Kunjungan PM Swedia Ciptakan Sejarah Baru

Kunjungan PM Swedia Ciptakan Sejarah Baru
Presiden SBY menerima kunjungan kehormatan PM Swedia Fredrik Reinfeldt di Istana Merdeka, Rabu (14/11). (Foto: presidenri.go.id)
Rabu, 14 November 2012 | 16:27 WIB
Merupakan kunjungan kenegaraan yang pertama kali dilakukan Swedia sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 1952 silam.

Kunjungan Perdana Menteri Kerajaan Swedia, Fredrik Reinfeldt, tidak hanya bersejarah, tapi juga sekaligus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara dengan kerjasama dalam berbagai bidang.

Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY),  kunjungan Reinfeldt beserta delegasi pelaku usaha Swedia di Istana Merdeka pagi ini amatlah bersejarah karena merupakan kunjungan kenegaraan yang pertama kali dilakukan Swedia sejak dibukanya hubungan diplomatik pada 1952 silam.

Awal tahun 2012 ini, sebenarnya SBY menerima kunjungan Raja Swedia Carl Gustaf XVI namun dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pandu Dunia.

SBY dan Reinfeldt membahas berbagai isu dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Istana Merdeka.

”Agenda hubungan bilateral soal perdagangan, investasi, perhubungan, pendidikan, pariwisata dan sektor kesehatan. Kami setuju untuk membuka peluang di wilayah tersebut untuk kepentingan bersama,” kata SBY, dalam keterangan pers usai pertemuan, hari ini.

SBY mengatakan bentuk kerjasama dengan Swedia, sebagaimana kerjasama dengan negara sahabat akan langsung bisa dirasakan oleh masyarakat.

Swedia dan Indonesia telah menjalin kerjasama dengan delapan kota di Indonesia untuk membangun kota yang ramah lingkungan dan juga kerjasama di bidang pendidikan dengan mengirimkan mahasiswa untuk bersekolah di Swedia.

”Kita akan pastikan bahwa future cooperation and partnership langsung diarahkan apa yang bisa diarahkan oleh rakyat kita,” katanya.

Menurut SBY, Indonesia membuka lebar peluang negara sahabat untuk berinvestasi dan bekerjasama dalam bidang ekonomi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai enam persen menjadi indikasi kalau Indonesia pasar yang menarik di tengah krisis ekonomi global.

”Kami persilakan untuk memilih kira-kira peluang ekonomi apa yang disenangi oleh mitra kami di Swedia,” kata SBY.