Biden, Xi Berbicara untuk Menghindari Konflik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Biden, Xi Berbicara untuk Menghindari Konflik

Jumat, 10 September 2021 | 23:15 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Washington, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berbicara untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Kedua pemimpin mendesak jalan untuk menjauh dari konflik, tetapi bertahan pada persaingan sengit antara dua negara adikuasa.

Dalam panggilan telepon selama 90 menit, Biden memperingatkan agar tidak terjadi kesalahpahaman yang dapat menyebabkan konfrontasi antara pemerintah AS dan Tiongkok, kata Gedung Putih. Sementara Xi menyerukan arah baru dalam hubungan yang, kata dia, dilanda kesulitan serius.

Hubungan AS-Tiogkok menukik tajam di bawah pendahulu Biden, Donald Trump, yang meluncurkan perang dagang antara ekonomi nomor satu dan dua di dunia. Trump mengritik pemerintah Tiongkok atas penanganan pandemi virus corona.

Pemerintahan Biden mendesak multilateralisme dan diakhirinya ideologi Amerika Pertama Trump. Ia mempertahankan tarif perdagangan dan tetap bersikap keras pada bidang-bidang lain yang kontroversial dalam hubungan dengan Tiongkok, seperti keamanan siber dan hak asasi manusia (HAM).

Selama panggilan telepon itu, pesan Biden adalah bahwa pemerintah AS ingin memastikan agendanya. "Kita tidak memiliki situasi apa pun di masa depan, di mana kita membelok ke dalam konflik yang tidak diinginkan," kata seorang pejabat senior pemerintah AS kepada wartawan, Jumat (10/9/2021).

Di Beijing, penyiar media CCTV negara melaporkan bahwa panggilan telepon itu terus terang dan mendalam. Xi mencatat kesulitan serius yang disebabkan oleh kebijakan pemerintah AS baru-baru ini terhadap Tiongkok, yang telah membuat negara-negara tersebut saling berhadapan dalam perdagangan, teknologi, HAM, hingga soal asal usul virus corona.

"Apakah Tiongkok dan AS dapat menangani hubungan mereka dengan baik ... sangat penting untuk masa depan dan nasib dunia," kata penyiar negara CCTV, mengutip Xi.

Gedung Putih mengisyaratkan kebuntuan diplomatik tidak berkelanjutan dan berpotensi berbahaya, membutuhkan intervensi oleh para pemimpin.

"Kami menyambut persaingan yang ketat, tetapi kami tidak ingin persaingan itu berubah menjadi konflik," kata pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim, dilansir dari AFP.

Tujuan dari panggilan telepon itu, katanya, adalah untuk menetapkan pagar pembatas sehingga hubungan kedua negara dapat dikelola secara bertanggung jawab.

Upaya tingkat yang lebih rendah untuk terlibat dengan pemerintah Tiongkok belum berjalan dengan baik, terutama dalam adu pernyataan Maret 2021 lalu antara Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken dan pejabat tinggi Tiongkok saat bertemu di Anchorage, Alaska.

"Kami belum terlalu puas dengan perilaku lawan bicara kami. Orang Tiongkok sebagian besar tidak mau terlibat dalam pembicaraan serius atau substantif," kata pejabat senior itu kepada wartawan.

"Kami tidak percaya bahwa begitulah cara negara-negara yang bertanggung jawab bertindak. Terutama mengingat pentingnya kompetisi AS-Tiongkok," lanjutnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dalam menghadapi kebuntuan, Presiden Biden memahami pentingnya melibatkan Presiden Xi secara langsung.

Menurut pernyataan Gedung Putih, Biden dan Xi membahas area di mana kepentingan bersama bertemu dan area di mana minat, nilai, maupun perspektif berbeda.

Tidak Ada Terobosan

Pembicaraan kedua pemimpin berfokus pada isu-isu luas dan strategis, tanpa keputusan konkret yang diharapkan dari isu-isu besar atau menyiapkan konferensi tingkat tinggi (KTT) Biden-Xi pertama, kata pejabat itu.

Daftar ketidaksepakatan antara pemerintah AS dan Tiongkok panjang dan terus bertambah.

Di luar perdagangan, pejabat Gedung Putih mengeluhkan praktik perdagangan Tiongkok yang tidak adil dan memaksa. Dikatakan, ada ketegangan mendalam atas klaim pemerintah Tiongkok atas Taiwan dan banyak pulau di Laut Tiongkok Selatan (LTS).

Pemerintah AS juga marah dengan apa yang dikatakannya sebagai penolakan Tiongkok untuk bekerja sama dengan penyelidikan internasional terhadap asal muasal virus Covid-19, yang pertama kali muncul di Tiongkok sebelum merambah ke seluruh dunia.

Ada area di mana kedua kekuatan dinilai harus bekerja sama atau setidaknya berkoordinasi, termasuk pada program senjata nuklir Korea Utara (Korut) dan krisis iklim.

Gedung Putih mengatakan bahwa Biden dan Xi membahas pandemi Covid-19 dan iklim, di antara topik global lainnya.

Biden juga mengemukakan kekhawatiran tentang serangan siber pemerintah Tiongkok terhadap Amerika.

"Tetapi panggilan telepon itu bukan tentang menemukan semacam kesepakatan terobosan. Tentang menjaga saluran komunikasi tetap terbuka antara kedua kekuatan," kata pejabat itu.

"Tujuan kami adalah untuk benar-benar mencapai keadaan yang stabil antara pemerintah AS dan Tiongkok," terangnya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

Global Hunger Index (GHI) 2021 menunjukkan situasi kelaparan yang mengerikan di dunia saat menghadapi banyak krisis.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Wanita Turki Jadi Pemegang Gelar Tertinggi di Dunia

Guinness World Records menobatkan seorang wanita berusia 24 tahun dari Turki sebagai wanita tertinggi di dunia.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Saat Rezim Putin, 5 Juta Warga Rusia Pilih Jadi Imigran

Lima juta orang telah meninggalkan Rusia selama 20 tahun pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Brunei Mulai Bagikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Pemerintah Brunei Darussalam pada Jumat (15/10/2021) mulai memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 untuk para pekerja garda depan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

DK PBB Perluas Mandat Misi Politik di Haiti

Dewan Keamanan pada Jumat (15/10/2021) mengadopsi resolusi untuk memperpanjang mandat Kantor Terpadu PBB di Haiti (BINUH) hingga 15 Juli 2022.

DUNIA | 16 Oktober 2021

2035, Chile Akan Larang Sebagian Kendaraan Non-Listrik

Chile akan melarang penjualan sebagian besar kendaraan pembakaran internal untuk mendukung kendaraan listrik mulai tahun 2035

DUNIA | 16 Oktober 2021

Studi: Deforestasi Tak Kunjung Berakhir

Para peneliti memperingatkan deforestasi tak kunjung berakhir dan dunia gagal untuk membantu memenuhi tujuan iklim dan alam.

DUNIA | 16 Oktober 2021


ISIS-Khorasan Klaim Serangan di Masjid Kandahar

ISIS-Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan di Masjid Fatimiya, Kandahar, Afghanistan selatan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Setelah Tekanan Global, PM Australia akan Hadiri KTT COP26

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan menghadiri konferensi iklim PBB COP26 setelah berminggu-minggu mengalami keraguan.

DUNIA | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

DUNIA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings