Facebook Diperintahkan Buka Catatan Akun Terkait Kekerasan Anti-Rohingya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Facebook Diperintahkan Buka Catatan Akun Terkait Kekerasan Anti-Rohingya

Kamis, 23 September 2021 | 13:18 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Washington, Beritasatu.com - Hakim di pengadilan federal Amerika Serikat (AS) telah memerintahkan Facebook untuk merilis catatan akun yang terkait dengan kekerasan anti-Rohingya di Myanmar yang telah ditutup oleh raksasa media sosial itu. Demikian laporan Wall Street Journal.

Hakim di Washington mengkritik Facebook karena gagal memberikan informasi kepada penyelidik yang berusaha menuntut Myanmar atas kejahatan internasional terhadap minoritas Muslim Rohingya, kata laporan tersebut.

Facebook telah menolak untuk merilis data tersebut, dengan mengatakan itu akan melanggar undang-undang AS yang melarang layanan komunikasi elektronik untuk mengungkapkan komunikasi penggunanya.

Tetapi hakim mengatakan, posting yang dihapus tidak akan tercakup dalam hukum, menurut Wall Street Journal.

Reuters tidak dapat segera mengakses rincian putusan tersebut, dan Facebook tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Gambia sedang mencari catatan sebagai bagian dari kasus terhadap Myanmar yang sedang dikejar di Pengadilan Internasional di Den Haag. Negara di Asia Tenggara itu dituduh melanggar Konvensi PBB 1948 tentang Genosida.

Pihak berwenang Myanmar berdalih, kekerasan terjadi saat mereka memerangi pemberontakan dan menyangkal melakukan kekejaman sistematis.

Lebih dari 730.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari negara bagian Rakhine Myanmar pada Agustus 2017 setelah tindakan keras militer yang dikatakan para pengungsi termasuk pembunuhan dan pemerkosaan massal.

Kelompok hak asasi mendokumentasikan pembunuhan warga etnis Rohingya dan pembakaran desa.

Shannon Raj Singh, penasihat hak asasi manusia menyebutkan, keputusan hakim itu "penting".

Dalam sebuah postingan di Twitter, dia mengatakan itu adalah "salah satu contoh utama relevansi media sosial dengan pencegahan dan respons kekejaman modern".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: reuters/channelnewsasia

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AS Akan Membela Taiwan dari Invasi Tiongkok

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan akan membela Taiwan jika Tiongkok menyerangnya, kata Presiden AS Joe Biden.

DUNIA | 22 Oktober 2021

ABK Positif Covid-19, Kapal Pesiar Ditahan Otoritas Hong Kong

Kapal bernama "Spectrum of the Seas" ditahan otoritas Hong Kong setelah seorang anak buah kapal positif Covid-19.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Tak Sengaja, Alec Baldwin Tembak Mati Wanita di Lokasi Shooting

Korban tewas adalah Halyna Hutchins, 42, yang bertugas sebagai direktur fotografi.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Biden Tegaskan Komitmen AS Membela Taiwan

Ketegangan militer antara Taiwan dan Tiongkok berada pada situasi terburuk dalam 40 tahun lebih.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Selandia Baru Bidik 90% Vaksinasi Covid-19 untuk Akhiri Lockdown

Selandia Baru akan mengakhiri penguncian wilayah (lockdown) ketat jika 90 persen populasi yang memenuhi syarat telah mendapat dosis penuh.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Junta Myanmar Tangkap Lagi 110 Tahanan yang Baru Dibebaskan

Junta Myanmar telah menangkap kembali lebih dari 110 orang tahanan politik dan pengunjuk rasa anti-kudeta yang dibebaskan dalam amnesti baru-baru ini.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Geng Haiti “400 Mawozo” Ancam Bunuh Misionaris yang Diculik

Sebanyak 16 warga AS dan satu Kanada, termasuk lima anak-anak, dari Christian Aid Ministries sedang melakukan perjalanan ketika diculik.

DUNIA | 22 Oktober 2021

Gobel Lakukan Diplomasi Herbal di Belarusia

Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel melakukan diplomasi herbal melalui pertemuan dengan Ketua DPR Belarusia, Vladimir Andreichenko.

DUNIA | 22 Oktober 2021

India Berikan Satu Miliar Dosis Covid-19

India telah memberikan satu miliar dosis vaksin Covid-19 pada Kamis (21/10).

DUNIA | 22 Oktober 2021


TAG POPULER

# Aipda Ambarita


# WhatsApp


# Tes PCR


# Denmark Terbuka


# Antidoping



TERKINI
Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Jokpro: Selamat Tinggal Jurang Resesi

Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf, Jokpro: Selamat Tinggal Jurang Resesi

POLITIK | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings