IMF Perkirakan Subsidi Bahan Bakar Fosil Global hingga Rp 85.609 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IMF Perkirakan Subsidi Bahan Bakar Fosil Global hingga Rp 85.609 Triliun

Selasa, 28 September 2021 | 09:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New York, Beritasatu.com- Penelitian Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan subsidi bahan bakar fosil global mencapai sekitar US$ 6 triliun (Rp 85.609). Jumlah itu sekitar 70% dari "pendanaan yang kurang" untuk biaya lingkungan yang terkait dengan bahan bakar.

Seperti dilaporkan AFP, Sabtu (25/9/2021), pernyataan itu diungkapkan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva pada pertemuan puncak energi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

IMF sebelumnya memperkirakan biaya tersebut sekitar US$ 5,2 triliun (Rp 74.195 triliun) pada 2017.

“Kabar baiknya adalah bahwa emisi karbon global akan turun sepertiga - sejalan dengan menjaga pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius - jika harga bahan bakar fosil meningkat untuk sepenuhnya mencerminkan biaya lingkungan dan pasokan pada tahun 2025,” kata Georgieva dalam sambutannya kepada KTT energi di sela-sela Sidang Umum PBB.

Komentar Georgieva muncul ketika pemerintah dan sektor swasta berjanji untuk menghabiskan lebih dari US$ 400 miliar (Rp 5.707 triliun) pada pertemuan puncak yang menyerukan percepatan upaya untuk mencegah bencana perubahan iklim.

Komitmen pengeluaran, banyak yang telah diumumkan sebelumnya, termasuk proyek untuk memperluas akses listrik di negara-negara berkembang, meningkatkan teknologi memasak bersih dan meningkatkan efisiensi energi sebagai bagian dari upaya dekarbonisasi sistem energi.

Pada Jumat, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres meminta dunia untuk melipatgandakan upaya energi terbarukan untuk mencegah darurat iklim dan mengatasi kemiskinan energi global.

Guterres menggambarkan mandat tersebut sebagai "keharusan ganda - untuk mengakhiri kemiskinan energi dan membatasi perubahan iklim.

"Dan kami memiliki jawaban yang akan memenuhi kedua keharusan itu. Energi yang terjangkau, terbarukan, dan berkelanjutan untuk semua," kata Guterres.

PBB menyatakan sekitar 760 juta orang di seluruh dunia saat ini kekurangan akses listrik. Guterres mengatakan dunia harus bertujuan untuk mengurangi jumlah itu menjadi setengahnya pada tahun 2025.

Guterres mencatat telah ada beberapa kemajuan, dengan energi terbarukan sekarang terdiri dari 29 persen dari pembangkit listrik global.

"Tapi itu tidak cukup cepat. Kita masih jauh dari mampu menyediakan energi bersih dan terjangkau untuk semua," kata Guterres.

Guterres mengatakan dunia harus mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 45% pada 2030 dari tingkat 2010 untuk membatasi kenaikan suhu hingga 1,5 derajat Celcius.

Guterres menyerukan empat kali lipat kapasitas surya dan angin pada saat itu, bagian dari dorongan untuk tiga kali lipat investasi pada energi terbarukan dan efisiensi energi menjadi US$5 triliun (Rp 71.341 triliun) per tahun. Dia juga meminta pihak berwenang untuk menghapus subsidi pada produksi bahan bakar fosil dan "memberi harga pada karbon".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

Global Hunger Index (GHI) 2021 menunjukkan situasi kelaparan yang mengerikan di dunia saat menghadapi banyak krisis.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Wanita Turki Jadi Pemegang Gelar Tertinggi di Dunia

Guinness World Records menobatkan seorang wanita berusia 24 tahun dari Turki sebagai wanita tertinggi di dunia.

DUNIA | 17 Oktober 2021

Saat Rezim Putin, 5 Juta Warga Rusia Pilih Jadi Imigran

Lima juta orang telah meninggalkan Rusia selama 20 tahun pemerintahan Presiden Vladimir Putin.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Brunei Mulai Bagikan Dosis Ketiga Vaksin Covid-19

Pemerintah Brunei Darussalam pada Jumat (15/10/2021) mulai memberikan dosis ketiga vaksin Covid-19 untuk para pekerja garda depan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

DK PBB Perluas Mandat Misi Politik di Haiti

Dewan Keamanan pada Jumat (15/10/2021) mengadopsi resolusi untuk memperpanjang mandat Kantor Terpadu PBB di Haiti (BINUH) hingga 15 Juli 2022.

DUNIA | 16 Oktober 2021

2035, Chile Akan Larang Sebagian Kendaraan Non-Listrik

Chile akan melarang penjualan sebagian besar kendaraan pembakaran internal untuk mendukung kendaraan listrik mulai tahun 2035

DUNIA | 16 Oktober 2021

Studi: Deforestasi Tak Kunjung Berakhir

Para peneliti memperingatkan deforestasi tak kunjung berakhir dan dunia gagal untuk membantu memenuhi tujuan iklim dan alam.

DUNIA | 16 Oktober 2021


ISIS-Khorasan Klaim Serangan di Masjid Kandahar

ISIS-Khorasan atau ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas serangan bunuh diri mematikan di Masjid Fatimiya, Kandahar, Afghanistan selatan.

DUNIA | 16 Oktober 2021

Setelah Tekanan Global, PM Australia akan Hadiri KTT COP26

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan akan menghadiri konferensi iklim PBB COP26 setelah berminggu-minggu mengalami keraguan.

DUNIA | 16 Oktober 2021


TAG POPULER

# Dodi Reza Alex Noerdin


# OJK


# Piala Thomas


# Pinjol Ilegal


# Kasus Covid-19



TERKINI
47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

47 Negara Akan Gagal Capai Tingkat Kelaparan Rendah

DUNIA | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings