukan.

“Saya harus membayar sewa setiap bulan meskipun saya tidak punya pekerjaan,” katanya, seraya menambahkan bahwa pemiliknya telah memaksanya untuk membayar sewa, bahkan ketika dia berjuang hanya untuk memberi makan dirinya sendiri.

"Saya lebih suka pulang kampung dan menjalani hidup seperti yang Tuhan izinkan."

Nijam adalah salah satu dari puluhan juta orang Bangladesh yang berbelanja dan bepergian minggu ini selama jeda delapan hari dari lockdown ketat Covid-19 di negara itu yang diizinkan pemerintah untuk menyambut Iduladha.

Penangguhan tersebut telah disorot oleh para ahli kesehatan yang memperingatkan hal itu dapat memperburuk lonjakan berkelanjutan yang dipicu oleh varian delta yang sangat menular, yang pertama kali terdeteksi di negara tetangga India.

“Sudah ada kelangkaan tempat tidur, ICU penuh. Sementara penyedia layanan kesehatan kami kelelahan,” kata Be-Nazir Ahmed, pakar kesehatan masyarakat dan mantan kepala Direktorat Kesehatan pemerintah.

Menurutnya rumah sakit, hampir tidak mungkin untuk menangani krisis, jika situasi memburuk.

Dengan penyebaran virus yang merajalela, hampir semua sektor di Bangladesh diperintahkan ditutup pada 1 Juli, dari pasar hingga transportasi massal. Tentara dan penjaga perbatasan berpatroli di jalan-jalan dan ribuan ditangkap dan dikirim ke penjara karena melanggar pembatasan.

Meskipun lockdown telah diberlakukan, kasus kematian akibat Covid-19 masih berkisar sekitar 200 setiap harinya, dan infeksi harian masih sekitar 11.000. Pada Minggu (18/7/2021) tercatat 225 kasus kematian dan 11.758 infeksi baru dilaporkan.

Terlepas dari peringatan dari para ahli, karena 4 juta dari 160 juta penduduk negara itu yang divaksinasi penuh, pemerintah mengumumkan bahwa mulai 15 Juli hingga 23 Juli, semua pembatasan akan dicabut dan semuanya akan dibuka kembali sehingga orang dapat merayakan Iduladha tersebut, yang biasanya merupakan keuntungan bagi perekonomian.

"Tetapi, dalam semua situasi orang harus tetap waspada, menggunakan masker wajah dan mengikuti instruksi kesehatan dengan ketat," kata pernyataan kebijakan pemerintah.

Pejabat pemerintah belum menanggapi kritik terhadap langkah tersebut. Seorang pejabat di Kementerian Administrasi Publik, yang mengeluarkan perintah untuk menghentikan lockdown tidak membalas pertanyaan The Associated Press seputar pelonggaran.

Seorang menteri muda dari Kementerian Administrasi Publik, Farhad Hossain mengatakan kepada media lokal, lockdown perlu dilonggarkan karena banyak bisnis berputar di sekitar hari raya.

Akibatnya, terjadi kerumunan di ibu kota. Warga memadati mal dan pasar untuk berbelanja. Ada juga yang memadati pelabuhan dan terminal bus saat mereka mencoba menuju kampung halaman.

Saat perayaan hari raya Idufitri di bulan Mei, diperkirakan 10 juta dari 20 juta penduduk Dhaka melakukan mudik untuk merayakan bersama keluarga mereka. Jumlah yang sama dapat melakukan perjalanan minggu ini, terutama karena banyak orang seperti Nijam, pekerja konstruksi, mungkin ingin memilih melakukan lockdown di kampung halamannya.

Diperkirakan, salat Iduladha akan diikuti 30 juta hingga 40 juta warga Muslim Bangladesh yang memenuhi masjid-masjid dan lapangan.

“Perayaan ini bisa mempercepat penyebaran virus,” ungkap Ahmed.

Menurutnya, sebulan setelah hari raya akan menjadi waktu yang kritis bagi negara yang telah menghitung hampir 1,1 juta infeksi dan hampir 18.000 kematian akibat pandemi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

WHO: Omicron Akan Picu Lonjakan Kasus Covid

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan varian baru Omicron akan memicu lonjakan sangat tinggi kasus Covid-19 yang sangat tinggi.

DUNIA | 30 November 2021

Presiden Korsel Desak Pemberian Vaksin Penguat

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin (29/11/2021), mendesak pemberian suntikan vaksin penguat yang cepat terhadap Covid-19

DUNIA | 30 November 2021

Varian Omicron, Kuba Perketat Pembatasan

Kuba akan meningkatkan pembatasan mulai 4 Desember untuk penumpang dari negara-negara Afrika tertentu karena kekhawatiran varian virus corona, Omicron

DUNIA | 30 November 2021

Taliban Mulai Perangi Narkoba di Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menjanjikan Afghanistan yang bebas narkotika saat mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu.

DUNIA | 30 November 2021

Dua Kali Seminggu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia

Perdana Menteri wanita pertama Swedia Magdalena Andersson telah dua kali diangkat sebagai perdana menteri kurang dari seminggu.

DUNIA | 30 November 2021

Studi: Kebakaran Hutan Australia Dipicu Krisis Iklim

Badan sains nasional Australia menyatakan faktor luar biasa iklim telah memicu kebakaran hutan.

DUNIA | 30 November 2021

Tiongkok Sebut Omicron Tantangan untuk Gelar Olimpiade

Tiongkok memperingatkan, varian Covid-19 Omicron yang menyebar cepat akan menjadi tantangan dalam menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

DUNIA | 30 November 2021

Jepang Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron

Pemerintah Jepang mengonfirmasi kasus pertama varian baru Covid-19 Omicron, demikian laporan Kantor Berita Kyodo pada Selasa.

DUNIA | 30 November 2021

Kunjungi Jakarta, Asisten Menlu AS Bahas Kerja Sama

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama.

DUNIA | 30 November 2021

Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

Kepala perusahaan (CEO) tersebut memperingatkan, vaksin Covid-19 tidak mungkin seefektif atasi varian Omicron seperti terhadap versi Delta.

DUNIA | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Menaker Beri Penghargaan BUMN yang Pekerjakan Disabilitas

Menaker Beri Penghargaan BUMN yang Pekerjakan Disabilitas

EKONOMI | 16 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings