WHO: Kekurangan Vaksin di Afrika Berisiko Mengulang Pandemi dari Awal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

WHO: Kekurangan Vaksin di Afrika Berisiko Mengulang Pandemi dari Awal

Sabtu, 18 September 2021 | 05:22 WIB
Oleh : Grace El Dora / JAS

Brazzaville, Beritasatu.com - Afrika menghadapi kekurangan 470 juta dosis vaksin Covid-19 tahun ini, setelah aliansi Covax memangkas proyeksi pengiriman. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai hal ini akan meningkatkan risiko varian baru dan mematikan.

Hanya 17% dari populasi Afrika yang mampu divaksinasi pada akhir tahun ini. Angka tersebut dinilai kecil dibandingkan target 40% yang ditetapkan oleh WHO unit Afrika. Badan global tersebut menyampaikan hal itu pada pengarahan mingguan di Ibu Kota Kongo, Brazzaville.

“Ketidakadilan yang mengejutkan dan kelambatan yang parah dalam pengiriman vaksin mengancam akan mengubah daerah di Afrika ... tempat berkembang biak untuk varian yang resistan terhadap vaksin," kata Direktur WHO Afrika Matshidiso Moeti, Jumat (17/9/2021).

"Ini bisa membuat seluruh dunia kembali ke titik awal," imbuhnya.

Akibat kekurangan vaksin secara global, aliansi Covax yang dibentuk untuk memastikan pengiriman vaksin secara adil berencana mengirimkan sekitar 150 juta dosis. Namun saat ini pihaknya mengatakan akan memotong jumlah vaksin yang telah disebutkan ke Afrika dari yang direncanakan.

Mempertimbangkan kekurangan ini, sebanyak 470 juta dosis vaksin yang sekarang diharapkan di Afrika hanya akan memungkinkan vaksinasi penuh 17% dari populasi, kata kantor regional WHO.

"Selama negara-negara kaya mengunci Covax dari pasar (vaksin), Afrika akan kehilangan program vaksinasinya," lanjut Moetti.

Menurut WHO, pengurangan target vaksinasi terjadi ketika Afrika melewati angka delapan juta infeksi minggu ini.

Sekitar 95 juta dosis seharusnya telah diterima di Afrika melalui Covax selama September 2021, namun terkendala meski pengiriman telah dimulai kembali. "Afrika hanya mampu memberikan vaksin 50 juta orang atau 3,6% dari populasi," kata WHO Afrika.

Mekanisme pendanaan internasional Covax seharusnya memungkinkan 92 negara bagian dan teritori yang kurang beruntung untuk menerima vaksin gratis, didanai oleh negara-negara yang lebih makmur.

Pekan lalu, pihaknya merevisi ke bawah perkiraannya dan menjelaskan tentang kekurangan pasokan dosis. "Dengan larangan ekspor, prioritasnya diberikan pada perjanjian bilateral antara produsen dan negara, (mengakibatkan) penundaan pengajuan aplikasi untuk disetujui," katanya, menyebutkan salah satu alasan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kemenangan Taliban di Afghanistan Mendorong Radikal Pakistan

Gerakan Taliban Pakistan telah dikuatkan oleh kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Pemimpin Junta Myanmar Salahkan Oposisi Atas Aksi Kekerasan

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing menyalahkan oposisi atas aksi kekerasan yang terjadi.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Israel Perkirakan 2.000 Serangan Roket Hizbullah Per Hari

Israel tidak ingin berperang dengan Hizbullah Lebanon tetapi siap menghadapi sekitar 2.000 roket sehari dari kelompok bersenjata itu jika konflik pecah

DUNIA | 18 Oktober 2021

PM Jepang: Pelepasan Air Limbah Fukushima Tidak Bisa Ditunda

PM baru Jepang Fumio Kishida mengatakan rencana pembuangan massal air limbah yang disimpan di pembangkit nuklir Fukushima tidak bisa ditunda

DUNIA | 18 Oktober 2021

Mantan Presiden AS Clinton Pulang dari RS California

Mantan presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton pada Minggu (18/10/2021) diizinkan pulang dari rumah sakit California Selatan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Serangan Koalisi Arab Tewaskan 165 Pemberontak Houthi

Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi telah menewaskan 165 pemberontak Houthi yang didukung Iran.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Anak Perempuan Afghanistan Kehilangan Harapan Bisa Sekolah Lagi

Anak perempuan Afghanistan mulai kehilangan harapan untuk bisa sekolah lagi.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Meksiko Kedatangan 2.000 Migran Gelap dalam 24 Jam

Meksiko mencatat kedatangan hampir 2.000 migran di negara itu dalam satu hari secara tidak teratur.

DUNIA | 18 Oktober 2021


Tiongkok Kecam AS dan Kanada yang Kerahkan Kapal Perang ke Selat Taiwan

Tiongkok mengecam Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena mengirim kapal perang ke Selat Taiwan

DUNIA | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Kompolnas: Kritik kepada Polri Harus Dianggap Bentuk Perhatian

Kompolnas: Kritik kepada Polri Harus Dianggap Bentuk Perhatian

NASIONAL | 8 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings