Holding Ultra Mikro Akan Dorong UMKM Naik Kelas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Holding Ultra Mikro Akan Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 4 Agustus 2021 | 09:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) telah menyetujui rencana penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Besarnya jumlah dana kelola holding tersebut, diharapkan bisa mendorong usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menjadi naik kelas.

Penambahan modal ini merupakan bagian dari pembentukan holding BUMN ultra mikro bersama PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Naik kelasnya usaha mikro ke usaha kecil dan ke usaha menengah saya kira secara tidak langsung juga bisa mengisi gap usaha menengah yang proporsinya terhadap total usaha di Indonesia masih relatif kecil. Dengan naik ke kelas menengah ada dampak tidak langsung yang bisa diberikan ke perekonomian,” ujar ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, Senin (2/8/2021).

Namun, Yusuf mengingatkan, untuk menaikkan kelas usaha mikro ini juga diperlukan upaya-upaya lainnya. Holding merupakan salah satu caranya. Diperlukan juga revitalisasi pada masing-masing institusi agar dapat mengejar target ini. “Toh masing-masing institusi tersebut sudah punya market tersendiri,” ucapnya.

Menurut Yusuf, BRI merupakan lembaga bank terbesar yang juga fokus terhadap pembiayaan usaha mikro memiliki potensi perluasan pembiayaan yang lebih besar. Sementara Pegadaian dan PNM mempunyai kekhususan peran dan kapasitas masing-masing yang selama ini dijalaninya.

“Pegadaian, kita tahu sebenarnya hadir untuk memberikan likuiditas jangka pendek bagi masyarakat yang membutuhkan, sementara PNM melayani perusahaan yang relatif baru dan belum memiliki akses terhadap perbankan sehingga memerlukan jasa modal ventura,” ungkapnya.

Senada dengan Yusuf, Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan, pasar pembiayaan segmen mikro masih terbuka lebar. Saat ini, sebanyak 91,3 juta orang Indonesia yang sebagian merupakan pengusaha mikro masih unbankable atau tidak mendapat layanan lembaga keuangan formal. “Holding BUMN ultra mikro akan bergantung pada pemanfaatan dana right issue," ujarnya, Senin (2/8).

Diharapkan, dana hasil right issue bisa mengalir sepenuhnya untuk pembiayaan mikro yang murah. Agenda korporasi BUMN yang terlibat dalam holding ini, yakni BRI, Pegadaian, dan PNM bisa saling menunjang.

Menurut Bhima jika seluruh hasil right issue digunakan untuk memberdayakan usaha ultra mikro maka akan sangat berimbas pada penyerapan tenaga kerja. Serapan tenaga kerja dan rasio wirausaha akan meningkat. Selama masa pandemi ada 19 juta tenaga kerja yang terdampak, sebagian terpaksa menjadi pengusaha mikro agar bertahan. “Jadi support pendanaan sangat penting agar mereka bisa bertahan," katanya menegaskan.

Bhima mengatakan ada pula manfaat scale up. Diharapkan pembiayaan ini meningkatkan kemampuan usaha pelaku mikro. Dengan begitu usaha mikro tidak terus menerus dominan dalam UMKM yang besarannya mencapai 90% dari total usaha.

"Harapannya satu tahun mendapat pembiayaan ultra mikro, kemudian menjadi usaha kecil dan seterusnya naik kelas lepas dari kategori UMKM,” ujarnya.

Bhima juga menjelaskan holding ultra mikro berdampak terhadap digitalisasi pembiayaan. Hanya saja diperlukan integrasi dari sisi logistik, bahan baku sampai digitalisasi pemasaran.

“Jika BRI bisa mendorong integrasi layanan dan kolaborasi dengan pemain digital lain maka bisa melengkapi ambisi mendorong scale up usaha mikro dan ultra mikro,” ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Tagih Utang Rp 157 Miliar, Satgas BLBI Kembali Panggil Kwan Benny Ahadi

Satgas BLBI kembali melakukan panggilan penagihan kepada Kwan Benny Ahadi yang memiliki utang BLBI sebesar Rp 157,728 miliar.

EKONOMI | 23 September 2021

Cotton Council Dorong Produsen Tekstil Gunakan Serat Kapas Berkelanjutan

Saat ini, ada lebih dari 40 perusahaan dari berbagai sektor yang menjadi Cotton USA licensees di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Menkeu: Realisasi Belanja Modal Meningkat 75,2%

Hingga akhir Agustus realisasi belanja modal mencapai Rp 102,6 triliun, tumbuh signifikan 75,2% dibandingkan Agustus 2020.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Menguat, BBRI Pimpin Saham yang Banyak Ditransaksikan

BBRI teraktif saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142,71.

EKONOMI | 23 September 2021

Ipanganandotcom Permudah Umat Peroleh Sembako Berkualitas

iPanganandotcom yang merupakan platform kebutuhan pangan digital memberikan promo potongan harga 10% bagi para umat untuk bisa berbelanja kebutuhan bahan pokok.

EKONOMI | 23 September 2021

Semester I 2021, ASDP Bukukan Laba Rp 156 Miliar

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan laba sebesar Rp 156 miliar pada semester I-2021 atau 474% dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Naik, Asing Buru BBRI dan Lepas BBNI

BBRI paling diburu asing saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142,71.

EKONOMI | 23 September 2021

IHSG Menguat, ASPI Kasih Cuan 33,78%

PT Andalan Sakti Primarindo Tbk (ASPI) tercatat paling cuan (top gainers) saat IHSG ditutup naik 34,44 poin (0,56%) ke level 6,142.

EKONOMI | 23 September 2021

Mengamankan Data Digital Layanan Perbankan, OJK Tingkatkan Perlindungan Konsumen

Bersamaan dengan beralihnya masyarakat menggunakan layanan digital, kewaspadaan akan potensi serangan siber juga harus ditingkatkan. Sektor perbankan harus dapat melindungi nasabahnya dengan meningkatkan mitigasi risiko

EKONOMI | 23 September 2021

Hingga Agustus 2021, Penerimaan Negara Capai 67,5% dari Target APBN

Menurut Menkeu Sri Indriyani hingga akhir Agustus 2021 penerimaan negara telah mencapai 67,5% dari target APBN 2021.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Dinkes Kota Tangerang Belum Temukan Kasus Covid-19 Saat PTM

Dinkes Kota Tangerang Belum Temukan Kasus Covid-19 Saat PTM

MEGAPOLITAN | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings