Militer AS Minta Maaf atas Serangan Drone yang Tewaskan 10 Warga Sipil di Kabul
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Militer AS Minta Maaf atas Serangan Drone yang Tewaskan 10 Warga Sipil di Kabul

Sabtu, 18 September 2021 | 08:16 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Washington, Beritasatu.com – Militer Amerika Serikat (AS), pada Jumat (17/9/2021) meminta maaf atas serangan pesawat tak berawak (drone) di Kabul bulan lalu yang menewaskan sebanyak 10 warga sipil, termasuk tujuh anak-anak. Dikatakan, serangan itu sebagai kesalahan tragis.

Pentagon menyatakan serangan 29 Agustus menargetkan seorang pengebom bunuh diri ISIS yang menjadi ancaman bagi pasukan pimpinan AS di bandara saat mereka menyelesaikan tahap terakhir penarikan mereka dari Afghanistan.

Bahkan ketika laporan tentang korban sipil muncul, jenderal tertinggi AS itu menggambarkan serangan itu sebagai sesuatu yang “benar".

"Pada saat serangan itu, saya yakin bahwa serangan itu telah mencegah ancaman yang akan segera terjadi terhadap pasukan kami di bandara," Jenderal Korps Marinir Frank McKenzie, kepala Komando Pusat AS, mengatakan kepada wartawan.

"Investigasi kami sekarang menyimpulkan bahwa serangan itu adalah kesalahan yang tragis".

McKenzie mengatakan, dia sekarang percaya bahwa tidak mungkin mereka yang terbunuh adalah anggota afiliasi Negara Islam setempat, ISIS-Khorasan, atau menjadi ancaman langsung bagi pasukan AS. Pentagon sedang mempertimbangkan reparasi, katanya.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan, serangan pesawat tak berawak itu telah menewaskan seorang bernama Ahmadi yang bekerja untuk sebuah organisasi nirlaba Nutrition and Education International.

"Kami sekarang tahu bahwa tidak ada hubungan antara Ahmadi dan ISIS-Khorasan, bahwa aktivitasnya pada hari itu sama sekali tidak berbahaya dan sama sekali tidak terkait dengan ancaman yang kami yakini akan kami hadapi," kata Austin dalam pernyataannya.

"Kami meminta maaf, dan kami akan berusaha untuk belajar dari kesalahan mengerikan ini."

Meskipun jarang pejabat senior Pentagon, termasuk menteri pertahanan, untuk meminta maaf secara pribadi atas warga sipil yang tewas dalam serangan militer, militer AS mengeluarkan laporan tentang warga sipil yang tewas dalam operasi di seluruh dunia.

Laporan segera muncul bahwa serangan pesawat tak berawak telah menewaskan warga sipil termasuk anak-anak. Seorang juru bicara penguasa baru Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid pada saat itu mengatakan, serangan telah menewaskan tujuh orang.

Serangan itu terjadi tiga hari setelah seorang pembom bunuh diri ISIS menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan yang telah berkerumun di luar bandara, putus asa untuk mengamankan kursi pada penerbangan evakuasi, setelah pasukan Afghanistan yang dilatih AS mencair dan Taliban merebut kekuasaan di ibukota.

Setelah pengeboman bunuh diri di bandara, militer AS melancarkan serangan pesawat tak berawak di Afghanistan timur yang dikatakan menewaskan dua militan ISIS, dan Pentagon telah memperingatkan bahwa mereka memperkirakan lebih banyak serangan di bandara termasuk dari roket dan alat peledak yang dibawa kendaraan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: reuters/channelnewsasia

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Uni Eropa Evaluasi Vaksin Covid-19 Pfizer untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Vaksin tersebut didapati mampu menghasilkan respons imun yang kuat pada usia 5-11 tahun dalam uji klinis yang melibatkan 2.268 partisipan.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Singapura Memperluas Skema Kedatangan Tanpa Karantina bagi Pendatang dengan Vaksin

Pendatang yang divaksinasi penuh dari delapan negara akan dapat memasuki Singapura tanpa karantina mulai Selasa (19/10/2021).

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kuartal III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Melambat

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok melambat lebih dari yang diharapkan pada kuartal III-2021.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Mantan Menlu Amerika Colin Powell Meninggal Akibat Covid

Popularitasnya melesat setelah Perang Teluk 1991 ketika pasukan multinasional di bawah PBB mengusir pasukan Irak dari Kuwait.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Akibat Pandemi, 59.757 Calon Jemaah Tunda Ibadah Umrah

Terdapat 59.757 calon jemaah umrah tertunda keberangkatannya akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kemenag Siapkan Skema Ibadah Umrah di Masa Pandemi

Kementerian Agama telah menyusun skema penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kemenangan Taliban di Afghanistan Mendorong Radikal Pakistan

Gerakan Taliban Pakistan telah dikuatkan oleh kembalinya kekuasaan Taliban di Afghanistan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Pemimpin Junta Myanmar Salahkan Oposisi Atas Aksi Kekerasan

Pemimpin junta Myanmar Min Aung Hlaing menyalahkan oposisi atas aksi kekerasan yang terjadi.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Israel Perkirakan 2.000 Serangan Roket Hizbullah Per Hari

Israel tidak ingin berperang dengan Hizbullah Lebanon tetapi siap menghadapi sekitar 2.000 roket sehari dari kelompok bersenjata itu jika konflik pecah

DUNIA | 18 Oktober 2021

PM Jepang: Pelepasan Air Limbah Fukushima Tidak Bisa Ditunda

PM baru Jepang Fumio Kishida mengatakan rencana pembuangan massal air limbah yang disimpan di pembangkit nuklir Fukushima tidak bisa ditunda

DUNIA | 18 Oktober 2021


TAG POPULER

# Merah Putih


# Penembakan Laskar FPI


# Cuaca Ekstrem


# Pasien Covid-19


# Ganjar Pranowo



TERKINI
Rafael Leao: Partai Porto Lawan Milan Seperti Final

Rafael Leao: Partai Porto Lawan Milan Seperti Final

BOLA | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings