Cuma untuk Makan Sebulan, Keluarga di Lebanon Habiskan Rp 33 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cuma untuk Makan Sebulan, Keluarga di Lebanon Habiskan Rp 33 Juta

Kamis, 22 Juli 2021 | 13:34 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beirut, Beritasatu.com- Banyak keluarga di Lebanon sekarang menghabiskan Rp 33,7 juta atau lima kali upah minimum untuk makanan saja. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (21/7/2021), biaya kebutuhan itu belum memperhitungkan pengeluaran untuk air, listrik, dan gas memasak.

Dampak krisis ekonomi Lebanon itu diungkap hasil studi Observatorium Krisis di American University of Beirut. Dikatakan, satu keluarga yang terdiri dari lima orang menghabiskan lebih dari 3,5 juta pound Lebanon atau Rp 33,7 juta sebulan untuk makanan saja. Hal itu juga disebabkan inflasi dari krisis ekonomi terburuk yang terus melonjak.

Negara Mediterania sedang berjuang melawan apa yang oleh Bank Dunia digambarkan sebagai salah satu krisis keuangan terburuk di planet ini sejak tahun 1850-an. Krisis telah menyebabkan lebih dari separuh penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Pound Lebanon telah kehilangan lebih dari 90% nilainya terhadap dolar di pasar gelap sejak 2019, dan orang Lebanon dengan gaji yang sangat terdevaluasi dalam mata uang lokal telah melihat daya beli mereka anjlok.

“Menurut harga terbaru pada bulan Juli, anggaran keluarga hanya untuk makanan adalah sekitar lima kali upah minimum," kata Observatorium Krisis di American University of Beirut (AUB).

Kebanyakan orang dibayar dalam mata uang lokal di Lebanon, dan upah minimum nasional mencapai 675.000 pound Lebanon (Rp 6,49 juta). Uang sejumlah itu dulu bernilai hampir US$ 450 (Rp 6,53 juta) dengan nilai tukar resmi, tetapi hari ini hampir tidak mencapai US$ 30 (Rp 435.840) di pasar gelap.

Observatorium menyatakan biaya makanan telah melonjak 700% selama dua tahun terakhir, dan peningkatan ini meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

"Harga sekeranjang sembako meningkat lebih dari 50 persen dalam waktu kurang dari sebulan," katanya.

Kepada AFP, Nasser Yassin, kepala Observatorium dan seorang profesor di AUB, mengatakan bahwa lonjakan harga terbaru "sangat, sangat mengkhawatirkan".

"Kami menyaksikan sekarang peningkatan eksponensial dalam waktu singkat," katanya.

Yassin menjelaskan kenaikan harga makanan sebagian besar mencerminkan penurunan nilai pound, meskipun beberapa pedagang kemungkinan menandai beberapa produk dalam upaya untuk menyelamatkan sebagian dari modal mereka.

Lebanon perlahan-lahan mencabut subsidi untuk barang-barang utama dalam beberapa pekan terakhir. Pencabutan subsidi menyebabkan harga bahan bakar dan obat-obatan melonjak.

Negara yang kekurangan uang itu sedang berjuang untuk mengimpor bahan bakar yang cukup untuk menjaga pembangkit listriknya tetap online, memicu pemadaman listrik hingga 23 jam sehari di sebagian besar wilayah.

Biaya menghubungkan ke generator lingkungan cadangan untuk menjaga operasional lampu dan lemari es juga meningkat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jamur Hitam Renggut Nyawa 4.300 Warga India

Lebih dari 4.300 orang telah meninggal karena jamur hitam yang mematikan di India.

DUNIA | 22 Juli 2021

Pertama Kali, Arab Saudi Kerahkan Tentara Wanita Saat Ibadah Haji

untuk pertama kalinya, otoritas Arab Saudi mengerahkan tentara wanita berjaga di Makkah selama ibadah haji berlangsung.

DUNIA | 22 Juli 2021

Pfizer dan Biontech Akan Produksi Vaksin Covid-19 di Afsel

Produsen vaksin Covid-19 Pfizer dan Biontech pada Rabu (21/7/2021) menyatakan akan memproduksi vaksin Covid-19 di Afrika Selatan

DUNIA | 22 Juli 2021

Kereta Maglev Tiongkok Sanggup Melesat Hingga 600 Km per Jam

Tiongkok memperkenalkan kereta maglev supercepat yang sanggup melesat hingga 600 km per jam

DUNIA | 22 Juli 2021

Jet Sukhoi Baru Rusia Sanggup Serang 6 Target Serentak

Jet Sukhoi Checkmate dirancang untuk bersaing dengan F-35 Amerika Serikat (AS) dan mampu menyerang enam target secara bersamaan.

DUNIA | 22 Juli 2021

Terkecoh Vaksin Covid Palsu, 812 Warga Uganda Cuma Disuntik Air

Setidaknya 812 orang divaksinasi dengan vaksin virus Covid palsu yang dijual oleh sekelompok penipu di Uganda.

DUNIA | 22 Juli 2021

Jerman Akan Beri Bantuan Darurat Rp 5,79 Triliun untuk Korban Banjir

Jerman akan membayar 400 juta euro (Rp 5,79 triliun) untuk korban banjir pekan lalu, yang seharusnya segera tersedia.

DUNIA | 22 Juli 2021

Taiwan Tambah Pesanan Vaksin Covid-19 dari Biontech

Taiwan menambah pesanan vaksin Covid-19 Biontech sehingga total pesanan menjadi 15 juta dosis.

DUNIA | 22 Juli 2021

Kenya Gelar Penyelidikan setelah Pesawat Jatuh di Somalia

Otoritas penerbangan sipil Kenya, Rabu (21/7/2021), menyatakan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan atas kecelakaan pesawat di Somalia.

DUNIA | 22 Juli 2021

Pakistan Blokir Lagi TikTok karena Konten Tak Pantas

Otoritas Pakistan memblokir lagi aplikasi berbagi video TikTok karena konten yang tak pantas.

DUNIA | 22 Juli 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS