Ini Peran Hudson Institute dalam Perang Dagang AS-Tiongkok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Peran Hudson Institute dalam Perang Dagang AS-Tiongkok

Rabu, 15 September 2021 | 17:32 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia diminta agar tidak terjebak dalam isu perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok. Hal itu karena Pemerintah AS memiliki lembaga pemikir atau think thank guna mendukung kebijakan luar negeri bernama Hudson Institute. Lembaga tersebut yang memberikan pasokan informasi ke istana kepresidenan AS, termasuk informasi mengenai dunia Islam maupun Islamphobia.

"Hudson Institute mempunyai posisi strategis dalam pengambilan keputusan kebijakan politik luar negeri USA hingga kini. Pemasok informasi ke istana termasuk isu Islamphobia," ujar pengamat hubungan internasional dari Universitas Wahid Hasyim Semarang, Ali Martin, Rabu (15/9/2021).

Ini disampaikan Ali dalam seminar nasional secara hybrid bertajuk "Hudson Institute dan Kebijakan Luar Negeri AS terhadap Muslim di Dunia", yang digelar Indonesia Muslim Crisis Center (IMCC) dan Prodi Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang, di Depok, Rabu (15/9/2021).

Kehadiran lembaga seperti Hudson Institute, lanjut Ali, tidak terlepas dari peran AS sebagai 'polisi dunia' yang harus terus mereka jaga eksistensinya. Termasuk dalam rangka 'menjinakkan' negara atau kelompok Islam, yang bukan hanya dianggap sekadar sebagai suatu agama.

"Dalam pandangan barat, Islam tak hanya agama namun juga ideologi yang sewaktu-waktu bisa meledak menjadi kekerasan," kata dia.

Selain terhadap kelompok Islam, kebijakan luar negeri AS hari ini fokus terhadap persaingan ekonomi dengan Tiongkok. Karena itu AS berusaha menyudutkan negara itu dengan berbagai cara, termasuk menggulirkan isu diskriminasi terhadap minoritas Muslim di Tiongkok.

"Hari ini kita melihat selama dua dekade, AS punya pesaing Tiongkok, ini menjadi dasar kebijakan AS yang hari ini. Berikutnya untuk melihat sejarah konflik AS, kita tidak lepas dari nilai-nilai yang mendasari. Pragmatisme realisme yakni kebijakan luar negeri mendasarkan national interest for national security. Legalisme moralisme mendasarkan pada culture value liberalism capitalism," jelasnya.

Senada, pengamat politik internasional Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Syaifuddin Zuhri mengatakan Hudson Institute juga berperan dalam kebijakan luar negeri AS terhadap Tiongkok. Hudson, kata dia memainkan isu-isu menyudutkan Tiongkok melalui isu HAM terhadap Muslim Uighur.

"Untuk menekan Tiongkok melalui isu HAM di Uighur, HI juga menyebarkan pengaruhnya melalui policy maker, media massa, akademik dan internet bagaimana nilai-nilai AS disebarkan melalui platform seperti isu-isu HAM dan kebebasan," kata dia.

Sementara, wartawan senior Iwan Santosa, membenarkan jika belakangan ini AS menggunakan isu penindasan umat Islam di Xinjiang, dalam perang dagang melawan Tiongkok.

"AS dalam beberapa tahun terakhir narasi yang dimunculkan soal penindasan Muslim di Xinjiang," ujar Iwan.

Isu ini menjadi masif dan diyakini banyak negara termasuk Indonesia, berkat kekuatan hegemoni kebenaran yang dijalankan AS. Sehingga, membuat apa pun yang disampaikan oleh negara itu seakan menjadi sebuah fakta.

"Bagaimana tidak terjadi hegemoni kebenaran didominasi dari barat. Suka tidak suka kita secara tidak sadar mengamini," kata dia.

Iwan berharap masyarakat Indonesia tidak terjebak pada konflik ekonomi AS dengan Tiongkok, yang dibalut dengan berbagai isu tersebut. Sebab, bisa saja sesungguhnya kedua negara tak benar-benar bermusuhan.

"Trump (mantan Presiden AS) sebelum turun, mengklaim ada investasi AS USD2 miliar di Kalimantan. Dan yang mengerjakannya ternyata perusahaan Tiongkok. Perang dagang ini juga jangan-jangan kita sedang dibohongi," tandas Iwan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

“Hallyu”, Ada 20 Kata Korea Kini Masuk ke Kamus Bahasa Inggris Oxford

Gelombang Korea tampaknya menyapu dunia. Kini, sebanyak 20 kata asal Korea telah ditambahkan ke kamus bahasa Inggris atau Oxford English Dictionary.

DUNIA | 16 Oktober 2021

AS Tawarkan Uang Duka untuk Korban Serangan Drone di Afghanistan

Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Soal Pandora Papers, PM Malaysia: Pihak Berwenang Bisa Ambil Tindakan jika Ada Bukti

Ismail Sabri mengatakan, pemerintah terbuka jika ada individu yang memiliki bukti melanggar hukum negara.

DUNIA | 16 Oktober 2021

ASEAN Sepakat Tak Undang Pemimpin Junta Myanmar di KTT

Sebagai gantinya, ASEAN mengharapkan kehadiran seorang tokoh non-politik Myanmar.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Penjualan Mobil Eropa Tenggelam karena Kekurangan Pasokan Chip

Penjualan mobil baru Eropa turun ke level terendah selama satu September 2021 sejak 1995.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Kuartal III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Turun Menjadi 5%

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan melambat lebih lanjut pada kuartal III-2021, menurut jajak pendapat AFP dari analis.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Biden Tanda Tangani RUU Kenaikan Utang Menjadi UU

Joe Biden menandatangani UU pada Kamis (14/10/2021) waktu setempat untuk mencabut otoritas pinjaman negara.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Arab Saudi Izinkan Salat Berjamaah Kapasitas Penuh di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Salat berjamaah dengan kapasitas penuh diperbolehkan di Masjidil Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah mulai Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 16 Oktober 2021

Sita Heroin Senilai Rp 1,4 Triliun, Polisi Australia Tangkap Warga Malaysia

Polisi Australia mengatakan, mereka menyita pengiriman heroin terbesar yang pernah terdeteksi di negara itu, senilai US$ 104 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Indonesia Usulkan Myanmar Tak Kirim Perwakilan Politik di KTT ASEAN

Indonesia mengusulkan partisipasi Myanmar di KTT tidak harus diwakili di tingkat politik sampai Myanmar memulihkan demokrasi melalui proses inklusif.

DUNIA | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

Sentra Vaksinasi Prudential Dukung Percepatan Vaksinasi Nasional

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings