Survei: Mayoritas Warga Eropa Tidak Anggap Tiongkok sebagai Ancaman
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Survei: Mayoritas Warga Eropa Tidak Anggap Tiongkok sebagai Ancaman

Sabtu, 25 September 2021 | 09:05 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Brussels, Beritasatu.com- Sebagian besar orang Eropa tidak menganggap Tiongkok sebagai ancaman bagi cara hidup mereka. Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (25/9/2021) temuan itu terungkap dari survei yang diterbitkan oleh Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR).

Survei menemukan Tiongkok tidak dianggap sebagai ancaman meskipun Uni Eropa (UE) menyebut kekuatan Asia sebagai "saingan sistemiknya. Survei yang dilakukan di 12 negara Uni Eropa.

Survei juga menunjukkan bahwa, saat banyak yang percaya perang dingin baru sedang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok atau Rusia, mayoritas responden tidak berpikir bahwa negara mereka sendiri terlibat di dalamnya.

Dari 16.000 warga Uni Eropa yang disurvei, 59% mengatakan bahwa negara mereka sendiri tidak terlibat dalam perang dingin dengan Tiongkok, sementara hanya 15% yang berpendapat sebaliknya.

"Di setiap negara yang disurvei, lebih banyak orang menyangkal bahwa perang dingin baru sedang terjadi antara negara mereka dan Tiongkok daripada yang setuju bahwa itu mungkin terjadi," tulis laporan itu.

Sementara itu, 46% tidak menganggap negara mereka terlibat dalam perang dingin dengan Rusia, dan hanya 25% yang meyakini demikian, menurut survei yang dilakukan pada Mei dan Juni tahun 2021.

Ivan Krastev, salah satu penulis laporan tersebut, mengatakan bahwa kebanyakan orang Eropa cenderung melihat Brussel, dan bukan negara mereka sendiri, sebagai bagian dari perang dingin yang baru. Krastev menyoroti jurang yang tampaknya tumbuh antara lembaga-lembaga Uni Eropa dan warga negara-negara anggota.

Komisi Eropa memperbarui strategi Tiongkok pada 2019, yang secara bersamaan menganggap Tiongkok sebagai mitra kerja sama, mitra negosiasi, pesaing ekonomi, dan saingan sistemik.

Namun jajak pendapat terbaru menemukan bahwa sebagian besar orang Eropa belum menerima gagasan tersebut, dan mayoritas responden tidak melihat Tiongkok sebagai ancaman bagi cara hidup mereka.

"Faktanya, hanya lima persen orang Eropa yang mengatakan bahwa mereka percaya bahwa Tiongkok menguasai dunia," kata laporan ECFR, seraya menambahkan bahwa temuan itu dapat menimbulkan tantangan terbesar bagi pembingkaian Washington atas konflik tersebut.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa survei ECFR sebelumnya telah menunjukkan bahwa orang Eropa tidak melihat meningkatnya persaingan antara Washington dan Beijing sebagai perang mereka, meskipun mereka merasa lebih dekat dengan AS daripada ke Tiongkok.

Dalam survei yang dilakukan pada akhir tahun 2020, ECFR menemukan bahwa kurang dari satu dari sepuluh warga di Jerman dan Prancis berpikir bahwa negara mereka sangat bergantung pada jaminan keamanan Amerika.

"Hampir sepertiga orang di negara-negara itu berpikir bahwa mereka tidak terlalu membutuhkan jaminan sama sekali," kata lembaga kajian itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kasus Kematian Covid-19 di Rusia Sentuh Rekor Baru dalam 8 Hari Terakhir

Satgas penanganan Covid-19 Rusia juga melaporkan 36.446 infeksi baru, dibanding dengan 37.930 infeksi sehari sebelumnya.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Jokowi: ASEAN dan Korea Berpotensi Besar di Sektor Ekonomi Hijau dan Digital

Ia menerangkan potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan mencapai US$ 200 miliar pada tahun 2025 mendatang.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Disayangkan Sikap Myanmar Tak Menyambut Baik Uluran Tangan ASEAN

Presiden memandang Myanmar “tidak menyambut baik uluran tangan ASEAN sebagai keluarga, untuk membantu Myanmar keluar dari krisis politiknya”.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Australia Umumkan Target Emisi Nol pada 2050

Australia akan berkomitmen pada target emisi nol karbon bersih pada tahun 2050.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Turki Capai Tingkat Vaksinasi Covid hingga 115 Juta Dosis

Turki telah memberikan lebih dari 115 juta dosis vaksin Covid-19 sejak memulai kampanye vaksinasi pada Januari.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Nigeria Luncurkan Uang Digital eNaira di Tengah Harapan dan Skeptisme

Nigeria menjadi negara Afrika pertama yang meluncurkan mata uang digital, eNaira.

DUNIA | 26 Oktober 2021

PBB: Dunia Sudah Keluar Jalur Hadapi Pemanasan Global

Konsentrasi gas rumah kaca mencapai rekor tahun lalu dan dunia semakin "jauh dari jalur" dalam membatasi kenaikan suhu

DUNIA | 26 Oktober 2021

Sekjen PBB Tunjuk Utusan Khusus untuk Myanmar

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin (25/10/2021) menunjuk Noeleen Heyzer dari Singapura sebagai utusan khusus baru untuk Myanmar.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Vietnam Akan Tingkatkan Produksi Batu Bara Domestik

Vietnam ingin meningkatkan produksi batu bara domestik karena tak ingin semakin bergantung pada impor.

DUNIA | 26 Oktober 2021

Paus: Jangan Kirim Migran Kembali ke Libia

Paus Fransiskus menyampaikan permohonan berapi-api untuk mengakhiri praktik pemulangan para migran yang diselamatkan di laut ke Libia.

DUNIA | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Menkeu: Praktik Pinjol Ilegal Eksploitatif

Menkeu: Praktik Pinjol Ilegal Eksploitatif

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings