Jerman-AS Sambut Kesepakatan Pipa Gas Rusia
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jerman-AS Sambut Kesepakatan Pipa Gas Rusia

Jumat, 23 Juli 2021 | 07:05 WIB
Oleh : Grace Eldora Sinaga / JAS

Berlin, Beritasatu.com - Kanselir Jerman Angela Merkel pada Kamis (22/7/2021) menyambut baik kompromi yang dicapai dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) atas proyek pipa gas Rusia yang kontroversial. Namun dia mengatakan perbedaan pandangan tetap ada.

Merkel mengatakan, perjanjian Nord Stream 2 yang mengancam sanksi terhadap pemerintah Rusia jika menggunakan energi sebagai senjata melawan Ukraina, adalah langkah yang baik. "Yang menunjukkan kesediaan untuk berkompromi di kedua belah pihak. (Tetapi) perbedaan tetap ada," ujar Merkel, Kamis (22/7).

Jalur pipa telah lama menjadi masalah antara pemerintah Amerika dan Jerman, tetapi perjanjian itu diumumkan pada Rabu (21/7) bertujuan untuk mencapai titik temu.

Pipa 10 miliar euro (setara US$ 12 miliar) yang hampir selesai akan menggandakan pasokan gas Rusia ke Jerman, ekonomi terbesar di Eropa.

Pemerintah Jerman berargumen bahwa mereka membutuhkan pengiriman gas tambahan, karena menghapuskan penggunaan energi batu bara dan nuklir secara bertahap.

Namun proyek tersebut ditentang keras oleh pemerintah AS dan beberapa negara Eropa yang berpendapat bahwa hal itu akan meningkatkan ketergantungan energi pada pengaruh geopolitik pemerintah Rusia.

Pipa tersebut melewati infrastruktur gas Ukraina, menghilangkan negara dari biaya transit yang sangat dibutuhkan. Pemerintah Ukraina khawatir hal ini dapat menghapus pemeriksaan kunci pada potensi agresi Rusia di wilayah tersebut.

Berdasarkan kesepakatan yang disepakati dengan pemerintah AS, Jerman telah berjanji untuk menanggapi Rusia jika kekhawatiran Ukraina terwujud.

Pemerintah Jerman juga mengatakan akan menggunakan pengaruhnya untuk membujuk Rusia memperpanjang perjanjian transit gas melalui Ukraina yang akan berakhir pada akhir 2024, sekaligus meningkatkan investasi dalam proyek energi hijau di Ukraina.

Berbicara kepada wartawan di Berlin pada Kamis, Merkel mengatakan meskipun sanksi jelas ada di meja pembicaraan apabila pemerintah Rusia menggunakan pipa tersebut untuk keuntungan politik.

"Saya harap kita tidak akan membutuhkannya (sanksi). Pihak Rusia telah mengatakan ... bahwa mereka tidak akan menggunakan energi sebagai senjata. Mari kita percayai kata-kata mereka," Merkel mengatakan.

Pemimpin veteran itu juga menekankan pentingnya menjaga saluran komunikasi tetap terbuka dengan pemerintah Rusia, setelah dorongannya untuk pertemuan puncak Uni Eropa (UE) baru-baru ini dengan Rusia gagal.

Bahkan di saat rumit dan situasi sulit, Merkel mengatakan, pihaknya harus terus berbicara dan mencoba mencari solusi.

Mengancam Keamanan
Pejabat AS Victoria Nuland mengatakan itu adalah pipa yang buruk, tetapi mengatakan kesepakatan itu mempertimbangkan sanksi terhadap pemerintah Rusia jika mencoba memeras Ukraina.

Pemerintah Ukraina mengatakan, pipa Nord Stream 2 sepanjang 1.230 kilometer (km) yang hampir rampung di bawah Laut Baltik mengancam keamanannya.

Negara itu telah memerangi separatis yang didukung pemerintah Rusia di wilayah timur sejak 2014. Rusia juga mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina pada 2014. Otoritas Ukraina khawatir akan invasi Rusia mencapai skala penuh setelah Nord Stream 2 beroperasi penuh.

Ukraina juga akan kehilangan sekitar US$ 3 miliar setahun dalam biaya transit gas.

Pemerintah Polandia juga menentang pembangunan pipa, yang membentang dari Vyborg, Rusia di bawah Laut Baltik ke Lubmin, Jerman. Pihaknya mengatakan, proyek tersebut mengancam keamanan Eropa tengah dan timur.

Pemerintah Rusia menyangkal hal ini dan menggambarkan proyek tersebut sebagai proyek yang bermanfaat secara komersial bagi semua yang terlibat.

Di bawah ketentuan kesepakatan AS-Jerman, pemerintah Ukraina akan mendapatkan kredit teknologi energi hijau senilai US$ 50 juta dan jaminan pembayaran kembali biaya transit gas yang akan hilang dengan dilewati oleh pipa hingga 2024, menurut Associated Press.

Pada Mei, pemerintahan Presiden AS Joe Biden melepaskan sanksi terhadap perusahaan yang membangun jaringan pipa, meskipun ada tentangan kuat dari anggota parlemen Partai Republik.

Gedung Putih pimpinan Biden menentang pipa itu, tetapi para analis mengatakan enggan mengambil risiko keretakan transatlantik dengan Jerman pada saat dia berusaha menjangkau sekutu Eropa.

Seperti kembarannya Nord Stream yang sudah beroperasi, pipa baru akan memiliki kapasitas 55 miliar meter kubik gas per tahun ke Eropa.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Evergrande Wajah Buruk Housing Bubble di Tiongkok

Housing bubble yang terjadi di Tiongkok tercermin dalam kasus Evergrande dan siap meletus kapan saja.

DUNIA | 28 September 2021

Kelak, Anak-anak Hadapi Lebih Banyak Bencana Iklim daripada Kakek-Neneknya

Satu penelitian menunjukkan anak-anak menghadapi lebih banyak bencana iklim daripada kakek-nenek mereka.

DUNIA | 28 September 2021

Bahrain Penjarakan Ratusan Anak

Sedikitnya 607 orang anak menjadi sasaran berbagai bentuk penyiksaan oleh otoritas Bahrain.

DUNIA | 28 September 2021

Dua Wanita Transgender Menangi Kursi Parlemen Jerman

Dua wanita transgender memenangkan kursi di parlemen Jerman setelah pemilihan federal pada Minggu (26/9/2021).

DUNIA | 28 September 2021

Evergrande dan Masalahnya

Evergrande memiliki utang Rp 4.200 triliun yang merupakan rekor dunia untuk perusahaan properti.

DUNIA | 28 September 2021

Untuk Halau Tiongkok, Taiwan Perlu Senjata Jarak Jauh

Taiwan perlu memiliki senjata jarak jauh dan akurat untuk mencegah agresi Tiongkok.

DUNIA | 28 September 2021

Polisi Taliban Larang Tukang Cukur Pangkas Janggut

Polisi Taliban melarang tukang cukur untuk memotong atau mencukur janggut laki-laki warga provinsi Helmand, Afghanistan.

DUNIA | 28 September 2021

Qatar Airways Alami Kerugian Rp 577 Triliun Akibat Pandemi Covid-19

Maskapai Qatar Airways mengumumkan kerugian lebih dari US$ 4 miliar (Rp 577 triliun) pendapatan selama tahun fiskal terakhir.

DUNIA | 28 September 2021

Sekjen PBB Serukan Senjata Nuklir Dimusnahkan

Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan bahwa senjata nuklir harus dihilangkan dari dunia dan era baru dialog, kepercayaan dan perdamaian harus dimulai.

DUNIA | 28 September 2021

Akun Facebook Mantan Presiden Afghanistan Diretas

Akun Facebook mantan presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah diretas.

DUNIA | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
IHSG Melemah di Tengah Aksi Beli Asing Rp 700 M

IHSG Melemah di Tengah Aksi Beli Asing Rp 700 M

EKONOMI | 26 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings