Prancis Tuduh Australia Berbohong Soal Kesepakatan Kapal Selam
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Prancis Tuduh Australia Berbohong Soal Kesepakatan Kapal Selam

Senin, 20 September 2021 | 10:28 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Paris, Beritasatu.com- Prancis menuduh sekutu lama Australia dan Amerika Serikat berbohong atas pakta keamanan yang membuat pemerintah Australia membatalkan kontrak untuk membeli kapal selam Prancis demi kapal AS.

Seperti dilaporkan Al Jazeera, Sabtu (18/9/2021), Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan 'krisis serius' sekarang sedang berlangsung di antara sekutu setelah Canberra membatalkan kontrak kapal selam dengan Paris.

"Telah terjadi kebohongan, duplikasi, pelanggaran besar terhadap kepercayaan dan penghinaan. Ini tidak akan berhasil," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian pada Sabtu kepada televisi France 2.

Le Drian berbicara sehari setelah Paris, atas perintah Presiden Emmanuel Macron, memanggil duta besarnya untuk Canberra dan Washington, sebuah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengungkapkan tingkat kemarahan di Prancis atas putusnya kontrak bernilai miliaran dolar itu.

“Penarikan duta besar sebagai tindakan sangat simbolis yang bertujuan "untuk menunjukkan betapa tidak bahagianya kami dan bahwa ada krisis serius di antara kami dan untuk mengevaluasi kembali posisi kami untuk membela kepentingan kami,” tambah Le Drian.

Le Drian juga mengeluarkan respons pedas atas pertanyaan mengapa Prancis tidak menarik duta besarnya untuk Inggris, yang juga merupakan bagian dari pakta keamanan yang menyebabkan putusnya kontrak.

“Fakta bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah hubungan antara Amerika Serikat dan Prancis kami memanggil duta besar kami untuk konsultasi adalah tindakan politik yang serius, yang menunjukkan besarnya krisis yang ada sekarang di antara negara kami,” katanya.

Menurut Le Drian, NATO harus memperhitungkan apa yang telah terjadi saat mempertimbangkan kembali strategi pada pertemuan puncak di Madrid tahun depan.

Le Drian menambahkan Prancis akan membuat prioritas sekarang untuk mengembangkan strategi keamanan Uni Eropa ketika mengambil kepresidenan blok itu pada awal 2022.

Prancis sebelumnya telah mencap pembatalan kesepakatan – senilai US$ 40 miliar (Rp 572 triliun) pada tahun 2016 dan dianggap bernilai jauh lebih hari ini – sebagai “tikaman dari belakang”.

Juru bicara Departemen Luar Negeri ASdi Ned Price mengatakan Prancis adalah "sekutu penting" dan bahwa AS akan bekerja dalam beberapa hari mendatang untuk menyelesaikan perbedaan.

Australia menyatakan menyesalkan penarikan duta besar Prancis dan menghargai hubungan dengan Prancis dan akan terus terlibat dengan Paris dalam masalah lain.

"Australia memahami kekecewaan mendalam Prancis atas keputusan kami, yang diambil sesuai dengan kepentingan keamanan nasional kami yang jelas dan terkomunikasikan," kata juru bicara Menteri Luar Negeri Marise Payne, Sabtu.

Aliansi keamanan trilateral, yang dijuluki “AUKUS”, akan melihat AS dan Inggris membantu memproduksi kapal selam bertenaga nuklir untuk militer Australia.

Tiongkok juga mengecam AUKUS, yang tampaknya merupakan upaya untuk melawan pengaruh Beijing di Asia Pasifik.

Sementara itu, diplomat top UE mengatakan pakta baru menunjukkan blok tersebut harus mengembangkan strategi pertahanan dan keamanannya sendiri, khususnya di Indo-Pasifik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Presiden Korsel Desak Pemberian Vaksin Penguat

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Senin (29/11/2021), mendesak pemberian suntikan vaksin penguat yang cepat terhadap Covid-19

DUNIA | 30 November 2021

Varian Omicron, Kuba Perketat Pembatasan

Kuba akan meningkatkan pembatasan mulai 4 Desember untuk penumpang dari negara-negara Afrika tertentu karena kekhawatiran varian virus corona, Omicron

DUNIA | 30 November 2021

Taliban Mulai Perangi Narkoba di Afghanistan

Kelompok milisi Taliban menjanjikan Afghanistan yang bebas narkotika saat mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus lalu.

DUNIA | 30 November 2021

Dua Kali Seminggu, Magdalena Andersson Jadi PM Swedia

Perdana Menteri wanita pertama Swedia Magdalena Andersson telah dua kali diangkat sebagai perdana menteri kurang dari seminggu.

DUNIA | 30 November 2021

Studi: Kebakaran Hutan Australia Dipicu Krisis Iklim

Badan sains nasional Australia menyatakan faktor luar biasa iklim telah memicu kebakaran hutan.

DUNIA | 30 November 2021

Tiongkok Sebut Omicron Tantangan untuk Gelar Olimpiade

Tiongkok memperingatkan, varian Covid-19 Omicron yang menyebar cepat akan menjadi tantangan dalam menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

DUNIA | 30 November 2021

Jepang Konfirmasi Kasus Pertama Varian Omicron

Pemerintah Jepang mengonfirmasi kasus pertama varian baru Covid-19 Omicron, demikian laporan Kantor Berita Kyodo pada Selasa.

DUNIA | 30 November 2021

Kunjungi Jakarta, Asisten Menlu AS Bahas Kerja Sama

Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink melakukan kunjungan kerja ke Jakarta untuk membahas penguatan kerja sama.

DUNIA | 30 November 2021

Bos Moderna Peringatkan Vaksin Kurang Efektif untuk Omicron

Kepala perusahaan (CEO) tersebut memperingatkan, vaksin Covid-19 tidak mungkin seefektif atasi varian Omicron seperti terhadap versi Delta.

DUNIA | 30 November 2021

Omicron di Hong Kong Tak Pengaruhi Kebijakan ke Tiongkok

Ditemukannya kasus positif Covid-19 varian Omicron di Hong Kong tidak memengaruhi rencana pembukaan perbatasan tanpa kewajiban karantina ke Tiongkok.

DUNIA | 30 November 2021


TAG POPULER

# Ameer Azzikra


# Omicron


# Bens Leo


# Cristiano Ronaldo


# Infeksi Lever



TERKINI
Baleg: Revisi UU PPP Harus Dilakukan

Baleg: Revisi UU PPP Harus Dilakukan

POLITIK | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings