Tinggalkan Negaranya, 10.000 Lebih Migran Tinggal di Bawah Jembatan Del Rio
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tinggalkan Negaranya, 10.000 Lebih Migran Tinggal di Bawah Jembatan Del Rio

Sabtu, 18 September 2021 | 16:22 WIB
Oleh : LES

Ciudad Acuna, Beritasatu.com - Lebih dari 10.000 migran sebagian besar warga Haiti ditempatkan di sebuah kamp kumuh di bawah jembatan di Texas selatan pada Jumat (17/9/2021) waktu setempat. Orang-orang Haiti itu bergabung dengan warga Kuba, Venezuela, dan Nikaragua di bawah Jembatan Internasional Del Rio melintasi Rio Grande yang menghubungkan Ciudad Acua di Meksiko ke Del Rio, Texas. Mereka tidur di bawah selimut tipis, sementara beberapa orang mendirikan tenda kecil.

Peristiwa itu terjadi bahkan ketika ratusan lainnya menuju ke perbatasan yang menjadi tantangan kemanusiaan dan politik yang berkembang bagi Presiden AS Joe Biden.

Para pejabat di kedua sisi perbatasan AS-Meksiko mengatakan mayoritas migran adalah warga Haiti dan diperkirakan akan lebih banyak lagi yang akan tiba. Sebagian besar orang yang berbicara kepada Reuters tidak datang langsung dari Haiti tetapi telah melakukan perjalanan panjang dan mengerikan melalui Meksiko dan Amerika Tengah dan Selatan.

Beberapa orang mengatakan bahwa mereka mengikuti rute yang dibagikan di antara mereka melalui WhatsApp.

Di Ciudad Acua, dua pekerja di terminal bus utama mengatakan setidaknya dua lusin bus yang penuh dengan orang Haiti tiba pada Jumat. Satu pekerja itu memperkirakan kedatangan individu sekitar 1.100. Seorang pejabat Meksiko mengatakan jumlah migran sekitar 12.000 pada Jumat sore.

Reuters melihat lusinan sebagian besar migran Haiti tiba di terminal, membawa kendi berisi air, ransel dan map yang berisi dokumen perjalanan. Banyak yang mengatakan mereka segera berencana menyeberangi Rio Grande yang dangkal.
Ali Sajous (29) seorang migran Haiti mengatakan, para pejabat AS membagikan nomor untuk pemrosesan imigrasi. Dia, suaminya, dan putrinya yang berusia dua tahun yang tiba Senin adalah No. 910 di antrean keluarga. Pihak berwenang sedang memproses No. 685 pada saat itu, katanya.

Haiti, negara termiskin di belahan barat Bumi, memiliki sejarah yang bermasalah. Pada Juli, presidennya dibunuh, dan pada Agustus gempa bumi besar dan badai dahsyat melanda negara itu.

Banyak orang Haiti yang diwawancarai oleh Reuters mengatakan, mereka dulu tinggal di Amerika Selatan, seringkali Brasil atau Cile, dan sekarang menuju utara karena mereka tidak dapat memperoleh status hukum atau berjuang untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Beberapa warga Haiti juga mengatakan mereka terdorong oleh video di media sosial tentang permohonan suaka di Amerika Serikat.

Seorang pejabat Meksiko, berbicara tanpa menyebut nama, mengatakan sekitar 500 migran kebanyakan warga Haiti naik bus pada Jumat menuju kota perbatasan Reynosa, timur Del Rio dan di seberang McAllen, Texas. Ratusan warga Haiti sudah berada di jembatan perbatasan di sana.

Kemudian pada Jumat, media berita Meksiko Aristegiu Noticias mengatakan pejabat migrasi telah menurunkan sekitar 400 migran dari bus di kota San Fernando. Para migran, termasuk wanita hamil, anak-anak dan orang tua, berencana berjalan sekitar 150 kilometer ke Reynosa, kata laporan itu.

Institut Migrasi Nasional Meksiko (INM) tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Di daerah Del Rio, Reuters menyaksikan ratusan migran mengarungi Rio Grande setinggi lutut kembali ke Meksiko untuk membeli barang-barang penting. Mereka bilang barang-barang itu tak bisa diperoleh di sisi sungai yang berbatasan dengan Amerika.

Dua migran Haiti mengatakan pejabat AS menyediakan makanan panas pada Kamis malam. Paul Marie-Samise (32) mengatakan, dia merindukan makanan itu.

Petugas patroli Perbatasan AS mengatakan pada Kamis bahwa pihaknya menambah staf di Del Rio dan menyediakan air minum, handuk dan toilet portabel. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada Jumat mengumumkan bahwa karena arus masuk massal, pihaknya untuk sementara dan segera menutup gerbang masuk di Del Rio dan mengarahkan lalu lintas perbatasan kembali ke Eagle Pass, sejauh 57 mil arah timur.

Biden, seorang politisi Demokrat yang mulai menjabat presiden pada Januari, telah menjanjikan pendekatan imigrasi yang lebih manusiawi daripada mantan Presiden Donald Trump. Situasi di Del Rio memberi amunisi kepada para kritikus yang mengatakan kebijakan Biden telah mendorong para migran.

Gubernur Texas Greg Abbott menandatangani undang-undang pada Jumat yang memberikan tambahan US$1,8 miliar (Rp 25,6 triliun) dalam pendanaan negara untuk keamanan perbatasan selama dua tahun ke depan. .

Seorang juru bicara Abbott, Renae Eze, mengatakan dalam sebuah surat email kepada Reuters bahwa jika digabungkan dengan lebih dari US$1 miliar (Rp 14,5 triliun) yang dialokasikan sebelumnya, jumlah dana keamanan perbatasan di negara bagian itu menjadi US$3 miliar (Rp42,7 triliun) yang telah dijanjikan Abbot dalam sebuah unggahan Twitter pada Kamis.

"Kami mencoba memperbaiki kegagalan Biden," cuit Abbott.

Pihak berwenang AS menangkap lebih dari 195.000 migran di perbatasan barat daya pada Agustus, menurut data pemerintah yang dirilis pada Rabu, sedikit menurun dari bulan sebelumnya tetapi masih di sekitar level tertinggi dalam 20 tahun.

Sementara Biden membatalkan banyak tindakan imigrasi Trump di awal masa kepresidenannya, ia membiarkan kebijakan pengusiran besar-besaran era pandemi. Sebagian besar migran yang tertangkap melintasi perbatasan AS-Meksiko dengan cepat dikembalikan.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS telah dikritik oleh kelompok-kelompok pro migran dan beberapa politisi Demokrat karena memutus akses hukum ke suaka. Pada Kamis, seorang hakim federal AS memutuskan kebijakan itu tidak dapat diterapkan lagi pada keluarga.

Pemerintahan Biden pada Jumat mengajukan banding atas perintah hakim yang mulai berlaku dalam dua minggu.

Sementara lebih dari 90 persen dari semua orang dewasa lajang yang ditangkap di perbatasan dari Meksiko dan Amerika Tengah dengan cepat diusir berdasarkan kebijakan tersebut, kurang dari 40 persen orang dewasa lajang dari negara lain diusir, menurut data Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada tahun fiskal, yang dimulai Oktober lalu.

Banyak dari mereka yang ditahan berharap untuk dibebaskan ke Amerika Serikat sehingga mereka dapat mengajukan permohonan suaka, sebuah proses yang panjang karena sistem pengadilan imigrasi yang dibebani bertumpuk masalah,



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disebut Ikut Kesepakatan Abraham, Malaysia Bantah Mau Normalisasi dengan Israel

Malaysia berdiri dengan komitmen yang teguh dalam mendukung Palestina dan perjuangan melawan pendudukan Israel.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Presiden G-20 Women’s Forum Dukung Jessica Widjaja

Jessica mendapatkan dukungan dari Presiden G20 Italia, Chiara Corraza sebagai presidensi menuju G20 2022.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Kuwait Hapus Pembatasan bagi Penerima Vaksin Covid-19

Negara Teluk Persia itu telah kembali menjalani kehidupan normal secara perlahan saat kasus harian Covid-19 terus melandai.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

Krisis energi melanda banyak negara di dunia yang sedang dalam pemulihan ekonomi global.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Warga India Pertanyakan Urgensi Foto PM Modi di Sertifikat Vaksin

Sejumlah warga India mempertanyakan urgensi keberadaan foto Perdana Menteri Narendra Modi di sertifikat vaksin Covid-19.

DUNIA | 20 Oktober 2021

November, Hawaii Akan Terbuka untuk Pelancong yang Divaksin Covid-19

Hawaii akan terbuka untuk pelancong yang sudah divaksinasi lengkap untuk urusan bisnis atau kesenangan, mulai 1 November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Israel Deteksi Kasus Pertama Varian Delta Baru

Kasus pertama varian Delta Covid-19 baru yakni "AY4.2" terdeteksi di Israel pada Selasa (19//10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

PM Australia: Teknologi, Cara Terbaik untuk Capai Target Iklim

Target bersih nol emisi karbon pada tahun 2050 akan menjadi "sangat positif" bagi Australia jika itu dapat dicapai melalui teknologi dan bukan harga karbon.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Mata Uang Kripto Merusak Efektivitas Sanksi AS

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 20 Oktober 2021

Uni Eropa Jadi Pengekspor Vaksin Covid-19 Terbesar

Uni Eropa (UE) menjadi pengekspor vaksin Covid terbesar, dengan mengirimkan lebih dari satu miliar dosis ke seluruh dunia.

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Yogyakarta Selesaikan Permasalahan Daerah Lewat Inovasi Teknologi

Yogyakarta Selesaikan Permasalahan Daerah Lewat Inovasi Teknologi

NASIONAL | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings