Amerika Berangsur Pergi, Separuh Afghanistan Dikuasai Taliban
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Amerika Berangsur Pergi, Separuh Afghanistan Dikuasai Taliban

Kamis, 29 Juli 2021 | 17:39 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Kelompok milisi Taliban makin menancapkan kuku di Afghanistan setelah Amerika Serikat mulai mengurangi kehadiran militernya di sana dan akan benar-benar tidak terlibat lagi sebelum akhir tahun ini.

Pengurangan jumlah pasukan Amerika secara bertahap dari Afghanistan juga diikuti oleh sekutunya yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Menurut pemetaan yang dilakukan media Inggris BBC, wilayah kekuasaan Taliban meningkat pesat dalam dua bulan terakhir dibandingkan pada 2001 ketika mereka digempur habis-habisan dan tersingkir dari kekuasaan.

Selama 20 tahun sejak itu, peta kekuasaan Afghanistan terus berubah. Namun area yang dikuasai Taliban meningkat sejak pasukan Amerika menarik diri, dengan mengambil alih banyak distrik dari perlindungan militer pemerintah.

Taliban saat ini menjadi penguasa dominan di wilayah utara dan timur laut Afghanistan, ditambah sejumlah provinsi di wilayah tengah seperti Ghazni dan Maidan Wardak. Mereka juga makin mendekat ke kota-kota besar seperti Kunduz, Herat, Kandahar, dan Lashkar Gah.

Penguasaan oleh Taliban maksudnya mereka telah mengambil alih pusat pemerintahan, kantor polisi dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya.

Amerika dan NATO menggulingkan Taliban dari kekuasaan pada November 2001. Kelompok itu dituduh melindungi Osama Bin Laden dan para tokoh al-Qaeda lainnya yang dituding sebagai dalang serangan di Amerika pada 11 September 2001.

Namun, meskipun koalisi internasional tetap bertahan di kawasan itu selama dua dekade, serta miliaran dolar dan pelatihan diberikan untuk angkatan bersenjata pemerintah Afghanistan, Taliban mampu kembali menghimpun kekuatan dan secara bertahap makin tangguh di wilayah-wilayah terpencil.

Wilayah pengaruh Taliban khususnya di provinsi Helmand, Kandahar, Uruzgan, dan Zabul. Namun, mereka juga eksis di Faryab dan Badakhshan.

Pada 2017, Taliban sudah menjadi penguasa penuh di sejumlah distrik. Mereka juga aktif di banyak tempat di Afghanistan dengan melancarkan serangan per pekan atau per bulan untuk menunjukkan mereka lebih kuat dari anggapan banyak orang.

Sekitar 15 juta orang atau separuh dari populasi Afghanistan tinggal di area-area yang dikuasai Taliban atau ada kehadiran Taliban secara terbuka di sana, tercermin dari serangan sporadis terhadap pasukan pemerintah.

Meskipun wilayah kekuasaan Taliban bertambah signifikan, situasi di Afghanistan masih sangat dinamis.

Pemerintah diusir pergi dari sejumlah distrik di mana mereka tidak mampu menahan gempuran Taliban. Namun, di distrik lain mereka bisa merebut kembali kekuasaan dengan senjata.

Di banyak tempat, pertempuran antara pasukan pemerintah dan Taliban masih berlangsung.

Sebagian besar pasukan Amerika sudah pulang pada Juni, dan menyisakan sejumlah kecil personel. Namun, dalam beberapa hari terakhir, Angkatan Udara AS melancarkan serangan di sejumlah markas Taliban.

Pasukan pemerintah umumnya menguasai kota dan distrik di dataran atau lembah pinggir sungai yang menjadi pusat pemukiman.

Area di mana Taliban sangat kuat biasanya berada di wilayah jarang penduduk, kurang dari 50 orang per kilometer persegi.

Pemerintah menerapkan jam malam selama sebulan penuh untuk mencegah Taliban menginvasi wilayah perkotaan dan mengirim pasukan tambahan.

Pasukan Taliban sudah mendekat ke Herat dan Kandahar, tetapi belum mampu merebut salah satunya.

Kemampuan Taliban memperluas wilayah kekuasaan bukan hanya menambah kuat posisi tawar mereka, tetapi juga memberi sumber-sumber pemasukan baru dalam bentuk pajak dan jarahan perang.

Taliban disebut telah menguasai sejumlah pintu perbatasan utama, termasuk Spin Boldak yang menghubungkan Afghanistan dengan Pakistan.

Bea masuk barang lewat pintu perbatasan ini dinikmati oleh Taliban, meskipun jumlahnya tidak diketahui.

Sebagai gambaran, pintu perbatasan Islam Qala yang menjadi gerbang ke Iran menghasilkan pendapatan bea masuk lebih dari US$ 20 juta per bulan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BBC


BERITA LAINNYA

Krisis Kemanusiaan Mengancam, IMF Isyaratkan Bantuan ke Afghanistan

IMF pada Kamis (16/9/2021) menyerukan komunitas internasional harus mengambil tindakan segera untuk mencegah krisis kemanusiaan di Afghanistan.

DUNIA | 16 September 2021

AS Umumkan Aliansi Baru dengan Australia dan Inggris untuk Perkuat Militer

AS mengumumkan aliansi baru dengan Australia dan Inggris untuk memperkuat kemampuan militer dalam menghadapi Tiongkok yang sedang bangkit.

DUNIA | 16 September 2021

Survei Perubahan Iklim Asia Tenggara, Responden Indonesia Sebut Banjir Ancaman Paling Serius

Hasil survei memperlihatkan responden dari Indonesia meyakini, banjir merupakan ancaman paling serius dari perubahan iklim.

DUNIA | 16 September 2021

Prancis Merasa Dikhianati oleh Australia

Australia akan menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir.

DUNIA | 16 September 2021

UNICEF Minta Sekolah di Negara Pandemi Covid-19 Dibuka Kembali

UNICEF mendesak otoritas pendidikan agar segera mungkin membuka kembali sekolah-sekolah di negara pandemi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

Bantu Perangi Covid-19, Indonesia Sumbang Alat Kesehatan ke Myanmar

Indonesia menyumbangkan peralatan kesehatan untuk membantu rakyat Myanmar memerangi Covid-19.

DUNIA | 16 September 2021

INH Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Perumahan Guru di Yerusalem

INH menyalurkan bantuan dana untuk program pembangunan perumahan para asatidz atau guru di kawasan distrik Sur Baher, Yerussalem, Palestina.

DUNIA | 16 September 2021

Diminta Kurangi Emisi Karbon, Australia Malah Perpanjang Proyek Batubara

Langkah ini menggandakan komitmen negara tersebut untuk terus mengekstraksi bahan bakar fosil, meskipun ada tekanan untuk mengurangi emisi karbon.

DUNIA | 16 September 2021

Malaysia Buka Kembali Pulau Pariwisata Langkawi

Wisatawan kembali datang ke Pulau Langkawi, Malaysia, pada Kamis (16/9/2021).

DUNIA | 16 September 2021

1 Miliar Lebih Orang di Tiongkok Telah Divaksin Penuh

Tiongkok pada Kamis menyatakan, 1 miliar lebih warga di negara itu telah divaksinasi Covid-19 sepenuhnya, atau sekitar 71 persen dari populasinya.

DUNIA | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

Mendikbudristek Nadiem Makarim Menginap di Rumah Guru untuk Belajar

NASIONAL | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings