AS dan UE Janji Pangkas 30 % Emisi Metana pada 2030
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AS dan UE Janji Pangkas 30 % Emisi Metana pada 2030

Rabu, 15 September 2021 | 12:02 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) berjanji akan memangkas 30% emisi metana pada tahun 2030. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (14/9/2021), lebih dari dua puluh negara, termasuk Tiongkok, Rusia, India, Brasil, Arab Saudi dan Qatar juga diharapkan untuk bergabung dengan janji tersebut.

AS dan UE telah sepakat untuk mencoba dan mengurangi emisi gas metana yang menghangatkan planet sekitar sepertiga pada akhir dekade ini. AS dan UE mendorong ekonomi utama lainnya untuk bergabung dengan mereka, menurut dokumen yang dilihat oleh kantor berita Reuters.

Pakta AS dan UE datang ketika Washington dan Brussel berusaha untuk menggembleng negara utama lainnya menjelang pertemuan puncak dunia untuk mengatasi perubahan iklim di Glasgow, Skotlandia, pada November. Pakta ini dapat berefek signifikan pada industri energi, pertanian, dan limbah yang bertanggung jawab atas sebagian besar emisi metana.

Gas metana rumah kaca, penyebab terbesar perubahan iklim setelah karbon dioksida (CO2), menghadapi pengawasan yang lebih ketat ketika pemerintah mencari solusi untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 Celcius, tujuan dari kesepakatan iklim Paris.

Dalam upaya untuk memulai tindakan tersebut, AS dan Uni Eropa akhir pekan ini akan membuat janji bersama untuk mengurangi emisi metana yang disebabkan oleh manusia setidaknya 30% pada tahun 2030. Target itu lebih besar jika dibandingkan dengan tingkat tahun 2020, menurut rancangan Ikrar Metana Global.

“Masa hidup metana yang singkat di atmosfer berarti bahwa mengambil tindakan sekarang dapat dengan cepat mengurangi laju pemanasan global,” kata rancangan tersebut.

Satu dokumen terpisah mencantumkan lebih dari dua lusin negara yang akan diminta AS dan Uni Eropa untuk bergabung dalam janji tersebut. Mereka termasuk penghasil emisi besar seperti Tiongkok, Rusia, India, Brasil dan Arab Saudi, serta yang lainnya termasuk Norwegia, Qatar, Inggris, Selandia Baru, dan Afrika Selatan.

Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar dan Komisi Eropa tidak segera menanggapi permintaan komentar atas dokumen pakta tersebut.

Menurut Reuters, kesepakatan itu mungkin akan diumumkan pada Jumat (17/9) pada pertemuan ekonomi besar yang bertujuan untuk menggalang dukungan menjelang KTT COP26 Glasgow tentang perubahan iklim.

Para pemimpin dunia yang menuju ke Glasgow berada di bawah tekanan dari para ilmuwan, pendukung lingkungan dan sentimen populer yang berkembang untuk berkomitmen pada tindakan yang lebih ambisius untuk menangani krisis lingkungan.

Metana memiliki potensi perangkap panas yang lebih tinggi daripada karbon dioksida. Meskipun demikian, metana terurai di atmosfer lebih cepat, sehingga “pengurangan yang kuat, cepat, dan berkelanjutan”. Selain memangkas emisi CO2, pemangkasan emisi metana dapat berdampak pada iklim dengan cepat, satu fakta yang ditekankan oleh laporan oleh Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim, bulan lalu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Tiongkok Janji Hentikan Pembangunan Pembangkit Listrik Batu Bara di Luar Negeri

Tiongkok tidak akan membangun proyek pembangkit listrik tenaga batu bara baru di luar negeri.

DUNIA | 22 September 2021

Akibat Covid-19, Sekitar 20% Warga Nigeria Kehilangan Pekerjaan

Sekitar 20% pekerja Nigeria kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19

DUNIA | 22 September 2021

Pakistan Tidak Buru-buru Akui Pemerintah Taliban di Afghanistan

Pemerintah Pakistan tidak akan terburu-buru untuk mengakui pemerintah Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 22 September 2021

Bela Prancis, Pemimpin Uni Eropa Kecewa Atas Kesepakatan AUKUS

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan "tidak dapat menerima" cara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat dalam kemitraan AUKUS dalam memperlakukan Prancis.

DUNIA | 22 September 2021

Inggris Mulai Uji Coba Vaksin Penguat Multivarian Covid-19

Uji coba vaksin penguat multi-varian pertama di dunia terhadap Covid-19 dimulai di kota Manchester, Inggris, pada Senin (20/9/2021).

DUNIA | 22 September 2021

Sikap Tiongkok di LCS Dianggap Menguntungkan Indonesia

Soleman B Ponto menyebut sikap Tiongkok di LCS sangat menguntungkan Indonesia.

DUNIA | 22 September 2021

Aktivis HAM di PBB: Jangan Biarkan Taliban Membodohi Kalian

Rapper dan aktivis HAM Afghanistan, Sonita Alizadeh meminta para pemimpin dunia berhati-hati dan tidak membiarkan Taliban membodohi semua orang.

DUNIA | 22 September 2021

Hikmahanto: Birokrasi AS Anggap Tiongkok Akan Dominasi Kawasan Indo-Pasifik

Hikmahanto Juwana menyebut birokrasi di Amerika Serikat (AS) menganggap Tiongkok akan mendominasi kawasan Indo-Pasifik.

DUNIA | 22 September 2021

Gobel Promosikan Teknologi Dirgantara Indonesia di Turki

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel menghadiri pameran teknologi Teknofest Turki di Istanbul.

DUNIA | 22 September 2021

Di PBB, Biden Menyerukan Kemerdekaan untuk Palestina

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menyerukan kemerdekaan Palestina. Di hadapan sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (21/9/2021)

DUNIA | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Mudahkan Warga, Gerai Vaksinasi Dibuka di Terminal Induk Kota Bekasi

Mudahkan Warga, Gerai Vaksinasi Dibuka di Terminal Induk Kota Bekasi

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings