Dikecam Gedung Putih, Petugas Berkuda Ancam Imigran Haiti dengan Tali Pecut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dikecam Gedung Putih, Petugas Berkuda Ancam Imigran Haiti dengan Tali Pecut

Selasa, 21 September 2021 | 14:14 WIB
Oleh : LES

Ciudad Acuna, Beritasatu.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengkritik penggunaan tali kekang untuk memecut kuda untuk mengancam imigran Haiti, kata juru bicara Gedung Putih Jen Psaki pada Senin (20/9/2021).

Pernyataan itu disampaikan untuk menanggapi gambar-gambar yang beredar di mana seorang penjaga perbatasan yang menunggang kuda terlihat menyerang sejumlah imigran dekat sebuah kamp di Texas.

Ribuan imigran asal Haiti memenuhi kawasan Del Rio, Texas, setelah menyeberangi sungai Rio Grande dari Ciudad Acuna, Meksiko pada akhir pekan.

Dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar dari mereka bolak-balik ke Ciudad Acuna untuk membeli air dan makanan yang sulit mereka dapatkan di Del Rio.

Sejumlah saksi mata mengaku melihat beberapa petugas berkuda dan bertopi koboi menghalangi jalur para imigran.

Seorang petugas terlihat mengangkat seutas tali seperti jerat ternak yang diayunkan ke wajah seorang imigran, kata saksi.

Sebuah video yang memperlihatkan seorang penjaga perbatasan mengancam para imigran dengan tali beredar di media sosial.

"Saya tidak berpikir siapa pun yang melihat rekaman itu akan menganggap (tindakan) itu bisa diterima atau pantas," kata Psaki kepada wartawan.

Beberapa warganet di media sosial berkomentar bahwa gambar sejumlah orang kulit hitam yang dikejar petugas kulit putih di atas punggung kuda melukiskan ketidakadilan sejarah yang diderita kaum kulit hitam di AS.

Kepala Pengawas Perbatasan AS Raul Ortiz mengatakan insiden itu akan diselidiki untuk memastikan ada tidaknya tindakan "tak pantas" yang dilakukan penegak hukum.

Dia mengatakan para penjaga bertugas dalam lingkungan yang sulit dan berusaha memastikan keselamatan imigran sembari mencari para penyelundup.

Menteri Keamanan Dalam Negeri Alejandro Mayorkas menyebut tali kekang panjang itu digunakan petugas berkuda untuk "mengendalikan kudanya".

"Namun kami akan menyelidiki faktanya," kata dia dalam jumpa pers di Del Rio.

Kamp imigran di bawah jembatan layang di Rio Grande telah menjadi isu panas bagi pemerintah AS yang tengah berusaha menekan aliran imigran yang kabur dari kekerasan geng, kemiskinan ekstrem dan bencana alam di negara mereka.

Kamp tersebut menjadi rumah darurat bagi 12.000 lebih imigran, meski Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan angkanya bisa mencapai 16.000 orang pada Sabtu.

Banyak dari mereka telah menempuh perjalanan jauh dari selatan seperti Cile dan berharap bisa mendapat suaka di AS.

Para imigran pada Senin mengeluhkan sulitnya mendapatkan air dan makanan di kamp tersebut ketika suhu udara mencapai 40 derajat Celsius.

Beberapa dari mereka yang kembali ke AS dari Meksiko untuk membeli kebutuhan terlihat berusaha menyunggi kantong besar berisi es saat berjalan menyeberangi sungai.

"Perlakuan mereka (petugas) kepada kami itu rasisme, lantaran warna kulit kami," kata Maxon Prudhomme, seorang imigran Haiti di tepi sungai Rio Grande di Meksiko.

Ketika matahari mulai tenggelam, sekitar 200 imigran berkemah di sebuah ladang dekat sungai itu di sisi Meksiko. Mereka menggelar kardus dan selimut sebagai alas tidur di bawah pohon.

Sejumlah imigran mengatakan mereka kembali ke Meksiko untuk mencari air dan makanan, sementara yang lain menyeberang karena takut dideportasi ke Haiti oleh pemerintah AS.

Penerbangan pertama yang membawa pulang imigran dari kamp Del Rio tiba di Port-au-Prince, Haiti pada Minggu dan sedikitnya tiga penerbangan berikutnya telah dijadwalkan pada Senin, menurut situs penelusuran penerbangan Flightaware.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Senin berbicara via telepon dengan Perdana Menteri Haiti Ariel Henry tentang repatriasi imigran Haiti di perbatasan selatan AS, kata Deplu AS dalam pernyataan.

Blinken mengatakan di Twitter bahwa dia juga berbicara dengan Menlu Meksiko Marcelo Ebrard "tentang upaya kami mendukung migrasi yang aman, teratur dan humanis".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Terkait Pandora Papers, Presiden Ekuador Tolak Bersaksi di Parlemen

Laporan itu mengklaim, Lasso yang menjabat pada Mei, mengendalikan 14 perusahaan lepas pantai, sebagian besar di Panama.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Disebut Ikut Kesepakatan Abraham, Malaysia Bantah Mau Normalisasi dengan Israel

Malaysia berdiri dengan komitmen yang teguh dalam mendukung Palestina dan perjuangan melawan pendudukan Israel.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Presiden G-20 Women’s Forum Dukung Jessica Widjaja

Jessica mendapatkan dukungan dari Presiden G20 Italia, Chiara Corraza sebagai presidensi menuju G20 2022.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Kuwait Hapus Pembatasan bagi Penerima Vaksin Covid-19

Negara Teluk Persia itu telah kembali menjalani kehidupan normal secara perlahan saat kasus harian Covid-19 terus melandai.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

Krisis energi melanda banyak negara di dunia yang sedang dalam pemulihan ekonomi global.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Warga India Pertanyakan Urgensi Foto PM Modi di Sertifikat Vaksin

Sejumlah warga India mempertanyakan urgensi keberadaan foto Perdana Menteri Narendra Modi di sertifikat vaksin Covid-19.

DUNIA | 20 Oktober 2021

November, Hawaii Akan Terbuka untuk Pelancong yang Divaksin Covid-19

Hawaii akan terbuka untuk pelancong yang sudah divaksinasi lengkap untuk urusan bisnis atau kesenangan, mulai 1 November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Israel Deteksi Kasus Pertama Varian Delta Baru

Kasus pertama varian Delta Covid-19 baru yakni "AY4.2" terdeteksi di Israel pada Selasa (19//10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

PM Australia: Teknologi, Cara Terbaik untuk Capai Target Iklim

Target bersih nol emisi karbon pada tahun 2050 akan menjadi "sangat positif" bagi Australia jika itu dapat dicapai melalui teknologi dan bukan harga karbon.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Mata Uang Kripto Merusak Efektivitas Sanksi AS

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Kurs Rupiah Melemah ke Rp 14.110 Pagi Ini

Kurs Rupiah Melemah ke Rp 14.110 Pagi Ini

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings