Liput Aksi Demo, 2 Wartawan Ditahan dan Dipukuli di Afghanistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Liput Aksi Demo, 2 Wartawan Ditahan dan Dipukuli di Afghanistan

Jumat, 10 September 2021 | 09:00 WIB
Oleh : LES

Kabul, Beritasatu.com - Dua wartawan Afghanistan dipukuli dalam tahanan polisi setelah meliput aksi demo di Kabul, kata pemimpin redaksi Etilaat Roz, surat kabar tempat mereka bekerja. Zaki Daryabi, pendiri dan pemimpin redaksi (pemred) Etilaat Roz, membagikan foto-foto kedua wartawan itu di media sosial.

Salah satu foto memperlihatkan bekas pukulan di punggung bawah dan kaki, foto lainnya memperlihatkan bekas pukulan di bahu dan lengan. Wajah kedua wartawan itu juga tampak memar dan terluka, menurut foto yang dilihat dan diverifikasi oleh Reuters.

Ketika ditanya soal insiden itu, seorang menteri Taliban dalam pemerintahan baru mengatakan bahwa setiap serangan terhadap wartawan akan diselidiki. Dia menolak untuk disebut namanya.

Daryabi mengatakan insiden pemukulan itu membawa pesan mengerikan kepada media di Afghanistan, di mana pers yang independen, sebagian besar didanai oleh pendonor Barat, telah berkembang dalam 20 tahun terakhir.

"Lima rekan kami ditahan di pusat penahanan selama lebih dari 4 jam, dan selama empat jam itu dua rekan kami dipukuli dan disiksa secara brutal," katanya kepada Reuters pada Kamis (9/9/2021) waktu setempat, sehari setelah kejadian.

Dia mengatakan kedua wartawan yang terluka dibawa ke rumah sakit dan dokter menyarankan mereka untuk beristirahat dua pekan.

Taliban, yang memerintah Afghanistan lagi setelah memberontak selama 20 tahun melawan pasukan asing dan pemerintah Afghanistan, sebelumnya berjanji untuk mengizinkan media beroperasi dan menghormati hak asasi manusia.

Tapi insiden kekerasan sejak mereka berkuasa telah memicu keraguan di kalangan warga Afghanistan.

Taqi Daryabi, satu dari dua wartawan Etilaat Roz itu, mengatakan tujuh atau delapan orang memukuli mereka selama sekitar 10 menit.

"Mereka mengangkat tongkat dan memukuli kami sekuat tenaga. Setelah mereka memukuli kami, mereka melihat kami pingsan. Mereka membawa kami untuk dikurung di sel bersama beberapa orang lainnya," kata dia.

Reuters belum dapat memverifikasi pengakuannya secara independen.

Saat Taliban memerintah negara itu pada 1996-2001, tidak ada media yang independen dan internet masih dalam perkembangan.

Sejumlah wartawan telah mengeluhkan adanya serangan sejak Taliban berkuasa lagi. Beberapa wanita mengatakan mereka tidak diizinkan untuk bekerja di sektor media.

Dalam pemerintahan Taliban yang pertama, perempuan dilarang bekerja dan bersekolah.

Kelompok militan itu mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa perempuan akan diizinkan untuk bekerja dan belajar di perguruan tinggi berdasarkan aturan hukum syariat.

"Dengan keruntuhan pemerintah secara tiba-tiba, Etilaat Roz semula memutuskan untuk bertahan dan beroperasi dengan harapan tak akan ada lagi masalah besar bagi media dan jurnalis," kata Daryabi.

"Namun dengan kejadian kemarin, harapan kecil yang saya miliki tentang masa depan media dan jurnalis di negara ini, hancur."



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Penggerebekan di Segitiga Emas, Polisi Laos Sita Narkoba Jumlah Terbesar di Asia

Lebih dari 55 juta tablet metamfetamin dan lebih dari 1,5 ton kristal metamfetamin disita polisi Laos pada hari Rabu (27/10/2021).

DUNIA | 28 Oktober 2021

Lockdown di 3 Kota Tiongkok, 6 Juta Orang Diperintahkan Tetap Tinggal di Rumah

Gelombang baru tersebut mendorong para pejabat pekan ini untuk mengunci Lanzhou, kota berpopulasi lebih dari empat juta orang.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Jokowi Dorong Kerja Sama Konkret ASEAN-Rusia untuk Cegah Rivalitas Tajam

ASEAN dan Rusia memiliki kesamaan kepentingan dan aspirasi dalam melihat kawasan yang aman dan makmur.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Ada Pasukan AS yang Ditempatkan di Taiwan untuk Melatih Tentara

Pengakuan secara resmi ini dapat semakin memperuncing hubungan AS-Tiongkok.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Gelar Acara Melanggar Aturan Covid-19, Barisan Nasional Kena Denda Rp 34 Juta

Salah satu pelanggaran yang terjadi dan dilaporkan kepada sekretaris eksekutif BN Mohamad Sahfri Ab Aziz adalah pelanggaran menjaga jarak.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Kasus Baru Covid-19 di Belanda Sentuh Angka Tertinggi

Dalam tujuh hari terakhir, tercatat 41.409 kasus baru dengan rata-rata 5.916 kasus per hari.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Australia Buka Perbatasan 1 November, Warga Divaksin Lengkap Bisa ke Luar Negeri

Warga Australia sekarang dapat mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan ke luar negeri secara aman ketika perbatasan dibuka kembali.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Singapura Periksa Lonjakan Kasus Covid-19 yang Tidak Biasa

Kementerian kesehatan sedang melihat lonjakan kasus (Covid-19) yang tidak biasa ini dalam waktu yang relatif singkat, dan terus memantau dengan cermat.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Biden: Kemitraan AS dengan ASEAN Penting untuk Indo-Pasifik Bebas Terbuka

Biden mengikuti konferensi tingkat tinggi (KTT) AS-ASEAN bersama para pemimpin negara anggota ASEAN dan sekretaris jenderal (sekjen) ASEAN.

DUNIA | 28 Oktober 2021

Tesla Nikmati Uang Negara, Tapi Elon Musk Takut Pajak

Elon Musk ternyata mulai berkelit untuk menghindari pajak. Padahal secara tidak langsung, Tesla dibangun dengan dukungan uang negara pemerintah Amerika Serikat

DUNIA | 28 Oktober 2021


TAG POPULER

# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Elon Musk


# Putri Mako


# Kapolres Nunukan



TERKINI
Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

Tim Gubernur Anies Baswedan Dikalahkan DPRD DKI 3-0

MEGAPOLITAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings