Internet Padam di Daerah Konflik, Junta Myanmar Tuding Kelompok Pejuang Penyebabnya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Internet Padam di Daerah Konflik, Junta Myanmar Tuding Kelompok Pejuang Penyebabnya

Senin, 27 September 2021 | 12:57 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Yangon, Beritasatu.com - Junta militer Myanmar membantah kabar yang menyebutkan, mereka mematikan koneksi internet di daerah-daerah yang dilanda konflik. Pihak junta militer menuding, serentetan pemadaman akses internet baru-baru ini terjadi, disebabkan kelompok pejuang antimiliter yang telah menghancurkan menara komunikasi milik pemerintah.

Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi pada Februari, memicu protes besar yang berusaha ditumpas oleh pasukan keamanan dalam tindakan keras berdarah.

Beberapa pihak dalam gerakan anti-kudeta membentuk "pasukan pertahanan rakyat" lokal di kotapraja mereka untuk melawan, dan dalam beberapa pekan terakhir menghancurkan beberapa menara komunikasi milik militer Mytel di negara bagian Chin barat.

Laporan tentang pemadaman internet dan data, khususnya di wilayah di mana pasukan pertahanan lokal dan militer berada dalam konflik, muncul segera setelah itu.

Kementerian luar negeri junta Myanmar pada hari Sabtu (25/9/2021) membantah bahwa Dewan Administrasi Negara, sebagai pihak yang bertanggung jawab.

"Faktanya, koneksi internet baru-baru ini terganggu karena aksi teroris seperti penghancuran menara komunikasi oleh kelompok teroris," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Kementerian mendesak beberapa misi asing di Yangon untuk memverifikasi informasi secara menyeluruh sebelum membuat pernyataan".

Myanmar pasca-kudeta tidak asing dengan pemadaman internet, dengan junta memberlakukannya pada dini hari 1 Februari ketika tentara menangkap Aung San Suu Kyi dan politisi top lainnya dari partai Liga Nasional untuk Demokrasi.

Pemadaman data seluler nasional juga diberlakukan pada malam hari di minggu-minggu setelah powergrab.

Pada hari Minggu (26/9/2021), pejuang anti-kudeta mengatakan kepada AFP bahwa layanan telekomunikasi di kotapraja Pinlebu, Kawlin dan Wuntho di wilayah Sagaing utara padam, di mana bentrokan dengan militer berlangsung dengan sengit.

"Kami tidak dapat menggunakan Internet dan telepon sejak pukul 02.00,” kata seorang pejuang anti-kudeta yang melarikan diri dari Kawlin kepada AFP.

Ia menambahkan, pasukan keamanan telah membanjiri daerah itu.

"Rakyat khawatir junta akan melancarkan operasi besar," katanya, yang tanpa menyebut nama.

Anggota pasukan pertahanan lokal lainnya mengatakan mereka tidak bisa lagi menjangkau pejuang mereka di Pinlebu.

Serangan-serangan yang ditingkatkan dari para pejuang anti-kudeta terjadi setelah "Pemerintah Persatuan Nasional" yang memproklamirkan diri, yang sebagian besar terdiri dari anggota parlemen dari partai terguling Aung San Suu Kyi, mendesak warga untuk menargetkan aset militer di daerah mereka.

Lebih dari 1.100 warga sipil telah tewas dan sekitar 8.000 ditangkap sejak kudeta, menurut pengamat lokal.

Junta telah melakukan perebutan kekuasaannya dengan menuduh telah terjadi penipuan besar-besaran selama pemilihan umum pada akhir tahun 2020 yang dimenangi partai Aung San Suu Kyi dengan telak.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Brunei Cetak Rekor Tertinggi Kasus Harian Covid-19

Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian Covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kasus Harian Covid-19 Rusia Cetak Rekor

Kasus harian Covid-19 di Rusia mencetak rekor 34.303 pada Minggu (17/10/2021).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kemampuan Rudal Hipersonik Tiongkok Kejutkan AS

uji rudal hipersonik berkemampuan nuklir Tiongkok pada bulan Agustus lalu, telah mengejutkan intelijen Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 17 Oktober 2021

Astronaut Prancis Tangkap Fenomena Aneh di Atas Benua Eropa

Astronaut Prancis Thomas Pesquet baru-baru ini telah menangkap gambar cahaya biru aneh di atas benua Eropa dari Stasiun Luar Angkasa Internasional.

DUNIA | 17 Oktober 2021


Syuting di Luar Angkasa Usai, Aktris dan Sutradara Rusia Mendarat dengan Selamat di Bumi

Setelah syuting film pertama di luar angkasa, aktris Rusia Yulia Peresild, produser-sutradara Klim Shipenko dan kosmonaut Oleg Novitskiy kembali ke bumi.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Covid-19 Rusak Kesehatan Mental Masyarakat, Kasus Bunuh Diri di Thailand Meningkat

Kasus bunuh diri meningkat di Thailand karena Covid-19 telah merusak kesehatan mental masyarakat selama hampir dua tahun.

DUNIA | 17 Oktober 2021

17 Misionaris AS dan Keluarganya Diculik di Haiti

17 misionaris Kristen Amerika Serikat (AS) beserta para keluarganya diculik anggota geng di ibu kota Haiti.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Bahas Prakarsa Kerja Sama Baru

Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya sejak ia dilantik sebagai Menlu pada pada 30 Agustus 2021.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Dihukum Seumur Hidup karena Bunuh Temannya, Jutawan AS Ini Terinfeksi Covid-19

Pengusaha real estat AS Robert Durst, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena membunuh sahabatnya.

DUNIA | 17 Oktober 2021


TAG POPULER

# Guru Honorer


# Kereta Cepat


# Kasus Covid-19


# Piala Thomas


# Dodi Reza Alex Noerdin



TERKINI
Ahmad Sahroni: Mari Sukseskan Formula E di Jakarta pada 4 Juni 2022

Ahmad Sahroni: Mari Sukseskan Formula E di Jakarta pada 4 Juni 2022

OTOMOTIF | 10 detik yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings