Studi: Antibodi Nakes di India Turun Drastis setelah 4 Bulan Vaksinasi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Studi: Antibodi Nakes di India Turun Drastis setelah 4 Bulan Vaksinasi Covid-19

Selasa, 14 September 2021 | 22:24 WIB
Oleh : LES

Bhubaneswar, Beritasatu,com - Sebuah studi terhadap tenaga kesehatan (Nakes) penerima vaksin lengkap di India menemukan bahwa antibodiyang memerangi Covid-19 di tubuh mereka menurun drastis setelah empat bulan menerima dosis pertama.

Temuan-temuan itu membantu pemerintah India untuk memutuskan apakah akan menyediakan vaksin ketiga saat sejumlah negara Barat telah melakukannya.

Pudarnya antibodi tidak berarti bahwa orang-orang yang telah diimunisasi kehilangan kemampuan mereka untuk melawan penyakit, sebab sel-sel memori tubuh kemungkinan masih bekerja untuk memberikan perlindungan substansial, kata direktur institut milik negara yang melakukan studi tersebut.

"Setelah enam bulan, kami akan memberitahu Anda secara lebih jelas apakah dan kapan vaksin ketiga akan dibutuhkan," kata Pusat Penelitian Medis Wilayah Sanghamitra Pati yang berbasis di Kota Bhubaneswar kepada Reuters, Selasa (14/9/2021).

"Dan, kami akan mendesak studi serupa di berbagai wilayah untuk data seluruh India."

Ilmuwan Inggris bulan lalu mengungkapkan bahwa perlindungan yang didapat dari dua dosis vaksin Pfizer/BioNTech dan Astrazeneca mulai hilang dalam waktu enam bulan.

Studi India tersebut, yang diterbitkan lewat platform pracetak Research Square namun belum ditinjau oleh rekan sejawat, merupakan studi pertama di negara itu yang melibatkan dua vaksin utama mereka, Covishield (versi vaksin Astrazeneca berlisensi) dan Covaxin yang dikembangkan secara lokal.

Pejabat kesehatan mengatakan meski mereka sedang mempelajari ilmu yang berkembang mengenai dosis penguat, prioritasnya adalah memvaksinasi secara lengkap 944 juta orang dewasa di India.

Lebih dari 60 persen penduduk India telah menerima dosis pertama dan 19 persen telah menerima dosis kedua.

Kasus dan kematian Covid-19 di India menurun tajam sejak mencapai puncak dengan 400.000 lebih kasus pada awal Mei.

India melaporkan total 33,29 juta kasus dengan 443.213 kematian akibat Covid-19.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

UE: Kembali ke Batu Bara Akan Jadi Tragedi Iklim

Kembali menggunakan energi kotor dari batu bara selama krisis energi saat ini akan menjadi tragedi iklim.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Muhammad Kembali Jadi Nama Bayi yang Populer di Inggris

Muhammad adalah nama paling populer kelima untuk bayi laki-laki Inggris pada tahun 2020.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas

Serangan bom ganda di Damaskus tewaskan 14 personel militer Suriah pada Rabu (20/10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

Taliban Sepakat Dukung Vaksinasi Polio di Afghanistan

Petugas kesehatan di Afghanistan akan memulai program vaksinasi polio dari rumah ke rumah pada November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Gunung Aso Meletus, Warga Jepang Diminta Waspada Aliran Lava

Para pejabat Jepang memperingatkan ancaman aliran lava dan batu yang jatuh akibat letusan gunung berapi Aso.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Untuk Potensi Gempur Iran, Israel Siapkan Anggaran Rp 21,1 Triliun

Israel telah menyetujui anggaran sekitar Rp 21,1 triliun yang akan digunakan untuk kemungkinan militer menggempur program nuklir Iran.

DUNIA | 20 Oktober 2021

10.000 Anak di Yaman Terbunuh atau Cacat Akibat Kekerasan Sejak 2015

Sekitar 10.000 anak-anak Yaman telah tewas atau terluka sejak Maret 2015 dalam perang milisi Houthi yang didukung Iran melawan pemerintah sah Yaman

DUNIA | 20 Oktober 2021

Oktober, 1 Warga Rumania Mati Tiap 5 Menit Akibat Covid-19

Covid-19 telah merenggut satu nyawa setiap lima menit di Rumania selama bulan Oktober.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Nigeria Bujuk Bank Dunia untuk Danai Pabrik Vaksin

Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo mengatakan pemerintah sedang membujuk Bank Dunia untuk mendanai pabrik vaksin.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

Penyelam amatir itu melihat pedang dan artefak kuno lainnya di dasar laut di Israel utara.

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings