Untuk Sepakat Damai, Taliban Desak Presiden Afganistan Mundur
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Untuk Sepakat Damai, Taliban Desak Presiden Afganistan Mundur

Minggu, 25 Juli 2021 | 14:56 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com- Taliban bersikeras tidak akan ada perdamaian di Afganistan sampai ada pemerintahan baru setelah Presiden Ashraf Ghani mundur. Seperti dilaporkan AP, Sabtu (24/7/2021), meskipun demikian, Taliban berdalih tidak ingin memonopoli kekuasaan.

Dalam satu wawancara dengan The Associated Press, juru bicara Taliban, Suhail Shaheen, yang juga merupakan anggota tim perunding kelompok itu, memaparkan sikap pemberontak tentang apa yang harus terjadi selanjutnya di satu negara di tebing itu.

Taliban dengan cepat menguasai wilayah dalam beberapa pekan terakhir, merebut perlintasan perbatasan strategis dan mengancam sejumlah ibu kota provinsi. Ekspansi Taliban terjadi ketika tentara AS dan NATO terakhir meninggalkan Afganistan.

Minggu ini, perwira tinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, mengatakan pada konferensi pers Pentagon bahwa Taliban memiliki “momentum strategis”. Dia tidak mengesampingkan pengambilalihan Taliban sepenuhnya. Menurut dia, hal itu memang tidak bisa dihindari.

Kenangan terakhir kali Taliban berkuasa sekitar 20 tahun yang lalu, ketika mereka menerapkan Islam keras yang melarang anak perempuan mendapatkan pendidikan dan melarang wanita bekerja, telah memicu ketakutan akan kembalinya mereka di antara banyak orang.

Warga Afganistan yang mampu membelinya mengajukan ribuan visa untuk meninggalkan Afganistan, karena khawatir akan terjadi kekacauan. Penarikan AS-NATO lebih dari 95% selesai dan akan selesai pada 31 Agustus.

Shaheen mengatakan Taliban akan meletakkan senjata mereka ketika pemerintah yang dinegosiasikan dapat diterima oleh semua pihak dalam konflik dipasang di Kabul dan pemerintah Ghani mundur.

“Saya ingin memperjelas bahwa kami tidak percaya pada monopoli kekuasaan karena pemerintah mana pun yang (berusaha) untuk memonopoli kekuasaan di Afganistan di masa lalu, bukanlah pemerintah yang berhasil. Jadi kami tidak ingin mengulang formula yang sama,” kata Shaheen, yang tampaknya termasuk pemerintahan lima tahun Taliban sendiri.

Namun Shaheen juga tidak berkompromi dengan kelanjutan pemerintahan Ghani, menyebutnya sebagai penjual perang. Shaheen menuduh Ghani menggunakan pidato pada hari Selasa pada hari raya Iduladha untuk menjanjikan serangan terhadap Taliban.

Shaheen menolak hak Ghani untuk memerintah, membangkitkan kembali tuduhan penipuan yang meluas yang mengelilingi kemenangan pemilu 2019 Ghani. Setelah pemungutan suara itu, baik Ghani maupun saingannya Abdullah Abdullah menyatakan diri mereka sebagai presiden. Setelah kesepakatan kompromi, Abdullah sekarang nomor 2 di pemerintahan dan mengepalai dewan rekonsiliasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim Covid-19 sudah muncul di Amerika Serikat (AS) jauh sebelum muncul di Tiongkok.

DUNIA | 23 September 2021

Produsen Kapal Selam Prancis Tetap Akan Kirim Tagihan ke Australia

Naval Group Prancis menyatakan pada Rabu (22/9/2021) tetap akan mengirim tagihan pesanan kapal selam ke pemerintah Australia dalam beberapa minggu mendatang.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Peringatkan 16 Juta Rakyat Yaman Menuju Kelaparan

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan 16 juta orang rakyat Yaman sedang menuju kelaparan.

DUNIA | 23 September 2021

Setelah Diprotes India, Inggris Setujui Vaksin Covid-19 Covishield

Setelah diprotes India, Inggris mengklarifikasi Covishield versi vaksin AstraZeneca buatan India adalah vaksin yang disetujui

DUNIA | 23 September 2021

Khawatir Lonjakan Kasus Saat Liburan, Korsel Minta Tes Covid-19 Diperbanyak

Korsel memperingatkan orang-orang yang kembali dari liburan untuk melakukan tes Covid-19, sebelum mereka kembali masuk kerja.

DUNIA | 23 September 2021

Tiongkok Temukan Kembali Kasus Flu Burung Varian H5N6 pada Manusia

Tiongkok mendapati lagi satu kasus flu burung varian H5N6 pada seorang warga di Kota Dongguan, Provinsi Guangdong.

DUNIA | 23 September 2021

Facebook Diperintahkan Buka Catatan Akun Terkait Kekerasan Anti-Rohingya

Hakim memerintahkan Facebook untuk merilis catatan akun terkait kekerasan anti-Rohingya di Myanmar yang ditutup raksasa media sosial itu.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan

PBB mengeluarkan dana darurat pada Rabu (22/9/2021) untuk membantu mencegah sistem perawatan kesehatan Afghanistan yang rusak agar tidak runtuh.

DUNIA | 23 September 2021

Indonesia Ajak G-20 Bantu Atasi Krisis Kemanusiaan di Afghanistan

Menlu Retno menegaskan, semua bantuan internasional harus menyasar rakyat Afghanistan yang memerlukan.

DUNIA | 23 September 2021

Jepang Gandakan Bantuan Vaksin Covid-19 ke Negara Lain

Pemerintah Jepang berencana memberikan 60 juta dosis vaksin Covid-19 kepada sejumlah negara lain, kata Perdana Menteri Yoshihide Suga.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
99,5% Nakes di Kota Tangerang Sudah Terima Booster Vaksin Covid-19

99,5% Nakes di Kota Tangerang Sudah Terima Booster Vaksin Covid-19

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings