PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB: KTT IKlim Glasgow Berisiko Gagal

Jumat, 17 September 2021 | 14:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Pertemuan kritis tentang perubahan iklim akhir tahun ini di Glasgow, Skotlandia berisiko gagal. Seperti dilaporkan Al Jazeera, Kamis (16/9/2021), asumsi itu dilontarkan Sekjen PBB Antonio Guterres terkait ketidakpercayaan antara negara maju dan berkembang dan kurangnya tujuan ambisius di antara beberapa negara berkembang.

"Saya percaya bahwa kita berisiko tidak berhasil dalam COP26," kata Guterres kepada kantor berita Reuters, Rabu (15/9).

Konferensi COP26 PBB di Glasgow bertujuan untuk memeras aksi perubahan iklim yang jauh lebih ambisius, dan uang yang menyertainya, dari para peserta di seluruh dunia.

“Masih ada tingkat ketidakpercayaan, antara utara dan selatan, negara maju dan berkembang, yang perlu diatasi. Kami berada di ambang jurang dan ketika Anda berada di ambang jurang, Anda harus sangat berhati-hati tentang apa langkah selanjutnya. Dan langkah selanjutnya adalah COP26 di Glasgow,” tambah Guterres.

Satu laporan yang diterbitkan oleh berbagai badan PBB pada Kamis (16/9) menyatakan laju perubahan iklim belum diperlambat oleh pandemi global Covid-19, dan dunia tetap tertinggal dalam perjuangannya untuk mengurangi emisi karbon.

“Sekarang ada kemungkinan 40% bahwa suhu global rata-rata dalam satu dari lima tahun ke depan akan setidaknya 1,5Celcius lebih hangat daripada tingkat pra-industri,” bunyi laporan itu.

Pada Senin (20/9), Guterres dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin dunia di sela-sela minggu tingkat tinggi tahunan Majelis Umum PBB dalam upaya untuk membangun peluang keberhasilan pada konferensi iklim, yang diadakan dari 31 Oktober hingga 12 November.

"Tujuan saya dan alasan mengapa kami mengadakan pertemuan pada hari Senin adalah untuk membangun kepercayaan, untuk memungkinkan semua orang memahami bahwa kita semua perlu berbuat lebih banyak," kata Guterres.

“Kita perlu negara-negara maju untuk berbuat lebih, yaitu dalam kaitannya dengan dukungan kepada negara-negara berkembang. Dan kita membutuhkan beberapa negara berkembang untuk bekerja lebih keras dan lebih ambisius dalam pengurangan emisi udara,” katanya.

Hingga saat ini, kata Guterres, dia mengaku belum melihat cukup komitmen negara maju untuk mendukung negara berkembang dan memberikan porsi yang berarti dari dukungan itu untuk kebutuhan adaptasi,

"Pertemuan Senin, yang akan berlangsung secara virtual dan tatap muka, akan ditutup untuk memungkinkan “diskusi yang jujur dan terbuka” tentang bagaimana menghasilkan kesuksesan di Glasgow, kata seorang pejabat senior PBB, yang berbicara dengan syarat anonim.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kongo Akan Dirikan Maskapai Penerbangan Nasional

Geng bersenjata menculik hingga 17 misionaris Kristen Amerika, termasuk anak-anak, di Haiti.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kamboja Persingkat Waktu Karantina untuk Pelancong yang Sudah Divaksin Covid-19

Kamboja telah memutuskan untuk mengurangi masa karantina bagi para pelancong yang divaksinasi lengkap setelah sebagian besar penduduknya divaksinasi

DUNIA | 18 Oktober 2021

Masjidil Haram di Makkah Hapus Aturan Pembatasan Sosial

Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi menghapus aturan pembatasan sosial pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 18 Oktober 2021

Banjir di India, 19 Warga Kerala Tewas dan Puluhan Hilang

Sedikitnya 19 orang tewas dalam banjir di India selatan setelah hujan lebat menyebabkan sungai meluap, memutus kota dan desa.

DUNIA | 18 Oktober 2021

2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

Studi baru mengungkap emisi karbon meningkat dengan kuat dan meningkat di 20 negara terkaya di dunia

DUNIA | 18 Oktober 2021

Konflik Dorong 12,8 Juta Rakyat Nigeria Kelaparan

Sedikitnya 12,8 juta rakyat Nigeria menghadapi kelaparan akibat konflik yang berkepanjangan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Brunei Cetak Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19

Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian Covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kasus Harian Covid-19 Rusia Cetak Rekor

Kasus harian Covid-19 di Rusia mencetak rekor 34.303 pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kemampuan Rudal Hipersonik Tiongkok Kejutkan AS

uji rudal hipersonik berkemampuan nuklir Tiongkok pada bulan Agustus lalu, telah mengejutkan intelijen Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Astronaut Prancis Tangkap Fenomena Aneh di Atas Benua Eropa

Astronaut Prancis Thomas Pesquet baru-baru ini telah menangkap gambar cahaya biru aneh di atas benua Eropa dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

DUNIA | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
PM Jepang: Pelepasan Air Limbah Fukushima Tidak Bisa Ditunda

PM Jepang: Pelepasan Air Limbah Fukushima Tidak Bisa Ditunda

DUNIA | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings