Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Taliban Tidak Bisa Wakili Afghanistan di Majelis Umum PBB

Minggu, 26 September 2021 | 11:58 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Hampir dapat dipastikan bahwa para Taliban yang menguasai Afghanistan tidak akan tampil pada pertemuan para pemimpin dunia Majelis Umum PBB 2021.

Seperti dilaporkan India Express, Minggu (26/9/2021), Juru bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan duta besar Afghanistan yang saat ini diakui untuk PBB adalah Ghulam Isaczai, yang mewakili pemerintahan mantan presiden Ashraf Ghani yang sekarang digulingkan. Isaczai masih terdaftar sebagai dubes untuk negara tersebut.

Taliban menantang mandat duta besar dari mantan pemerintah Afghanistan, yang digulingkan pada 15 Agustus. Taliban meminta hak untuk perwakilan negara itu pada Debat Umum tingkat tinggi majelis. Debat dimulai Selasa dan berakhir Senin (27/9), dengan perwakilan Afghanistan sebagai pembicara terakhir.

Alasan utama penolakan adalah bahwa komite Majelis Umum yang memutuskan tantangan kredensial belum terpenuhi, dan sangat tidak mungkin untuk bertemu saat akhir pekan.

Pada Rabu (22/9), juru bicara Majelis Monica Grayley mengatakan komite sembilan anggota umumnya bertemu pada bulan November dan akan mengeluarkan keputusan "pada waktunya."

Taliban berpendapat bahwa mereka sekarang bertanggung jawab dan memiliki hak untuk menunjuk duta besar. Taliban menguasai sebagian besar Afghanistan bulan lalu ketika pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO berada di tahap akhir penarikan mereka yang kacau dari negara itu setelah 20 tahun.

Dalam satu surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menteri luar negeri Taliban yang baru diangkat, Ameer Khan Muttaqi, mengatakan Ghani “digulingkan” pada 15 Agustus dan bahwa negara-negara di seluruh dunia tidak lagi mengakuinya sebagai presiden.

Oleh karena itu, kata Muttaqi, Isaczai tidak lagi mewakili Afghanistan dan Taliban mencalonkan perwakilan tetap PBB yang baru, Mohammad Suhail Shaheen. Dia adalah juru bicara Taliban selama negosiasi damai di Qatar.

"Kami memiliki semua persyaratan yang diperlukan untuk pengakuan pemerintah. Jadi kami berharap PBB, sebagai badan dunia yang netral, mengakui pemerintah Afghanistan saat ini," kata Shaheen kepada The Associated Press, Rabu.

Ketika Taliban terakhir memerintah dari tahun 1996 hingga 2001, PBB menolak untuk mengakui pemerintah mereka. Sebaliknya PBB memberikan kursi Afghanistan kepada pemerintah Presiden Burhanuddin Rabbani yang sebelumnya didominasi panglima perang, yang dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri pada tahun 2011.

Pemerintah Rabbani-lah yang membawa Osama bin Laden, dalang 9/11, ke Afghanistan dari Sudan pada 1996.

Taliban menginginkan pengakuan internasional dan bantuan keuangan untuk membangun kembali negara yang dilanda perang itu. Namun susunan pemerintahan baru Taliban menimbulkan dilema bagi PBB. Beberapa menteri sementara, termasuk Muttaqi, ikut dalam daftar hitam teroris internasional dan penyandang dana terorisme PBB.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Disebut Ikut Kesepakatan Abraham, Malaysia Bantah Mau Normalisasi dengan Israel

Malaysia berdiri dengan komitmen yang teguh dalam mendukung Palestina dan perjuangan melawan pendudukan Israel.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Presiden G-20 Women’s Forum Dukung Jessica Widjaja

Jessica mendapatkan dukungan dari Presiden G20 Italia, Chiara Corraza sebagai presidensi menuju G20 2022.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Kuwait Hapus Pembatasan bagi Penerima Vaksin Covid-19

Negara Teluk Persia itu telah kembali menjalani kehidupan normal secara perlahan saat kasus harian Covid-19 terus melandai.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Krisis Energi Memukul Pemulihan Ekonomi Global

Krisis energi melanda banyak negara di dunia yang sedang dalam pemulihan ekonomi global.

DUNIA | 21 Oktober 2021

Warga India Pertanyakan Urgensi Foto PM Modi di Sertifikat Vaksin

Sejumlah warga India mempertanyakan urgensi keberadaan foto Perdana Menteri Narendra Modi di sertifikat vaksin Covid-19.

DUNIA | 20 Oktober 2021

November, Hawaii Akan Terbuka untuk Pelancong yang Divaksin Covid-19

Hawaii akan terbuka untuk pelancong yang sudah divaksinasi lengkap untuk urusan bisnis atau kesenangan, mulai 1 November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Israel Deteksi Kasus Pertama Varian Delta Baru

Kasus pertama varian Delta Covid-19 baru yakni "AY4.2" terdeteksi di Israel pada Selasa (19//10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

PM Australia: Teknologi, Cara Terbaik untuk Capai Target Iklim

Target bersih nol emisi karbon pada tahun 2050 akan menjadi "sangat positif" bagi Australia jika itu dapat dicapai melalui teknologi dan bukan harga karbon.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Mata Uang Kripto Merusak Efektivitas Sanksi AS

Meningkatnya penggunaan mata uang kripto dapat merusak efektivitas sanksi ekonomi dan keuangan Amerika Serikat (AS)

DUNIA | 20 Oktober 2021

Uni Eropa Jadi Pengekspor Vaksin Covid-19 Terbesar

Uni Eropa (UE) menjadi pengekspor vaksin Covid terbesar, dengan mengirimkan lebih dari satu miliar dosis ke seluruh dunia.

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
IHSG Dibuka Menguat 0,3%

IHSG Dibuka Menguat 0,3%

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings