PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PBB Kucurkan Dana untuk Sistem Kesehatan Afghanistan

Kamis, 23 September 2021 | 12:06 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Jenewa, Beritasatu.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan dana darurat pada Rabu (22/9/2021) untuk membantu mencegah sistem perawatan kesehatan Afghanistan yang rusak agar tidak runtuh. Pihaknya juga memberi peringatan kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang bencana yang akan segera terjadi.

Kepala Bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan pihaknya telah mengeluarkan dana US$ 45 juta. Ia memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa persediaan obat-obatan, pasokan medis, dan bahan bakar hampir habis di Afghanistan.

"Rantai dingin (cold chain) dikompromikan. Petugas kesehatan penting tidak dibayar," katanya, Rabu (22/9/2021).

Sistem perawatan kesehatan Afghanistan jatuh ke dalam krisis setelah Taliban berkuasa bulan lalu. Kondisi ini memperumit pengiriman bantuan dan membuat banyak fasilitas kesehatan kekurangan staf.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus telah mengunjungi Kabul, bertemu dengan para pemimpin Taliban serta pasien dan pekerja rumah sakit.

"Sistem kesehatan Afghanistan berada di ambang kehancuran. Kecuali tindakan segera diambil, negara itu menghadapi bencana kemanusiaan yang akan segera terjadi," katanya dalam sebuah pernyataan.

Masa-masa Membutuhkan Griffiths mengatakan, ia telah mengeluarkan dana dari Dana Tanggap Darurat Pusat PBB.

"Dengan membiarkan sistem pengiriman perawatan kesehatan Afghanistan berantakan, akan menjadi bencana. Akses orang-orang di seluruh negeri akan ditolak untuk perawatan kesehatan primer, seperti operasi caesar darurat dan perawatan trauma," kata dia.

Dana tersebut, lanjutnya, akan disumbangkan ke badan kesehatan dan badan anak-anak PBB. Dengan bantuan kemitraan dari lembaga nonprofit, memungkinkan mereka untuk mempertahankan rumah sakit, pusat Covid-19, dan fasilitas kesehatan lainnya beroperasi hingga akhir tahun. "PBB bertekad untuk mendukung rakyat Afghanistan pada saat mereka membutuhkan," ujar Griffiths.

Tedros mengatakan, sembilan dari 37 rumah sakit Covid-19 telah ditutup. Sementara semua aspek respons pandemi telah menurun, termasuk pengawasan, pengujian, dan vaksinasi.

Sementara 2,2 juta orang telah divaksinasi sebelum Agustus, tingkat imunisasi telah menurun dengan cepat dalam beberapa minggu terakhir dan 1,8 juta dosis tidak digunakan. "Tindakan cepat diperlukan untuk menggunakan dosis ini dalam beberapa minggu mendatang," kata Tedros.

Aturan Mustahil

Puluhan ribu warga Afghanistan yang terampil, termasuk dokter, telah meninggalkan negara itu. Situasi semakin diperumit oleh wanita yang tidak bekerja karena takut akan pembalasan.

Beberapa wanita yang telah mencoba untuk kembali mengeluhkan pihaknya tidak dapat beroperasi dengan baik, setelah pejabat Taliban setempat memerintahkan agar mereka dipisahkan dari pria.

"Jika saya pergi ke sana, mereka berkata, jangan bekerja dengan gaya berpakaian seperti ini. Jangan bekerja dengan pria. Bekerjalah dengan wanita.' Ini tidak mungkin," kata perawat Latifa Alizada (27) kepada AFP.

"Bagi kami, tidak ada perbedaan antara pria dan wanita, karena kami adalah pekerja medis," lanjutnya. Awal bulan ini, dia meninggalkan perannya di rumah sakit Kabul karena diberitahu tidak ada uang untuk membayar gaji.

Seorang bidan yang bekerja untuk sebuah lembaga nonprofit asing di Lashkar Gah mengatakan kepada AFP bulan lalu bahwa ia disuruh tinggal di rumah oleh majikannya sampai ada kejelasan lebih lanjut dari Taliban.

"Saya benar-benar tidak senang karena saya butuh uang," katanya. (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya, kata Presiden AS Joe Biden.

DUNIA | 22 Oktober 2021

ABK Positif Covid-19, Kapal Pesiar Ditahan Otoritas Hong Kong

Kapal bernama "Spectrum of the Seas" ditahan otoritas Hong Kong setelah seorang anak buah kapal positif Covid-19.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Tak Sengaja, Alec Baldwin Tembak Mati Wanita di Lokasi Shooting

Korban tewas adalah Halyna Hutchins, 42, yang bertugas sebagai direktur fotografi.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Biden Tegaskan Komitmen AS Membela Taiwan

Ketegangan militer antara Taiwan dan Tiongkok berada pada situasi terburuk dalam 40 tahun lebih.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Selandia Baru Bidik 90% Vaksinasi Covid-19 untuk Akhiri Lockdown

Selandia Baru akan mengakhiri penguncian wilayah (lockdown) ketat jika 90 persen populasi yang memenuhi syarat telah mendapat dosis penuh.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Junta Myanmar Tangkap Lagi 110 Tahanan yang Baru Dibebaskan

Junta Myanmar telah menangkap kembali lebih dari 110 orang tahanan politik dan pengunjuk rasa anti-kudeta yang dibebaskan dalam amnesti baru-baru ini.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Geng Haiti “400 Mawozo” Ancam Bunuh Misionaris yang Diculik

Sebanyak 16 warga AS dan satu Kanada, termasuk lima anak-anak, dari Christian Aid Ministries sedang melakukan perjalanan ketika diculik.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Gobel Lakukan Diplomasi Herbal di Belarusia

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel melakukan diplomasi herbal melalui pertemuan dengan Ketua DPR Belarusia, Vladimir Andreichenko.

DUNIA | 22 Oktober 2021

India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19

India telah memberikan satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada Kamis (21/10).

DUNIA | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Dow Cetak Rekor, Torehkan Penguatan Mingguan Tiga Kali Beruntun

Dow Cetak Rekor, Torehkan Penguatan Mingguan Tiga Kali Beruntun

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings