Pemimpin ISIS Afrika Tewas, Prancis Klaim Kemenangan Besar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemimpin ISIS Afrika Tewas, Prancis Klaim Kemenangan Besar

Jumat, 17 September 2021 | 10:03 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Pemimpin kelompok ISIS wilayah Afrika, Adnan Abu Walid al-Sahrawi tewas dalam serangan drone di Mali selatan. Seperti dilaporkan AP, Kamis (16/9/2021), Prancis mengklaim kematian Al Sahrawi sebagai kemenangan besar.

“Adnan Abu Walid al-Sahrawi tewas dalam operasi yang dipimpin Prancis yang didukung Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Mali dan pasukan militer Nigeria,” kata pihak berwenang Prancis, Kamis.

Meskipun demikian, pemerintah Prancis tidak mengungkapkan bagaimana mereka mengidentifikasi target serangan yang tewas sebagai Adnan Abu Walid al-Sahrawi, yang kelompoknya telah meneror wilayah tersebut. Klaim tersebut tidak dapat segera diverifikasi secara independen.

Prancis menyatakan pembunuhan itu sebagai kemenangan besar melawan jihadis di Afrika dan pembenaran selama bertahun-tahun upaya anti-ekstremis di Sahel. Pejabat pemerintah Prancis menggambarkan al-Sahrawi sebagai "musuh No. 1" di wilayah tersebut.

Prancis menuduh al-Sahrawi memerintahkan atau mengawasi serangan terorisme terhadap pasukan AS, pekerja bantuan Prancis, dan sekitar 2.000-3.000 warga sipil Afrika, yang kebanyakan Muslim.

Para ahli menyebut pengumuman itu sebagai berita besar dan menyambut baik bagi pemerintah yang berjuang melawan ekstremis kekerasan. Tetapi ahli memperingatkan bahwa ISGS dapat menemukan pemimpin baru, dan ancaman kekerasan jihadis tetap tinggi.

“Kematian Al-Sahrawi kemungkinan akan mengganggu operasi ISGS dalam jangka pendek. Tapi itu tidak mungkin melumpuhkan kelompok ekstremis secara permanen,” kata Alexandre Raymakers, analis senior Afrika di perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft.

Raymakers menyebut kematian al-Sahrawi sebagai "keberhasilan taktis" untuk Operasi Barkhane mengingat tokoh teroris itu telah menjadi prioritas utama bagi militer Prancis. Tetapi dia mencatat bahwa meskipun kehilangan beberapa pemimpin senior untuk operasi militer Prancis selama bertahun-tahun, kelompok jihad terus memperluas jejaknya di Sahel.

“Ini memperkuat tekad kami untuk memerangi terorisme dengan mitra kami di Sahel, dengan mitra Amerika dan Eropa kami. Kami tidak akan meninggalkan Sahel,” kata Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly kepada wartawan di Paris.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenag Siapkan Skema Ibadah Umrah di Masa Pandemi

Kementerian Agama telah menyusun skema penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kemenangan Taliban di Afghanistan Mendorong Radikal Pakistan

Gerakan Taliban Pakistan telah dikuatkan oleh kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Pemimpin Junta Myanmar Salahkan Oposisi Atas Aksi Kekerasan

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing menyalahkan oposisi atas aksi kekerasan yang terjadi.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Israel Perkirakan 2.000 Serangan Roket Hizbullah Per Hari

Israel tidak ingin berperang dengan Hizbullah Lebanon tetapi siap menghadapi sekitar 2.000 roket sehari dari kelompok bersenjata itu jika konflik pecah

DUNIA | 18 Oktober 2021

PM Jepang: Pelepasan Air Limbah Fukushima Tidak Bisa Ditunda

PM baru Jepang Fumio Kishida mengatakan rencana pembuangan massal air limbah yang disimpan di pembangkit nuklir Fukushima tidak bisa ditunda

DUNIA | 18 Oktober 2021

Mantan Presiden AS Clinton Pulang dari RS California

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton pada Minggu (18/10/2021) diizinkan pulang dari rumah sakit California Selatan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Serangan Koalisi Arab Tewaskan 165 Pemberontak Houthi

Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi telah menewaskan 165 pemberontak Houthi yang didukung Iran.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Harapan Bisa Sekolah Lagi

Anak perempuan Afghanistan mulai kehilangan harapan untuk bisa sekolah lagi.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Meksiko Kedatangan 2.000 Migran Gelap dalam 24 Jam

Meksiko mencatat kedatangan hampir 2.000 migran di negara itu dalam satu hari secara tidak teratur.

DUNIA | 18 Oktober 2021



TAG POPULER

# Jembatan Gantung


# Merah Putih


# Piala Thomas


# Luhut Pandjaitan


# Kasus Covid-19



TERKINI
Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Wagub Imbau DPRD Tidak Perlu Interpelasi

Jakarta Resmi Jadi Tuan Rumah Formula E, Wagub Imbau DPRD Tidak Perlu Interpelasi

MEGAPOLITAN | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings