Dalam Setahun, 47% Wanita Pekerja di India Di-PHK Permanen
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dalam Setahun, 47% Wanita Pekerja di India Di-PHK Permanen

Rabu, 4 Agustus 2021 | 14:22 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Laporan Universitas Azim Premji menemukan 47% wanita India yang kehilangan pekerjaan tahun lalu telah diberhentikan secara permanen. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (3/8/2021), pandemi Covid-19 kemungkinan akan mengunci kaum wanita India dari pasar kerja selama bertahun-tahun

Sebagian besar wanita yang bekerja di India memang berada dalam pekerjaan berketerampilan rendah, seperti buruh tani dan pabrik dan pembantu rumah tangga. Seluruh sektor itu telah terpukul keras oleh pandemi.

Kondisi tersebut telah diperburuk oleh pemulihan ekonomi yang lambat, penutupan ribuan pabrik dan tingkat vaksinasi Covid-19 yang lamban, yang lebih banyak memengaruhi perempuan. Faktor-faktor ini diperkirakan akan melemahkan upaya kaum wanita untuk kembali ke dunia kerja.

“Apa pun kemajuan sosial dan ekonomi yang diperoleh perempuan India dalam dekade terakhir, sebagian besar telah musnah selama periode Covid,” kata Amarjeet Kaur, sekretaris jenderal Kongres Serikat Buruh Seluruh India, salah satu serikat pekerja terbesar di India.

Sebut saja, wanita bernama Savitri Devi. Dia telah mencari pekerjaan sejak dkehilangan pekerjaannya di satu pabrik garmen di ibu kota India, New Delhi. Devi bersama dengan separuh rekan kerjanya di-PHK, ketika penjualan anjlok pada awal pandemi virus corona tahun lalu.

Wanita berusia 44 tahun itu telah mencoba peruntungannya berulang kali, tapi tidak berhasil. Sementara di dekat rumah Devi di Okhla, pusat industri dengan ribuan pabrik dan bengkel kecil, sebelumnya ada banyak pekerjaan tidak terampil untuk wanita.

“Saya siap untuk menerima pemotongan gaji tetapi tidak ada pekerjaan,” kata Devi di luar rumah satu kamarnya di daerah kumuh dengan sekitar 100 keluarga, hanya beberapa kilometer dari kantor Perdana Menteri Narendra Modi.

“Devi adalah salah satu dari sekitar 15 juta orang India yang telah dibuat mubazir dalam perlambatan ekonomi yang telah memukul perempuan secara tidak proporsional,” kata para pemimpin serikat pekerja dan industri.

Gelombang kedua pandemi virus corona diperkirakan akan memperdalam tekanan ekonomi di India, yang sudah dalam resesi terburuknya selama 70 tahun.

Dengan sebagian besar orang India bekerja di sektor informal, perkiraan yang tepat tentang kehilangan pekerjaan menjadi sulit.

Tetapi di negara tanpa sistem kesejahteraan yang komprehensif atau dukungan terkait pandemi untuk usaha kecil, beberapa badan industri telah melaporkan pemecatan yang meluas selama setahun terakhir.

Konsorsium Industri India (CIA) menyatakan 60% kehilangan pekerjaan adalah perempuan. CIA mewakili lebih dari satu juta perusahaan kecil.

Satu laporan oleh Pusat Ketenagakerjaan Berkelanjutan di Universitas Azim Premji menemukan bahwa 47% pekerja perempuan yang kehilangan pekerjaan antara Maret dan Desember, diberhentikan secara permanen. PHK itu terjadi sebelum gelombang kedua virus menyerang pada bulan April.

Jumlah wanita yang di-PHK jauh lebih besar jika dibandingkan dengan sekitar 7% pekerja laki-laki. Sementara banyak pekerja laki-laki dapat kembali ke pekerjaan lama mereka atau melakukan pekerjaan mandiri seperti menjual sayuran.

Kantor berita Reuters berbicara dengan lebih dari 50 wanita di New Delhi, negara bagian industri Gujarat dan, melalui telepon, di negara bagian selatan Tamil Nadu. Semua kehilangan pekerjaan di pabrik garmen kecil, unit pengolahan makanan, agen perjalanan dan sekolah, membuat mereka berhemat dan menabung.

“Kami telah mengurangi pengeluaran untuk susu, sayuran, pakaian, semuanya,” kata Devi, yang, bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh harian, menghidupi seorang putra yang menganggur dan seorang ibu yang sudah lanjut usia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

AS dan Inggris Sambut Janji Tiongkok untuk Akhiri Pendanaan Batu Bara

Amerika Serikat (AS) dan Inggris menyambut baik janji Tiongkok untuk mengakhiri pendanaan untuk proyek-proyek batu bara di luar negeri.

DUNIA | 23 September 2021

Aljazair Tutup Wilayah Udara untuk Semua Pesawat Maroko

Aljazair menutup wilayah udara untuk semua pesawat Maroko, sipil dan militer.

DUNIA | 23 September 2021

Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

Eliyantha White, seorang dukun terkenal yang mencoba mengakhiri wabah Covid-19 di Sri Lanka dengan air yang “diberkati” telah meninggal karena virus tersebut

DUNIA | 23 September 2021

Peringati Hari Badak Sedunia, 2.500 Cula Dimusnahkan

Hampir 2.500 cula badak langka telah dihancurkan dalam upacara pertama dari jenisnya di timur laut India,

DUNIA | 23 September 2021

Boeing: Tiongkok Akan Beli 8.700 Pesawat Baru dalam 20 Tahun

Maskapai penerbangan Tiongkok kemungkinan akan membeli 8.700 pesawat senilai US$ 1,47 triliun selama 20 tahun ke depan.

DUNIA | 23 September 2021

Untuk Lansia, FDA Akan Izinkan Dosis Ketiga Vaksin Covid Pfizer

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) berencana untuk mengesahkan dosis ketiga dari vaksin Pfizer-Biontech dalam waktu dekat.

DUNIA | 23 September 2021

Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

Covid-19 akan menyerupai flu biasa pada musim semi tahun depan ketika imunitas manusia sudah makin kuat karena vaksin.

DUNIA | 23 September 2021

Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

Para ilmuwan Tiongkok mengklaim Covid-19 sudah muncul di Amerika Serikat (AS) jauh sebelum muncul di Tiongkok.

DUNIA | 23 September 2021

Produsen Kapal Selam Prancis Tetap Akan Kirim Tagihan ke Australia

Naval Group Prancis menyatakan pada Rabu (22/9/2021) tetap akan mengirim tagihan pesanan kapal selam ke pemerintah Australia dalam beberapa minggu mendatang.

DUNIA | 23 September 2021

PBB Peringatkan 16 Juta Rakyat Yaman Menuju Kelaparan

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperingatkan 16 juta orang rakyat Yaman sedang menuju kelaparan.

DUNIA | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

Kontrak Bantargebang Segera Berakhir, DPRD Minta Pemprov DKI Serius Kelola Sampah

MEGAPOLITAN | 19 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings