OEDC: Kemajuan Pendanaan Iklim Global Mengecewakan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

OEDC: Kemajuan Pendanaan Iklim Global Mengecewakan

Sabtu, 18 September 2021 | 12:19 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Paris, Beritasatu.com - Negara-negara kaya membuat sedikit kemajuan dalam memenuhi janji mereka untuk menyediakan US$ 100 miliar per tahun bagi negara-negara miskin untuk memerangi perubahan iklim, kata Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) pada Jumat (17/9/2021).

Negara-negara berkembang, yang menanggung dampak terbesar dari perubahan iklim, menerima US$ 79,6 miliar pada 2019. Hal itu disampaikan OECD dalam laporan terbarunya tentang masalah ini.

Jumlah itu lebih dari US$ 20 miliar di bawah apa yang dijanjikan oleh negara-negara kaya setiap tahun, mulai dari 2020. Dana tersebut digunakan untuk membantu negara-negara lebih miskin mulai meninggalkan bahan bakar karbon dan mengatasi dampak iklim di masa depan.

Angka 2019 adalah yang terbaru dan tersedia, menandai peningkatan 2% dari tahun sebelumnya. Namun jumlah dana bantuan menurun tajam sejak itu.

Kelompok pengawas telah memperingatkan angka-angka tersebut masih mungkin meningkat.

"Kemajuan terbatas dalam volume pembiayaan iklim secara keseluruhan antara 2018 dan 2019 mengecewakan, terutama menjelang COP26 (pertemuan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada November 2021)," Sekretaris Jenderal (Sekjen) OECD Mathias Cormann mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Meskipun data yang diverifikasi dengan tepat untuk 2020 tidak akan tersedia hingga awal tahun depan, jelas bahwa pendanaan iklim akan tetap jauh dari targetnya," jelas Cormann.

"Masih banyak yang harus dilakukan. Kami tahu bahwa negara-negara donor mengakui ini," imbuhnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah Kanada dan Jerman memajukan rencana untuk memobilisasi keuangan tambahan yang diperlukan untuk mencapai target tahunan senilai US$ 100 miliar.

Sementara itu, dampak dari pandemi virus corona masih belum diketahui.

Negara-negara berpenghasilan rendah sangat terpukul oleh krisis Covid-19, dengan gelombang penyakit dan penguncian mendatangkan malapetaka secara ekonomi. Ini diperparah oleh bencana dan ancaman, didorong oleh perubahan iklim yang terus meningkat.

Pendanaan iklim publik dari negara-negara maju menyumbang bagian terbesar dari angka 2019, sekitar US$ 62,9 miliar. Sebesar US$ 2,6 miliar lainnya dalam bentuk kredit ekspor yang didukung pemerintah.

Sisanya, sekitar US$ 14 miliar, berasal dari investasi swasta yang dimobilisasi oleh mekanisme publik.

Konferensi tingkat tinggi (KTT) iklim PBB 2009 di Kopenhagen mengamanatkan bahwa negara-negara miskin harus menerima US$ 100 miliar. Perjanjian itu diperbarui dalam Perjanjian Paris 2015.

Tetapi tidak disebutkan dari mana uang itu berasal dan bagaimana akan dialokasikan, Hal ini yang membuat pelacakan perkembangan untuk mencapai program tersebut sulit dilakukan dan menuai sengketa.

Janji tersebut telah menjadi sumber kemarahan yang berulang di negara-negara miskin dan kemungkinan akan menjadi poin kunci dari perselisihan di pembicaraan iklim PBB yang genting di Glasgow pada November 2021. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

“Hallyu”, Ada 20 Kata Korea Kini Masuk ke Kamus Bahasa Inggris Oxford

Gelombang Korea tampaknya menyapu dunia. Kini, sebanyak 20 kata asal Korea telah ditambahkan ke kamus bahasa Inggris atau Oxford English Dictionary.

DUNIA | 16 Oktober 2021

AS Tawarkan Uang Duka untuk Korban Serangan Drone di Afghanistan

Pentagon telah menawarkan sejumlah uang duka kepada keluarga dari 10 warga sipil yang tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Kabul, Afghanistan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Soal Pandora Papers, PM Malaysia: Pihak Berwenang Bisa Ambil Tindakan jika Ada Bukti

Ismail Sabri mengatakan, pemerintah terbuka jika ada individu yang memiliki bukti melanggar hukum negara.

DUNIA | 16 Oktober 2021

ASEAN Sepakat Tak Undang Pemimpin Junta Myanmar di KTT

Sebagai gantinya, ASEAN mengharapkan kehadiran seorang tokoh non-politik Myanmar.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Penjualan Mobil Eropa Tenggelam karena Kekurangan Pasokan Chip

Penjualan mobil baru Eropa turun ke level terendah selama satu September 2021 sejak 1995.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Kuartal III-2021, Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Diperkirakan Turun Menjadi 5%

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok diperkirakan akan melambat lebih lanjut pada kuartal III-2021, menurut jajak pendapat AFP dari analis.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Biden Tanda Tangani RUU Kenaikan Utang Menjadi UU

Joe Biden menandatangani UU pada Kamis (14/10/2021) waktu setempat untuk mencabut otoritas pinjaman negara.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Arab Saudi Izinkan Salat Berjamaah Kapasitas Penuh di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Salat berjamaah dengan kapasitas penuh diperbolehkan di Masjidil Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah mulai Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 16 Oktober 2021

Sita Heroin Senilai Rp 1,4 Triliun, Polisi Australia Tangkap Warga Malaysia

Polisi Australia mengatakan, mereka menyita pengiriman heroin terbesar yang pernah terdeteksi di negara itu, senilai US$ 104 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Indonesia Usulkan Myanmar Tak Kirim Perwakilan Politik di KTT ASEAN

Indonesia mengusulkan partisipasi Myanmar di KTT tidak harus diwakili di tingkat politik sampai Myanmar memulihkan demokrasi melalui proses inklusif.

DUNIA | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Hoegeng Iman Santoso


# Dodi Reza Alex Noerdin


# Direktur TV Penyebar Hoax


# Pinjol Ilegal


# Anthony Ginting



TERKINI
Jelang Hari Pangan Sedunia, PPI Panen Raya Lewat Program Makmur Agro-Solution

Jelang Hari Pangan Sedunia, PPI Panen Raya Lewat Program Makmur Agro-Solution

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings