Akibat Penyiksaan dan Pembunuhan, Taliban Dituding Tidak Ingin Perdamaian di Afganistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Akibat Penyiksaan dan Pembunuhan, Taliban Dituding Tidak Ingin Perdamaian di Afganistan

Sabtu, 31 Juli 2021 | 09:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kabul, Beritasatu.com-Sejumlah rekaman video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan kelompok Taliban tidak ingin perdamaian di Afganistan. Seperti dilaporkan hindustantimes, Jumat (30/7/2021), Taliban menyiksa dan membunuh orang-orang di Afganistan setelah merebut wilayah.

Hindustantimes menuding kelompok ekstremis Taliban tidak berminat untuk merundingkan perdamaian kecuali untuk mengucapkan kata-kata, terbukti dari laporan yang menunjukkan bahwa fotografer India, Danish Siddiqui dengan sengaja disiksa dan dibunuh di Spin Boldak setelah memastikan kewarganegaraannya. Kelompok Syura Taliban berbasis di Quetta, tepat di seberang perbatasan Spin Boldak.

Dalam salah satu klip video di Twitter, beberapa pria terlihat berkumpul di sekitar seorang pria. mereka mengambil batu dan berulang kali melemparkannya ke arahnya saat sang pria mencoba menyelamatkan dirinya sendiri.

"Dunia melihat semuanya dengan matanya sendiri, tetapi hanya diam. Saya tidak tahu mengapa kami bukan manusia. Kami tidak memiliki hak untuk hidup. Ini adalah situasi rakyat Afganistan," tulis pengguna tersebut bersama klip berdurasi 2:19 menit.

Dalam klip lain, seorang pria terlihat dipukuli dengan tongkat dan batu dan ditendangi oleh banyak pria. Namun video lain di-Twitter, yang menunjukkan Taliban memotong bagian pribadi seorang pria. Tidak mungkin untuk memverifikasi keaslian video ini atau memastikan di mana video diambil.

Pada Kamis (29/7), Taliban mengklaim telah membunuh seorang komedian populer. Nazar Mohammad, yang dikenal sebagai Khasha Zwan. Sang komedia diseret keluar dari rumahnya pada 22 Juli dan dibunuh, menurut Tolo News. Keluarga komedian, yang sebelumnya bertugas di Kepolisian Kandahar, menyalahkan Taliban atas serangan itu.

Pekan lalu, video viral menunjukkan Mohammad dengan tangan diikat ke belakang dan duduk di antara dua pria di dalam mobil, ditampar berulang kali. Jenazah Mohammad bisa dilihat di salah satu klip itu.

Awal bulan ini, laporan menyatakan Taliban telah memerintahkan perempuan untuk tidak meninggalkan rumah sendirian, menetapkan peraturan mahar bagi anak perempuan. Sementara laki-laki harus menumbuhkan janggut mereka.

Menurut laporan, Taliban juga telah mengeluarkan pernyataan yang memerintahkan para pemimpin agama setempat untuk memberikan daftar anak perempuan di atas 15 tahun dan janda di bawah 45 tahun. Taliban, kata laporan itu, telah menjanjikan para perempuan itu untuk menikah dengan anggota kelompoknya.

Taliban memang telah meningkatkan serangannya terhadap pasukan keamanan Afganistan dan warga sipil dan memberlakukan aturan kuno di wilayah yang telah direbutnya. Menurut Jenderal Amerika Serikat (AS) Mark Milley, Taliban sekarang menguasai sekitar setengah dari 419 pusat distrik di Afganistan

Saat AS dan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah memperingatkan Taliban tentang isolasi internasional dan sanksi perjalanan jika kelompok Sunni secara sepihak mencoba untuk merebut kekuasaan di Kabul. Kelompok Islam, Taliban dengan kepemimpinannya yang aman berlindung di negara tetangga Pakistan, tidak berminat untuk berubah dari tahun 1996.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pertemuan G20, Indonesia Dukung Pertanian Afrika Capai Target SDGs

Dukungan untuk Afrika melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas petani dalam meningkatkan produksi pertanian dapat menciptakan ketahanan pangan global.

DUNIA | 17 September 2021

PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal

Pertemuan kritis tentang perubahan iklim akhir tahun ini di Glasgow, Skotlandia berisiko gagal.

DUNIA | 17 September 2021

INS Akan Perkuat Jejaring Masyarakat Indonesia -Norwegia

Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis meresmikan Indonesia - Norway Society (INS) di Wisma Duta Indonesia, Oslo, Norwegia para Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban.

DUNIA | 17 September 2021

Fasilitasi Perdagangan 4 Negara, Asosiasi Benelux-Indonesia Diluncurkan

Benelux-Indonesia atau Benelux-Indonesia Association (BIA) resmi diluncurkan di KBRI Brussel, Belgia pada Rabu (15/9/2021).

DUNIA | 17 September 2021

Pandemi Covid Halangi 77 Juta Anak Bersekolah di 6 Negara

Sekolah untuk hampir 77 juta siswa di enam negara terus ditutup hampir sepenuhnya selama 18 bulan setelah pandemi Covid-19.

DUNIA | 17 September 2021

Iran Akhirnya Validasi Vaksin Covid Johnson & Johnson

Otoritas kesehatan Iran akhirnya memvalidasi vaksin Covid-19 Johnson & Johnson buatan Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 September 2021

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Chile akan mengizinkan pelancong asing yang telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19 untuk memasuki negara itu mulai 1 Oktober.

DUNIA | 17 September 2021

Perselisihan Internal Taliban Telah Meningkat

Gesekan atau perselisihan internal antara pragmatis dan ideolog dalam kepemimpinan Taliban telah meningkat.

DUNIA | 17 September 2021

Laos Perpanjang Karantina Nasional hingga 30 September

Pemerintah Laos telah memperpanjang karantina nasional saat ini selama 15 hari lagi untuk menahan penyebaran Covid-19 hingga 30 September.

DUNIA | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

Nadiem Ajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

NASIONAL | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings