Direktur Pelaksana IMF Bantah Mengubah Laporan Bank Dunia untuk Tiongkok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Direktur Pelaksana IMF Bantah Mengubah Laporan Bank Dunia untuk Tiongkok

Sabtu, 18 September 2021 | 11:18 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Washington, Beritasatu.com - Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva membantah penyelidikan independen yang mendapat temuan tentang pekerjaan sebelumnya di Bank Dunia.

Menurut hasil penyelidikan tersebut, Georgieva menekan staf untuk mengubah laporan untuk menghindari kemarahan pemerintah Tiongkok.

Berdasarkan temuan tersebut, Bank Dunia mengumumkan akan segera menghentikan publikasi peringkat World Bank's Doing Business, setelah dalam penyelidikan ditemukan kejanggalan pada edisi 2018 dan 2020.

Georgieva, warga negara Bulgaria yang mulai memimpin IMF pada Oktober 2019, menolak simpulan tentang perannya di Bank Dunia.

"Saya secara fundamental tidak setuju dengan temuan dan interpretasi Investigasi Penyimpangan Data terkait dengan peran saya dalam laporan Doing Business Bank Dunia 2018," katanya dalam sebuah pernyataan, Jumat (17/8/2021).

Tuduhan itu dapat merusak reputasinya dan memberikan dasar bagi kritikus lama Amerika Serikat (AS) terhadap organisasi multilateral dan perlakuan mereka terhadap Tiongkok.

"Ini adalah temuan serius. Tanggung jawab utama kami adalah menegakkan integritas lembaga keuangan internasional," kata Departemen Keuangan AS dalam sebuah pernyataan pada Jumat (17/9). Pihaknya mencatat analisis laporan.

Georgieva mengatakan dirinya memberi tahu dewan IMF tentang situasi tersebut. Dewan diharapkan bertemu untuk membahas masalah tersebut, tetapi tidak ada detil lebih lanjut.

"Kita perlu mendengar sisi ceritanya, tetapi itu tidak terlihat bagus sekarang. Bagi direktur IMF terlibat dalam manipulasi data adalah tuduhan yang cukup memberatkan. Itu memang tampak seperti pukulan nyata pada kredibilitas mereka," jelas Justin Sandefur dari Pusat Pengembangan Global (CGD), yang telah banyak menulis tentang masalah dengan metodologi laporan itu, dilansir dari AFP.

Mengubah Peringkat Tiongkok

Laporan tersebut memberi peringkat kepada negara-negara berdasarkan peraturan bisnis dan reformasi ekonomi mereka, menyebabkan pemerintah berebut tempat yang lebih tinggi untuk menarik investor.

Menurut penyelidikan, pemerintah Tiongkok mengeluh tentang peringkatnya yang ke-78 dalam daftar pada 2017. Laporan tahun setelahnya menunjukkan Tiongkok jatuh lebih jauh.

Bank Dunia saat itu mempersiapkan edisi 2018, sementara kepemimpinan terlibat dalam negosiasi sensitif untuk meningkatkan modal pinjamannya, yang bergantung pada kesepakatan dengan pemerintah Tiongkok dan AS.

Pada minggu-minggu terakhir sebelum laporan tersebut dirilis pada akhir Oktober 2017, presiden Bank Dunia Jim Kim dan Georgieva pada saat itu sebagai CEO Bank Dunia, meminta staf untuk memperbarui metodologi terkait Tiongkok, menurut penyelidikan oleh firma hukum WilmerHale.

Kim membahas peringkat dengan pejabat senior Tiongkok yang kecewa dengan peringkat negara itu. Ajudan mengangkat masalah bagaimana memperbaikinya, menurut ringkasan penyelidikan, yang dirilis oleh Bank Dunia.

Ini dianggap sebagai salah satu pencapaian Kim bahwa ia menggiring kesepakatan untuk peningkatan US$ 13 miliar dalam sumber daya Bank Dunia.

Tawar-menawar itu membutuhkan dukungan dari presiden AS saat itu Donald Trump, yang menentang konsesi pinjaman ke Tiongkok, Sementara pemerintah Tiongkok setuju untuk membayar lebih untuk pinjaman.

Di tengah tekanan dari manajemen, staf mengubah beberapa data input, yang meningkatkan peringkat Tiongkok pada 2018 sebanyak tujuh peringkat menjadi 78, sama seperti tahun sebelumnya. Ini menurut penyelidikan yang menganalisis 80.000 dokumen Bank Dunia dan mewawancarai puluhan karyawan saat ini dan mantan karyawannya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PM Sudan Ditahan di Kediaman Ketua Dewan Militer

Hamdok dan sejumlah menteri pemerintahan sipil ditangkap oleh militer Sudan pada Senin (25/10/2021) di tengah situasi genting di negara tersebut.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Beri Kesaksian di Pengadilan, Suu Kyi Bantah Dakwaan Penghasutan

ung San Suu Kyi membantah dakwaan penghasutan yang mengkhawatirkan publik, dalam kesaksian pengadilan pertamanya.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi Harapkan 3 Hal Ini Jadi Fokus Hubungan ASEAN dengan AS

Ketiga hal tersebut adalah stabilitas kawasan, pemulihan pascapandemi dan kesehatan.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi Dorong Kemitraan Saling Menghormati ASEAN dan Tiongkok

Jokowi mendorong ASEAN dan Republik Rakyat Tiongkok (RTT) terus menjalankan kemitraan yang saling menghormati dan saling menguntungkan.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Konflik dengan Taiwan Disebut Upaya Tiongkok Alihkan Perhatian Domestik

Tiongkok meningkatkan ketegangan dengan Taiwan untuk mengalihkan perhatian domestik dari perlambatan ekonomi dan kekurangan pasokan listrik.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Zuckerberg Setuju Tuntutan Hanoi, Aktivis: Facebook Alat Propaganda Pemerintah Vietnam

Sebuah laporan mengatakan bahwa CEO Mark Zuckerberg secara pribadi telah menandatangani desakan dari Hanoi untuk membatasi posting "anti-negara".

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi: Indonesia Ingin ASEAN Jadi Lokomotif Stabilitas dan Kesejahteraan

Pada KTT ASEAN ke-38 yang digelar secara virtual, Jokowi berharap ASEAN dapat menjadi lokomotif stabilitas dan kesejahteraan kawasan.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Lonjakan Kasus Covid-19, Tiongkok Lockdown Kota Berpenduduk 4 Juta Warga

Warga Lanzhou akan diminta untuk tinggal di rumah, kata pihak berwenang dalam sebuah pernyataan.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Kasus Kematian Covid-19 di Rusia Sentuh Rekor Baru dalam 8 Hari Terakhir

Satgas penanganan Covid-19 Rusia juga melaporkan 36.446 infeksi baru, dibanding dengan 37.930 infeksi sehari sebelumnya.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi: ASEAN dan Korea Berpotensi Besar di Sektor Ekonomi Hijau dan Digital

Ia menerangkan potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan mencapai US$ 200 miliar pada tahun 2025 mendatang.

DUNIA | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kapolres Nunukan


# Cristiano Ronaldo


# Sudi Silalahi


# Upah Minimum


# Valentino Rossi



TERKINI
KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

KPK Ingatkan Azis Syamsuddin Soal Keterangan Palsu di Persidangan

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings