Bantu Negara Berkembang Keluar dari Kemiskinan, Inggris Luncurkan DCTS
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bantu Negara Berkembang Keluar dari Kemiskinan, Inggris Luncurkan DCTS

Kamis, 22 Juli 2021 | 13:42 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Inggris meluncurkan konsultasi aturan perdagangan baru Skema Perdagangan Negara Berkembang Inggris (DCTS) yang akan membantu negara-negara berkembang termasuk Indonesia untuk keluar dari kemiskinan.

“Skema baru perdagangan Inggris yang diusulkan ini bertujuan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan di seluruh dunia,” ujar Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (22/7/2021).

Fenn mengatakan, skema DCTS ini menandakan keinginan Inggris untuk mempromosikan perdagangan bebas dan adil secara global, serta menunjukkan komitmennya kepada Indonesia, dengan memungkinkan pebisnis Indonesia mengakses pasar Inggris dengan lebih mudah.

Disebutkan dalam tinjauan terpadu yang menjelaskan kebijakan luar negeri termasuk keamanan, pertahanan, dan pembangunan, Inggris menegaskan kembali komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik sebagai mesin ekonomi global dan pusat budaya global, dan Indonesia adalah jantung dari visi tersebut.

“Perdagangan bilateral antara Inggris dan Indonesia mencapai £ 3 miliar, dan investasi ke Indonesia dari Inggris £ 7,1 miliar pada tahun 2019, menjadikan Inggris investor Eropa terbesar kedua di Indonesia, dan telah menciptakan 1 juta lapangan kerja di Indonesia. Fakta tersebut menunjukan bahwa ada kesempatan untuk pertumbuhan,” tutur Fenn.

Menurut Fenn Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-52 Inggris, setidaknya menempati ranking 30 lebih rendah dari yang seharusnya bisa dicapai.

“Meningkatkan perdagangan adalah sebuah kesempatan yang menguntungkan kedua negara dan dengan ambisi itu, kami telah membentuk Komite Gabungan Ekonomi dan Perdagangan dengan Pemerintah Indonesia, untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat kami ambil untuk meningkatkan perdagangan,” jelas Fenn

Fenn menambahkan konsultasi ini memberikan kesempatan kepada pemilik bisnis biasa untuk memberikan ide tentang bagaimana menjual ke Inggris dapat dibuat menjadi lebih mudah.

“Saya mendorong masyarakat Indonesia untuk turut berkontribusi terhadap konsultasi penting ini, yang terbuka untuk semua,” kata Fenn.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Internasional Ingris Liz Truss menyebutkan DCTS adalah peluang besar untuk meningkatkan perdagangan bebas dan adil dengan negara-negara berkembang.

Skema yang diusulkan akan berlaku untuk 70 negara yang saat ini memenuhi syarat dan mencakup beberapa perbaikan, seperti tarif yang lebih rendah dan persyaratan aturan asal yang lebih sederhana untuk negara-negara yang mengekspor ke Inggris, yang memungkinkan negara-negara tersebut untuk mendiversifikasi ekspor mereka dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Dengan skema baru ini berarti akan ada lebih banyak peluang dan lebih sedikit birokrasi bagi negara-negara berkembang, misalnya dengan menyederhanakan persyaratan aturan asal barang atau mengurangi tarif impor.

Truss mengatakan secara fundamental, perdagangan mampu memberdayakan banyak orang, dan telah berkontribusi lebih baik dibandingkan kebijakan lain dalam sejarah untuk mengangkat jutaan orang di seluruh dunia keluar dari kemiskinan.

“Sekarang Inggris adalah negara perdagangan yang independen. Kami memiliki peluang besar untuk melakukan berbagai hal secara berbeda, mengambil pendekatan yang lebih liberal dan pro-perdagangan, yang mengarah pada pertumbuhan dan peluang”, ujar Truss.

Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pemotongan tarif untuk negara-negara miskin memungkinkan mereka untuk berdagang menuju kemandirian yang sejati.

“Saya bangga, kami memimpin dunia dalam menawarkan kesempatan tersebut”, tukas Raab.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cuma untuk Makan Sebulan, Keluarga di Lebanon Habiskan Rp 33 Juta

Banyak keluarga di Lebanon sekarang menghabiskan Rp 33,7 juta atau lima kali upah minimum untuk makanan saja.

DUNIA | 22 Juli 2021

Jamur Hitam Renggut Nyawa 4.300 Warga India

Lebih dari 4.300 orang telah meninggal karena jamur hitam yang mematikan di India.

DUNIA | 22 Juli 2021

Pertama Kali, Arab Saudi Kerahkan Tentara Wanita Saat Ibadah Haji

untuk pertama kalinya, otoritas Arab Saudi mengerahkan tentara wanita berjaga di Makkah selama ibadah haji berlangsung.

DUNIA | 22 Juli 2021

Pfizer dan Biontech Akan Produksi Vaksin Covid-19 di Afsel

Produsen vaksin Covid-19 Pfizer dan Biontech pada Rabu (21/7/2021) menyatakan akan memproduksi vaksin Covid-19 di Afrika Selatan

DUNIA | 22 Juli 2021

Kereta Maglev Tiongkok Sanggup Melesat Hingga 600 Km per Jam

Tiongkok memperkenalkan kereta maglev supercepat yang sanggup melesat hingga 600 km per jam

DUNIA | 22 Juli 2021

Jet Sukhoi Baru Rusia Sanggup Serang 6 Target Serentak

Jet Sukhoi Checkmate dirancang untuk bersaing dengan F-35 Amerika Serikat (AS) dan mampu menyerang enam target secara bersamaan.

DUNIA | 22 Juli 2021

Terkecoh Vaksin Covid Palsu, 812 Warga Uganda Cuma Disuntik Air

Setidaknya 812 orang divaksinasi dengan vaksin virus Covid palsu yang dijual oleh sekelompok penipu di Uganda.

DUNIA | 22 Juli 2021

Jerman Akan Beri Bantuan Darurat Rp 5,79 Triliun untuk Korban Banjir

Jerman akan membayar 400 juta euro (Rp 5,79 triliun) untuk korban banjir pekan lalu, yang seharusnya segera tersedia.

DUNIA | 22 Juli 2021

Taiwan Tambah Pesanan Vaksin Covid-19 dari Biontech

Taiwan menambah pesanan vaksin Covid-19 Biontech sehingga total pesanan menjadi 15 juta dosis.

DUNIA | 22 Juli 2021

Kenya Gelar Penyelidikan setelah Pesawat Jatuh di Somalia

Otoritas penerbangan sipil Kenya, Rabu (21/7/2021), menyatakan pihaknya telah meluncurkan penyelidikan atas kecelakaan pesawat di Somalia.

DUNIA | 22 Juli 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS