Kebun Sayur di Atas Taksi, Marak di Bangkok
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kebun Sayur di Atas Taksi, Marak di Bangkok

Sabtu, 18 September 2021 | 22:35 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Bangkok, Beritasatu.com- Kebun sayur baru marak bermunculan di tempat parkir Bangkok, Thailand. Bercak hijau subur dari daun bawang, kemangi, terong dan cabai. Kebun mini itu bukan pemandangan yang biasa, karena tumbuh di atap dan kap puluhan taksi.

Sekitar 200 kendaraan telah berhenti di tempat parkir besar Koperasi Taksi Ratchapruek di jalan Bang Waek selama hampir satu tahun. Taksi-taksi itu ditinggalkan oleh pengemudi yang tidak mampu lagi menyimpannya karena dampak pandemic Covid-19.

“Karyawan saya stres. Kami semua stres di kantor. Jadi kami punya ide untuk menanam sayuran seperti morning glory atau apa saja yang bisa dimakan dengan sambal terasi,” kata Thapakorn Asawalertkul, 54 tahun.

Perlahan, Thapakorn berjalan melewati deretan mobil kosong. Dari atas, mereka terlihat seperti lukisan warna-warni - bentuk tak bernyawa dalam warna oranye terang, merah muda dan putih.

Thapakorn adalah penasihat koperasi taksi Ratchapruek dan Baworn, yang memiliki armada sekitar 8.000 unit taksi.

Pebisnis membantu pengemudi taksi untuk mendapatkan pembiayaan. Yang terakhir biasanya membayar uang muka sekitar 3.000 baht (US$ 91 atau Rp 1,3 juta ) dan seterusnya untuk taksi senilai lebih dari 1 juta baht.

Namun, sejak pandemi melanda Thailand tahun lalu, para pengemudi taksi mengalami kesulitan ekonomi. Pendapatan mereka anjlok karena kekurangan penumpang, sementara utang justru bertambah.

Karena tidak mampu membayar hipotek, banyak yang memilih untuk meninggalkan mobil mereka di koperasi dan kembali ke kampung halaman mereka di provinsi.

“Mereka meninggalkan beban kepada kami karena uang mukanya tidak banyak,” kata Thapakorn.

Thapakorn terlihat lelah di balik topi jerami bertepi lebarnya. Stres membuat dia tidak bisa tidur. Dia mengatakan kepada CNA bahwa kedua koperasi taksi dibebani dengan utang yang melumpuhkan senilai 3 miliar baht dari lebih dari 2.900 kontrak yang tidak terpenuhi.

“Ini kritis dan bunganya mahal. Saya tidak melihat jalan keluar,” tambahnya.

Tak jauh dari situ, beberapa karyawan sedang merawat kebun mini. Salah satunya berdiri di bagasi taksi merah muda untuk menyirami sayuran hijau di atapnya.
Berkebun adalah hal baru bagi banyak dari mereka yang berasal dari tim penjualan, yang dulu bekerja di kantor di seberang jalan.

“Ada begitu banyak mobil di sini dan kami tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan mereka. Jadi, kami memutuskan untuk menanam sayuran untuk dimakan. Apa pun yang tersisa akan dibagikan kepada anggota dan pengemudi kami,” kata Kanlaya Kongnimit, yang telah bekerja untuk Koperasi Taksi Ratchapruek selama 15 tahun

Ribuan taksi tanpa sopir tersebar di sekitar Bangkok. Menurut Thapakorn, koperasi berencana memperluas taman atap mobil mereka di Bang Waek ke bagian lain ibu kota.

Selain menanam sayuran, mereka juga bertani kodok di ban bekas yang ditumpuk di atas kap mesin. Bagian atas ditutupi dengan daun lontar. Dibutuhkan, sekitar tiga bulan sebelum katak bisa dimakan.

“Kami tidak bisa terus-menerus dalam situasi seperti ini dan itu bukan karena saya gagal mengelolanya. Penyakit itu datang begitu saja dan tidak ada yang saling menyalahkan. Saya tidak menyalahkan pemerintah atas manajemen yang buruk. Penyakit ini telah memengaruhi seluruh negeri. Tetap saja, mereka harus menawarkan bantuan kepada operator taksi,” kata Thapakorn.

Sejauh ini, Thailand telah mencatat lebih dari 1,4 juta kasus Covid-19, dengan lebih dari 15.000 kasus kematian.

Pemerintah telah menawarkan untuk membayar uang bantuan senilai 5.000 baht (Rp 2,14 juta) untuk setiap sopir taksi yang ingin mendaftar untuk dana jaminan sosial. Namun, menurut Thienrat Navamawat, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja, pendaftaran hanya tersedia untuk pengemudi berusia 65 tahun ke bawah.

Untuk perusahaan taksi, Thapakorn mengatakan belum banyak bantuan dari pemerintah. “Kami memikul beban yang berat. Ini sangat kritis.”



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiongkok Kecam AS dan Kanada yang Kerahkan Kapal Perang ke Selat Taiwan

Tiongkok mengecam Amerika Serikat (AS) dan Kanada karena mengirim kapal perang ke Selat Taiwan

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kongo Akan Dirikan Maskapai Penerbangan Nasional

Geng bersenjata menculik hingga 17 misionaris Kristen Amerika, termasuk anak-anak, di Haiti.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Kamboja Persingkat Waktu Karantina untuk Pelancong yang Sudah Divaksin Covid-19

Kamboja telah memutuskan untuk mengurangi masa karantina bagi para pelancong yang divaksinasi lengkap setelah sebagian besar penduduknya divaksinasi

DUNIA | 18 Oktober 2021

Masjidil Haram di Makkah Hapus Aturan Pembatasan Sosial

Masjidil Haram di kota suci Makkah, Arab Saudi menghapus aturan pembatasan sosial pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 18 Oktober 2021

Banjir di India, 19 Warga Kerala Tewas dan Puluhan Hilang

Sedikitnya 19 orang tewas dalam banjir di India selatan setelah hujan lebat menyebabkan sungai meluap, memutus kota dan desa.

DUNIA | 18 Oktober 2021

2021, Emisi Karbon dari Negara Kaya Meningkat Pesat

Studi baru mengungkap emisi karbon meningkat dengan kuat dan meningkat di 20 negara terkaya di dunia

DUNIA | 18 Oktober 2021

Konflik Dorong 12,8 Juta Rakyat Nigeria Kelaparan

Sedikitnya 12,8 juta rakyat Nigeria menghadapi kelaparan akibat konflik yang berkepanjangan.

DUNIA | 18 Oktober 2021

Brunei Cetak Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19

Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian Covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kasus Harian Covid-19 Rusia Cetak Rekor

Kasus harian Covid-19 di Rusia mencetak rekor 34.303 pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kemampuan Rudal Hipersonik Tiongkok Kejutkan AS

uji rudal hipersonik berkemampuan nuklir Tiongkok pada bulan Agustus lalu, telah mengejutkan intelijen Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Kereta Cepat


# Merah Putih


# Formula E



TERKINI
Nikita Mirzani Minta Polisi Penjarakan Rachel Vennya

Nikita Mirzani Minta Polisi Penjarakan Rachel Vennya

MEGAPOLITAN | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings