Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Al Qaeda Berkumpul Lagi di Afghanistan setelah Kemenangan Taliban

Jumat, 17 September 2021 | 13:25 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Kelompok teroris Al Qaeda mungkin berkumpul kembali di Afghanistan yang dikuasai Taliban. Seperti dilaporkan NDTV, Kamis (16/9/2021), asumsi itu dimuat dalam laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA).

Intelnews.org melaporkan Wakil Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat David Cohen menyebut laporan intelijen saat ini menunjukkan beberapa potensi gerakan Al Qaeda kembali ke Afghanistan.

“Namun, CIA, khususnya, sudah bekerja untuk mengembangkan metode untuk bekerja dalam cakrawala,” katanya.

Cohen mengatakan bahwa badan intelijen Amerika sedang memantau situasi dengan cermat. Berbicara di KTT Intelijen dan Keamanan Nasional di Washington, DC, Cohen mengakui bahwa penutupan kedutaan Amerika Serikat di Kabul, serta penutupan jaringan stasiun CIA di seluruh Afghanistan, telah "mengurangi" kemampuan badan-badan intelijen Amerika untuk menilai kondisi di lapangan.

Tetapi Cohen menambahkan banyak informasi intelijen yang telah dikumpulkan dalam beberapa pekan terakhir berasal dari "platform over-the-horizon", yang berarti bahwa pengumpulan tersebut dilakukan dari negara-negara yang berbatasan dengan Afghanistan.

Saat ini, komunitas intelijen Amerika Serikat memperkirakan bahwa Al Qaeda membutuhkan waktu antara satu dan dua tahun untuk mengumpulkan kemampuan serangan sebelumnya, sehingga secara langsung mengancam kepentingan Amerika.

Menurut Intelnews.org, kehadiran Al Qaeda di Afghanistan adalah alasan utama di balik invasi Amerika Serikat ke negara itu pada tahun 2001. Namun, dengan kembalinya Taliban berkuasa di Afghanistan, ada kekhawatiran bahwa Al Qaeda akan kembali lagi di negara yang dilanda perang itu.

Di bawah kepemimpinan Osama bin Laden, Al Qaeda bekerja erat dengan eselon atas Taliban pada 1990-an dan awal 2000-an. Laporan menyebut kontak antara kedua kelompok terus ada, dan berpotensi semakin dalam setelah keluarnya Amerika Serikat dan sekutu Baratnya dari Afghanistan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Meksiko Kedatangan 2.000 Migran Gelap dalam 24 Jam

Meksiko mencatat kedatangan hampir 2.000 migran di negara itu dalam satu hari secara tidak teratur.

DUNIA | 18 Oktober 2021


Tiongkok Kecam AS dan Kanada yang Kerahkan Kapal Perang ke Selat Taiwan

Tiongkok mengecam Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena mengirim kapal perang ke Selat Taiwan

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kongo Akan Dirikan Maskapai Penerbangan Nasional

Geng bersenjata menculik hingga 17 misionaris Kristen Amerika, termasuk anak-anak, di Haiti.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kamboja Persingkat Waktu Karantina untuk Pelancong yang Sudah Divaksin Covid-19

Kamboja telah memutuskan untuk mengurangi masa karantina bagi para pelancong yang divaksinasi lengkap setelah sebagian besar penduduknya divaksinasi

DUNIA | 18 Oktober 2021

Masjidil Haram di Makkah Hapus Aturan Pembatasan Sosial

Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi menghapus aturan pembatasan sosial pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 18 Oktober 2021

Banjir di India, 19 Warga Kerala Tewas dan Puluhan Hilang

Sedikitnya 19 orang tewas dalam banjir di India selatan setelah hujan lebat menyebabkan sungai meluap, memutus kota dan desa.

DUNIA | 18 Oktober 2021

2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

Studi baru mengungkap emisi karbon meningkat dengan kuat dan meningkat di 20 negara terkaya di dunia

DUNIA | 18 Oktober 2021

Konflik Dorong 12,8 Juta Rakyat Nigeria Kelaparan

Sedikitnya 12,8 juta rakyat Nigeria menghadapi kelaparan akibat konflik yang berkepanjangan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Brunei Cetak Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19

Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian Covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Polda Metro Jaya Layangkan Surat Panggilan untuk Rachel Vennya

Polda Metro Jaya Layangkan Surat Panggilan untuk Rachel Vennya

MEGAPOLITAN | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings