Liverpool Kehilangan Status Warisan Dunia UNESCO
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Liverpool Kehilangan Status Warisan Dunia UNESCO

Minggu, 25 Juli 2021 | 08:29 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Komite Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mencabut status kota Liverpool di Inggris sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Seperti dilaporkan Smitsonianmag.com, Kamis (22/7/2021), pencabutan status itu disebabkan banyaknya pembangunan gedung baru.

Dalam pemungutan suara rahasia yang diadakan selama pertemuan di Tiongkok, 13 anggota komite UNESCO memilih untuk menghapus kota Liverpool dari daftar Warisan Dunia. Lima anggota sempat menentang langkah tersebut, dan dua surat suara dinyatakan tidak sah.

Wali Kota Liverpool Joanne Anderson menggambarkan keputusan UNESCO sebagai sesuatu "tidak dapat dipahami."

“Situs Warisan Dunia kami tidak pernah dalam kondisi yang lebih baik setelah mendapat manfaat dari ratusan juta pound sterling investasi di lusinan bangunan yang terdaftar dan ranah publik,” katanya.

UNESCO menambahkan kota Liverpool ke dalam daftarnya pada tahun 2004 sebagai pengakuan atas perannya dalam perdagangan dunia pada abad ke-18 dan ke-19. Liverpool adalah salah satu pelabuhan terpenting Inggris Raya pada saat Kerajaan Inggris menjadi kekuatan dominan di seluruh dunia.

Daftar tersebut juga mencerminkan teknologi inovatif dan teknik pembangunan industri maritim kota. Orang-orang di sana mengembangkan jenis dermaga baru, teknik konstruksi gudang baru, dan kanal industri yang menjadi model bagi kota-kota pelabuhan lainnya.

Pelabuhan Liverpool memfasilitasi pergerakan barang dan orang, termasuk pengembangan perdagangan budak. Menurut Museum Nasional Liverpool, kota ini adalah pelabuhan Eropa yang paling terlibat dalam pengangkutan orang-orang yang diperbudak antara tahun 1695 dan 1807, dengan 5.300 pelayaran ke Afrika berangkat dari pelabuhannya.

“Liverpool sering disebut 'ibu kota perbudakan dunia' karena merupakan kota pelabuhan perdagangan budak terbesar di Eropa pada abad ke-18 hingga penghapusan hukum perdagangan budak Inggris pada tahun 1807,” kata Sarah Moody, seorang sejarawan di Universitas Bristol.

UNESCO menempatkan kota itu dalam daftar "dalam bahaya" pada tahun 2012, mengutip rencana pembangunan kembali Liverpool Waters di bagian tepi laut dekat pusat kota, seperti yang dilaporkan Helen Carter untuk Guardian pada saat itu. Proyek ini telah bergerak maju, dengan bagian-bagiannya sekarang telah selesai dan yang lainnya masih dalam pembangunan.

Pada Februari, Dewan Kota Liverpool menyetujui pengembangan tepi laut besar lainnya: pembuatan stadion berkapasitas 52.888 untuk Klub Sepak Bola Everton. Proyek itu membutuhkan penghancuran Dermaga Bramley Moore, yang dibuka pada tahun 1848.

Seperti yang dilaporkan Kristy McHall untuk Liverpool Echo pada tahun 2016, dermaga itu digunakan terutama untuk mengekspor batu bara dan menyediakan bahan bakar untuk kapal uap. Pelabuhan itu digunakan selama 140 tahun sebelum ditutup pada tahun 1988.

“UNESCO berargumen bahwa arena stadion tersebut akan memiliki dampak merugikan besar yang sama sekali tidak dapat diterima terhadap keaslian, integritas, dan nilai universal yang luar biasa dari Situs Warisan Dunia,” lapor Tony McDonough untuk Liverpool Business News.

“Saya merasa tidak dapat dimengerti bahwa UNESCO lebih memilih Bramley Moore Dock tetap menjadi gurun terlantar, daripada memberikan kontribusi positif bagi masa depan kota dan penduduknya,” kata Wali Kota Anderson dalam pernyataannya.

Menurut Deutsche Welle, Liverpool hanya tempat ketiga yang pernah kehilangan status Warisan Dunia Unesco. Cagar Alam Oryx Arab Oman kehilangan tempatnya dalam daftar pada tahun 2007 karena perburuan dan hilangnya habitat.

Pada tahun 2009, UNESCO menghapus Lembah Dresden Elbe di Jerman dari daftarnya setelah pembangunan jembatan jalan raya empat jalur di atas sungai. Sejumlah 52 situs saat ini termasuk dalam Daftar Organisasi Warisan Dunia dalam Bahaya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menlu Rusia: Proses Politik Afghanistan Mustahil Tanpa Taliban

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan mustahil melakukan proses politik Afghanistan tanpa melibatkan Taliban

DUNIA | 26 September 2021

Greta Thunberg Desak Politisi Jerman Segera Kendalikan Perubahan Iklim

Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg bergabung dengan demonstrasi iklim global Fridays for Future di Berlin, Jerman, Jumat (24/9/2021)

DUNIA | 26 September 2021

Hari ini, Rakyat Jerman Pilih Pengganti Merkel

Tiga kandidat bersaing untuk menjadi kanselir Jerman menggantikan Merkel yang sangat populis dan dicintai warganya.

DUNIA | 26 September 2021

Rekonstruksi Gaza Dimulai Oktober Setelah Dana Siap

Rekonstruksi Gaza akan dimulai pada Oktober setelah dijanjikan anggaran US$ 1 miliar (Rp 14,2 triliun).

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Hampir dapat dipastikan bahwa para Taliban yang menguasai Afghanistan tidak akan tampil pada pertemuan para pemimpin dunia Majelis Umum PBB 2021.

DUNIA | 26 September 2021

1.600 Petugas Pemadam Perangi Kebakaran Baru di California Utara

Lebih dari 1.600 petugas pemadam memerangi kebakaran hutan baru yang menyebar cepat dan telah meluas hingga lebih dari 6.800 hektare di California, AS

DUNIA | 26 September 2021

Prancis dan Jerman Calonkan Dirjen WHO Tedros untuk Masa Jabatan Kedua

Jerman dan Prancis serta negara-negara Uni Eropa lainnya telah mencalonkan Tedros Adhanom Ghebreyesus dari Ethiopia untuk masa jabatan kedua di WHO

DUNIA | 26 September 2021

Presiden Sri Lanka Promosikan Solusi Energi Berlanjutan

Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa mempromosikan solusi energi berkelanjutan yang penting bagi planet bumi.

DUNIA | 26 September 2021

Prancis Akan Gandakan Sumbangan Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

Prancis akan menggandakan jumlah dosis vaksin yang akan dikirim ke negara-negara miskin menjadi 120 juta.

DUNIA | 26 September 2021

Taliban Gantung Mayat di Alun-alun Kota Herat

Taliban menggantung mayat dengan derek yang diparkir di alun-alun kota Herat di Afghanistan pada Sabtu (25/9/2021).

DUNIA | 26 September 2021


TAG POPULER

# Kasus Aktif Covid-19


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Literasi Perdamaian


# Permata Buana


# Kegiatan Besar



TERKINI
Sehat365 Kembali Gelar Vaksinasi Gotong Royong di Surabaya

Sehat365 Kembali Gelar Vaksinasi Gotong Royong di Surabaya

KESEHATAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings