Logo BeritaSatu

Saham Perusahaan Bimbel Tiongkok Turun setelah Tindakan Keras

Selasa, 27 Juli 2021 | 07:43 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Beijing, Beritasatu.com - Saham di perusahaan bimbingan belajar Tiongkok jatuh pada perdagangan Senin (26/7/2021), setelah pemerintah Tiongkok memberlakukan aturan baru pada perusahaan untuk mendaftar sebagai organisasi nirlaba.

Aturan ini akan secara efektif menghapus model bisnis di sektor bernilai miliaran dolar tersebut dan memukul kekayaan pemiliknya.

Pejabat Tiongkok mengumumkan pada Sabtu (24/7/2021), mereka akan berhenti memberikan izin baru lembaga pendidikan after-school. Sementara itu semua lembaga yang sudah ada sekarang harus mendaftar sebagai nirlaba, dengan mengatakan industri telah dibajak oleh kapital.

Sektor pendidikan swasta bernilai US$ 260 miliar pada 2018 menurut perusahaan konsultan dan riset L E K Consulting, didorong oleh sistem pendidikan TK-ke-universitas Tiongkok yang sangat kompetitif di kota-kota yang kelebihan permintaan.

Sedangkan langkah pemerintah, yang juga melarang mengajar di akhir pekan dan hari libur, ditujukan untuk mengurangi tekanan pada anak-anak, orang tua, dan guru. Ini menjadi pukulan keras bagi industri bimbingan belajar, yang tercermin pada jual beli sahamnya pada perdagangan Senin.

Saham New Oriental Education & Technology Group Inc anjlok 47% di Hong Kong. Ini memperdalam penutupan rekor penurunan Jumat (24/7) hingga 41% yang datang ketika spekulasi muncul tentang tindakan keras menyebar di media sosial.

Sahamnya yang diperdagangkan di AS turun 54%.

Perwakilan perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (25/7), mereka memperkirakan langkah-langkah baru pemerintah memiliki kerugian material.

"Berdampak pada layanan bimbingan belajar after-school yang terkait dengan mata pelajaran akademik dalam sistem wajib belajar di Tiongkok," perusahaan tersebut mengatakan.

Saham perusahaan lain, Koolearn Technology Holding Ltd ditutup turun 33%, sementara China Maple Leaf Educational Systems turun 10%. Pengusaha kehilangan status miliarder mereka karena saham perusahaannya terpukul.

Larry Chen, pendiri Gaotu Techedu Inc., kehilangan statusnya sebagai miliarder dan sekarang memiliki kekayaan sekitar US$ 336 juta setelah perusahaannya kehilangan sekitar dua pertiga dari nilainya di New York. Mantan guru tersebut telah kehilangan sekitar US$ 15 miliar sejak Januari, juga terjebak dalam runtuhnya Archegos Capital Management.

CEO New Oriental Yu Minhong juga kehilangan status miliardernya, kehilangan US$ 685 juta untuk sehingga tertinggal US$ 579 juta.

Kekayaan Zhang Bangxin turun US$ 2,5 miliar menjadi US$ 1,4 miliar, Bloomberg News melaporkan, setelah saham TAL Education Group yang tercatat di New York turun 71%.

Analis mengatakan dampak dari aturan baru dapat membahayakan listing.

"Tidak jelas tingkat restrukturisasi apa yang harus dilakukan perusahaan dengan rezim baru. Dan dalam pandangan kami, ini membuat saham ini hampir tidak dapat diinvestasikan," kata analis JPMorgan Chase & Co.

Tindakan keras itu menyerupai langkah pihak berwenang untuk mengendalikan raksasa teknologi Tiongkok, membidik perilaku monopoli dan mengenakan denda besar terhadap perusahaan.

Pada Sabtu, regulator pasar mengatakan Tencent telah melanggar undang-undang antimonopoli, memaksanya untuk melepaskan hak label musik eksklusif dan mendorong saham perusahaan jatuh lebih dari 7% pada perdagangan Senin.

Sektor bimbingan belajar nirlaba Tiongkok telah menghadapi pengawasan ketat dalam beberapa tahun terakhir, dengan beban kerja yang berlebihan dan biaya mahal dari pendidikan yang menjadi sorotan.

Biaya pendidikan juga disebutkan oleh banyak anak muda Tionghoa sebagai alasan mereka tidak mau memiliki lebih banyak anak-anak, bahkan setelah pemerintah Tiongkok secara resmi mengizinkan semua pasangan untuk memiliki tiga anak tahun ini dalam upaya mencegah penurunan populasi. (afp/sumber lain/eld)



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Putri Candrawathi Minta Maaf ke Anggota Polri yang Jadi Saksi

Putri Candrawathi, terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat meminta maaf kepada anggota Polri yang menjadi saksi.

NEWS | 29 November 2022

Akui Tidak Jujur dari Awal, Ferdy Sambo Minta Maaf

Ferdy Sambo mengaku tidak jujur sejak awal dalam kasus pembunuhan Brigadir J, oleh karena itu dia meminta maaf.

NEWS | 29 November 2022

Erick Thohir Bantah Adanya Aliran Dana Biayai Kegiatan Relawan Jokowi di GBK

Erick Thohir membantah dengan tegas tuduhan soal isu aliran dana dari BUMN untuk membiayai kegiatan relawan Nusantara Bersatu.

NEWS | 29 November 2022

MRPB Kirim 7 Calon Penjabat Gubernur Papua Barat Daya

MRPB telah mengirimkan tujuh nama orang asli Papua Barat kepada Mendagri Tito Karnavian untuk menduduki jabatan penjabat gubernur Papua Barat Daya.

NEWS | 29 November 2022

BNPT Dorong Mahasantri Ponpes Lirboyo Komitmen Cinta Tanah Air

Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar mendorong mahasantri Lirboyo Kediri agar memiliki komitmen cinta Tanah Air yang tinggi.

NEWS | 30 November 2022

Rencana Kang Emil Gabung Partai Dinilai Dapat Pengaruhi Peta Politik

Rencana Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil atau Kang Emil bergabung ke partai politik (parpol) dapat memengaruhi peta politik menjelang Pemilu 2024.

NEWS | 29 November 2022

Masih Ada Daerah Terisolasi di Cianjur, Helikopter Dikerahkan Kirim Bantuan

Sejumlah daerah terdampak gempa Cianjur masih terisolasi. Anggota TNI AU Lanud Atang Sendjadja terus dikerahkan mengirimkan bantuan melalui udara.

NEWS | 29 November 2022

Mendes PDTT: 10 Desa Jadi Percontohan Desa Antikorupsi

Mendes PDTT meluncurkan 10 desa percontohan desa antikorupsi di Desa Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

NEWS | 30 November 2022

Maruarar: Erick Thohir, Menteri yang Sangat Dipercaya Jokowi

Maruarar memuji kepemimpinan Erick Thohir selama tiga tahun menakhodai Kementerian BUMN, dan telah banyak meluncurkan berbagai inovasi.

NEWS | 29 November 2022

Komisi I DPR Belum Bisa Lakukan Fit and Proper Test Calon Panglima TNI

Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid menegaskan pihaknya belum bisa langsung melakukan fit and proper test kepada calon Panglima TNI.

NEWS | 29 November 2022


TAG POPULER

# Ferdy Sambo


# Impor Beras


# UMP DKI Jakarta


# Pemimpin Berambut Putih


# Adian Napitupulu


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Mendes PDTT: 10 Desa Jadi Percontohan Desa Antikorupsi

Mendes PDTT: 10 Desa Jadi Percontohan Desa Antikorupsi

NEWS | 31 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE