Rusia: Proyek Pipa Kontroversial Nord Stream Dua Rampung
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Rusia: Proyek Pipa Kontroversial Nord Stream Dua Rampung

Sabtu, 11 September 2021 | 16:47 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Moskow, Beritasatu.com - Pemerintah Rusia pada Jumat (10/9/2021) mengumumkan penyelesaian pembangunan pipa gas Nord Stream dua yang kontroversial. Para kritikus menilai hal ini akan meningkatkan ketergantungan Eropa pada gas Rusia dan melewati wilayah sekutu utama Uni Eropa (UE), Ukraina.

Nord Stream 2 diharapkan menggandakan pasokan gas alam dari Rusia ke Jerman. Tetapi jalurnya telah membelah sejumlah negara Eropa dan meningkatkan ketegangan antara blok tersebut dengan pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kepala perusahaan energi raksasa Gazprom, Alexei Miller, pada hari yang sama mengumumkan bahwa konstruksi telah sepenuhnya selesai, kata pernyataan perusahaan.

Kontroversi utama adalah bahwa pipa aliran gas tersebut telah mengalihkan pasokan dari rute yang ada melalui Ukraina dan diperkirakan akan menghilangkan biaya transit dari mitra penting UE tersebut dari Rusia.

Pemerintah Ukraina, yang berkonflik dengan Rusia sejak aneksasi Semenanjung Krimea oleh Rusia pada 2014, telah memperingatkan Eropa bahwa pipa dapat digunakan oleh Rusia sebagai senjata geopolitik yang berbahaya.

"Ukraina akan melawan proyek politik ini, sebelum dan sesudah selesai dan bahkan setelah (aliran) gas dinyalakan," ujar Sergiy Nykyforov, juru bicara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dilansir dari AFP pada Jumat (10/9/2021).

Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, para kritikus harus mengakhiri upaya untuk memblokir proyek dan sebagai gantinya menyetujui persyaratan yang saling menguntungkan untuk operasinya.

"Jelas bagi semua orang, termasuk kritikus Nord Stream 2 dan mereka yang sangat menentang konstruksi, bahwa itu tidak dapat dihentikan," kata Zakharova di aplikasi messenger Telegram.

Juru Bicara Rusia Dmitry Peskov menyerukan agar proyek itu diluncurkan sesegera mungkin dan menghentikan kritik. Ia mengatakan bahwa semua orang akan mendapat manfaat dari proyek tersebut.

Jalur pipa dimulai dari pantai Baltik Rusia ke timur laut Jerman, di bawah air dengan panjang 1.200 kilometer (km). Pipanya mengikuti rute yang sama dengan jalur Nord Stream 1, yang diselesaikan lebih dari satu dekade lalu.

Seperti pendahulunya, Nord Stream 2 akan mampu menyalurkan 55 miliar meter kubik gas per tahun ke Eropa. Ini akan meningkatkan akses benua tersebut ke gas alam yang relatif murah pada saat produksi dalam negeri turun.

Penolakan AS

Gazprom memiliki saham mayoritas dalam proyek bernilai 10 miliar euro (setara US$ 12 miliar) tersebut. Uniper dan Wintershall Jerman, Engie Prancis, perusahaan Inggris-Belanda Shell, dan OMV Austria juga terlibat.

Mantan kanselir Jerman Gerhard Schroeder menjabat sebagai ketua komite pemegang saham Nord Stream.

Pemerintah Rusia dan Jerman bersikeras bahwa Nord Stream 2 adalah proyek komersial murni, tetapi para analis tidak setuju tentang manfaat ekonomi proyek tersebut.

Sebuah laporan yang terbit pada 2018 oleh lembaga pemikir Jerman DIW mengatakan itu tidak perlu. Pihaknya menilai, proyek dibangun berdasarkan perkiraan yang sangat melebih-lebihkan atas permintaan gas di Jerman dan Eropa.

Jerman, ekonomi besar Eropa, mengimpor sekitar 40% gas dari Rusia. Pemerintah Jerman percaya bahwa proyek pipa gas memiliki peran dalam transisi Jerman dari penggunaan batu bara dan energi nuklir.

Pemerintah AS dengan hati-hati memberikan lampu hijau untuk proyek tersebut.

Seperti pendahulunya Barack Obama dan Donald Trump, Presiden AS Joe Biden keberatan dengan proyek tersebut. Ia mengatakan, ini adalah kesepakatan yang buruk untuk Eropa terkait risiko keamanan.

Tetapi kritik terhadap argumen ini menunjukkan bahwa pemerintah AS juga ingin meningkatkan penjualan gas alam cair (LNG) ke Eropa.

Sanksi AS terhadap kapal Rusia yang memasang pipa gas berhasil menunda pembangunan Nord Stream 2, membuat marah Jerman.

Tetapi Biden, yang ingin membangun kembali hubungan transatlantik yang sangat tegang oleh Trump, secara tak terduga dilepaskan sanksi pada Mei 2021 pada perusahaan yang dikendalikan Rusia di balik proyek tersebut.

Analis melihat langkah itu sebagai tawaran rekonsiliasi ke pemerintah Jerman, yang dukungannya diandalkan AS dalam menghadapi tantangan lain, termasuk kebangkitan pengaruh Tiongkok.

Zelensky mengatakan, pengabaian sanksi adalah kemenangan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

Menegaskan kembali dukungan untuk Ukraina, Biden menjamu Zelensky di Gedung Putih pada awal September 2021.

Setelah pertemuan itu, Zelensky mengatakan kepada wartawan bahwa Biden telah meyakinkan Zelensky bahwa pemerintah AS akan menjatuhkan sanksi atas pipa gas jika ada pelanggaran dari Rusia yang akan menciptakan masalah bagi keamanan energi Ukraina. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Militer Sudan Bubarkan Pemerintah

Perdana Menteri Abdalla Hamdok dan para anggota kabinet dikenakan tahanan rumah atau dan ditahan di lokasi rahasia.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Dubes RI untuk Belgia Ajak Mahasiswa Jadi “A Good Indonesian

Ketua PPI William Rotty dan Wakil Ketua PPI Belgia Muhammad Daffa Dezar membuka acara Welcoming Day PPI Belgia.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

Kabar kematian Mahjabin Hakimi, seorang pemain bola voli nasional wanita Afghanistan yang mati dipenggal Taliban pada awal Oktober dibantah pihak keluarganya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Menlu Retno: Presiden Jokowi Bakal Hadir dan Berpartisipasi di KTT ASEAN

Presiden diagendakan bertolak ke Roma, Italia, untuk menghadiri KTT Group of Twenty (G-20) yang digelar pada tanggal 30-31 Oktober 2021.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Baru 1% Warga Divaksinasi Penuh, Papua Nugini Perlu Dukungan Atasi Kasus Covid-19

Kasus Covid-19 di negara kepulauan berpenduduk 9 juta jiwa itu telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, dengan 385 kasus baru tercatat pada Kamis.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Tahun 2060 Tiongkok Targetkan Kurangi Energi Fosil di Bawah 20%

Tiongkok menargetkan kebijakan energi bersih yang ambisius untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil hingga di bawah 20 persen pada tahun 2060.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Austria Siapkan RUU Melegalkan Orang Dewasa Sakit Parah untuk Dibantu Bunuh Diri

Undang-undang baru memungkinkan orang dewasa yang sakit kronis atau parah untuk membuat ketentuan untuk bunuh diri yang dibantu.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Kediamannya Dikepung Tentara, PM Sudan Dikenai Tahanan Rumah

PM Sudan Abdallah Hamdok dikenai tahanan rumah setelah pasukan militer yang tak teridentifikasi mengepung kediamannya.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Serangan Bom Isi Paku di Uganda, ISIS Mengaku Bertanggung Jawab

Serangan dengan bom, yang berisi paku-paku dan pecahan peluru, itu mengincar sebuah restoran di pinggiran ibu kota.

DUNIA | 25 Oktober 2021

Tampil dengan Kuncir Kuda, Tunangan Keponakan Kaisar Jepang Ini Jadi Sorotan Publik

Tabloid memuat foto-foto kuncir kuda Komuro yang berusia 30 tahun dari setiap sudut, dengan beberapa membandingkannya dengan simpul atas seorang samurai.

DUNIA | 25 Oktober 2021


TAG POPULER

# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Fahri Hamzah


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Harga Emas Naik karena Imbal Hasil AS Turun Menyusul Kekhawatiran Inflasi

Harga Emas Naik karena Imbal Hasil AS Turun Menyusul Kekhawatiran Inflasi

EKONOMI | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings