Penerbangan Komersial di Bandara Kabul Dimulai Lagi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Penerbangan Komersial di Bandara Kabul Dimulai Lagi

Jumat, 10 September 2021 | 14:08 WIB
Oleh : LES

Kabul, Beritasatu.com – Bandara Kabul pada Kamis (9/9/2021) kembali memberangkatkan penerbangan komersial internasional pertama sejak kekacauan evakuasi pengangkutan udara oleh negara-negara Barat pada Agustus lalu.

Sementara itu, harapan untuk kembali tertib diredupkan oleh laporan PBB tentang peningkatan pembatasan pada wanita dan bencana kemanusiaan yang mengancam.

Penerbangan itu menandai langkah penting dalam upaya Taliban untuk mengembalikan keadaan normal di negara itu setelah mereka merebut kekuasaan pada Agustus.

Utusan Khusus PBB untuk Afghanistan Deborah Lyons mengatakan kepada Dewan Keamanan bahwa Afghanistan, jika tidak mendapatkan pemasukan dana, berada dalam bahaya "kehancuran total ekonomi dan tatanan sosial".

Dia juga mengatakan makin banyak laporan bahwa Taliban kembali memberlakukan pembatasan pada wanita, seperti yang mereka lakukan ketika mereka memerintah dari 1996 hingga 2001.

Pembatasan itu berlangsung meskipun ada janji oleh para pemimpin untuk menghormati hak-hak perempuan sesuai dengan syariah, atau hukum Islam.

Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, yang berkunjung ke Islamabad, berterima kasih kepada para pemimpin Taliban karena membantu membuka kembali bandara.

Sekitar 113 orang berada di dalam penerbangan ke Doha yang dioperasikan oleh Qatar Airways milik negara, kata para pejabat.

Para penumpang termasuk warga negara Amerika Serikat, Kanada, Ukraina, Jerman, dan Inggris, kata seorang sumber yang mengetahui penerbangan tersebut.

AS menolak menyebutkan jumlah warganya yang berada di pesawat tersebut, namun mengatakan 30 warga negara dan penduduk tetap AS diundang untuk ikut penerbangan itu, tetapi tidak semua menerima tawaran tersebut.

Seorang sumber mengatakan, para penumpang dibawa ke bandara Kabul dalam konvoi yang dilaksanakan oleh Qatar setelah perjalanan aman disetujui.

Di Doha, mereka awalnya akan tinggal di kompleks yang menampung pengungsi Afghanistan dan pengungsi-pengungsi lainnya.

Penerbangan internasional telah terbang masuk dan keluar dalam beberapa hari terakhir untuk membawa para pejabat, teknisi, dan bantuan.

Namun, pesawat yang berangkat pada Kamis adalah penerbangan sipil pertama pascaevakuasi yang kacau balau pada 124.000 orang asing dan warga Afghanistan yang berisiko setelah kendali Ibu Kota Kabul direbut oleh Taliban pada 15 Agustus.

Utusan khusus Qatar, Mutlaq bin Majed al-Qahtani, menggambarkan penerbangan Kamis sebagai penerbangan reguler dan bukan evakuasi. Juga akan ada penerbangan pada Jumat, katanya.

“Mudah-mudahan, kehidupan menjadi normal di Afghanistan,” kata al-Qahtani dari landasan bandara, dikutip Al Jazeera.

PBB memperingatkan bahwa pembekuan aset Afghanistan di luar negeri senilai sekitar 10 miliar dolar AS (sekitar Rp145 triliun) untuk menjauhkannya dari tangan Taliban, akan menyebabkan "kemerosotan ekonomi yang parah" dan dapat mendorong jutaan lagi warga Afghanistan ke dalam kemiskinan dan kelaparan.

Tanpa lebih banyak dana untuk negara itu, krisis dapat "membuat Afghanistan mundur selama beberapa generasi," kata Lyons.

“Perekonomian harus dibiarkan bernapas selama beberapa bulan lagi, memberi Taliban kesempatan untuk menunjukkan fleksibilitas dan keinginan tulus untuk melakukan hal-hal yang berbeda kali ini, terutama dari perspektif hak asasi manusia, gender, dan kontraterorisme,” kata Lyons kepada Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara itu.

Pemerintahan Taliban sebelumnya digulingkan oleh invasi pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, yang didalangi oleh para pemimpin Al Qaida yang berbasis di Afghanistan.

Barat memandang aset Afghanistan di luar negeri sebagai tuas kunci untuk menekan Taliban. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden tidak memiliki rencana untuk melepaskan miliaran emas Afghanistan, investasi, dan cadangan mata uang asing yang telah dibekukan.

Banyak kritikus telah meminta pimpinan Taliban untuk menghidupkan kembali ekonomi, yang menghadapi keruntuhan di tengah inflasi yang tajam dan kekurangan pangan.

Seorang menteri Taliban mengatakan, pemerintah baru ingin berhubungan dengan pemerintah negara-negara di kawasan maupun Barat serta bekerja sama dengan organisasi bantuan internasional.

Tetapi, para analis mengatakan susunan Kabinet yang diumumkan oleh kelompok itu minggu ini bisa menghambat pemberian pengakuan oleh Barat.

Para menteri semuanya terdiri dari laki-laki dan termasuk kelompok garis keras Islam dan individu yang diburu oleh Amerika Serikat atas tuduhan terorisme.

Para wanita memprotes di Kabul pada Selasa (7/9/2021) untuk menentang pemerintah baru.

Lyons mengatakan organisasi nonpemerintah yang mendukung perempuan menjadi sasaran, kebebasan perempuan dibatasi, dan Departemen Urusan Perempuan yang didukung AS dibubarkan di seluruh negeri.

"Kami menerima laporan yang meningkat di mana Taliban melarang perempuan tampil di tempat umum tanpa pendamping laki-laki dan mencegah perempuan bekerja. Mereka membatasi akses anak perempuan ke pendidikan di beberapa daerah," katanya kepada Dewan Keamanan.

Seorang editor surat kabar mengatakan dua wartawannya dipukuli dalam tahanan polisi minggu ini setelah meliput protes perempuan di Kabul. Di kota itu, mereka ditahan oleh Taliban.

Zaki Daryabi, pendiri dan pemimpin redaksi surat kabar Etilaat Roz, berbagi gambar di media sosial yang memperlihatkan dua wartawan laki-laki yang mengalami cedera.

Salah satu wartawan terlihat mengalami memar lebar dan merah di punggung bagian bawah. Wartawan satunya mengalami memar di bagian bahu dan lengannya.

Dalam foto-foto yang sudah dipastikan keasliannya oleh Reuters, wajah kedua pria itu juga terlihat memar dan luka sabetan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AS Sudah Kirim 400 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke 112 Negara

Amerika Serikat (AS) telah mengirim 400 juta dosis vaksin Covid-19 sebagai bagian dari janji sebelumnya untuk menyumbangkan sekitar 1,2 miliar dosis ke 112 negara

DUNIA | 27 Januari 2022

Lebanon Sepakati Impor Listrik dari Yordania

Lebanon menandatangani kesepakatan pada Rabu (26/1/2022) untuk mengimpor listrik dari Yordania melalui Suriah.

DUNIA | 27 Januari 2022

Denmark Akan Akhiri Sebagian Pembatasan Covid-19

Pemerintah Denmark pada Rabu (26/1/2022) menyatakan akan menghapus sebagian besar pembatasan pandemi Covid-19 minggu depan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pasukan AS Kawal 130 Truk Tangki Minyak Suriah Curian ke Irak

Pasukan Amerika Serikat (AS) di timur laut Suriah mengawal 130 truk tangki "minyak Suriah hasil curian" ke Irak dalam beberapa jam terakhir.

DUNIA | 27 Januari 2022

Pelanggaran HAM pada Migran Ilegal Masih Terjadi di Libia

Tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan penjaga pantai dan angkatan laut Libia terhadap para migran ilegal.

DUNIA | 27 Januari 2022

Presiden Tiongkok Tidak Ingin Target Iklim Kurangi Produktivitas

Presiden Tiongkok, Xi Jinping, telah memperingatkan tujuan iklim negara itu jangan sampai menahan laju produktivitas sebagai pendorong ekonomi.

DUNIA | 27 Januari 2022

Rusia dan Ukraina Setuju Tetap Gencatan Senjata

Moskwa dan Kiev pada Rabu (26/1/2022) bersepakat dalam perundingan di Paris bahwa semua pihak harus mematuhi gencatan senjata di timur Ukraina.

DUNIA | 27 Januari 2022

Sekjen PBB Desak Taliban Junjung Hak Perempuan Afghanistan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak pemerintah Taliban untuk menjunjung hak-hak perempuan Afghanistan.

DUNIA | 27 Januari 2022

Rumania Siap Tampung Pasukan NATO Jika Diperlukan

Rumania menyatakan siap untuk menampung pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) jika diperlukan.

DUNIA | 27 Januari 2022

PAHO: 8 Juta Kasus Covid-19 di Amerika dalam Seminggu

Organisasi Kesehatan Pan Amerika (PAHO) menyatakan lebih dari delapan juta kasus Covid-19 baru dilaporkan di Amerika selama seminggu terakhir.

DUNIA | 27 Januari 2022


TAG POPULER

# Edy Mulyadi


# JKN-KIS


# Presidential Threshold


# Omicron


# Wiyanto Halim



TERKINI
Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

Perluas Pasar, PGN Gandeng 4 Kawasan Industri di Jawa Timur

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings