Kebijakan Tiga Garis Merah Tiongkok, Apa Maksudnya?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kebijakan Tiga Garis Merah Tiongkok, Apa Maksudnya?

Selasa, 28 September 2021 | 16:28 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / HA

Beritasatu.com – Pemerintah Tiongkok telah menerbitkan kebijakan untuk membatasi jumlah utang perusahaan-perusahaan properti. Kebijakan itu oleh media setempat disebut sebagai “tiga garis merah”.

Salah satu alasan yang mendorong Beijing mengambil tindakan itu tahun lalu adalah fakta bahwa delapan dari 10 pengembang properti dengan utang terbesar di dunia berada di Tiongkok.

Kebijakan ini menetapkan metrik tertentu yang harus dipenuhi pengembang properti agar mereka bisa menambah utang lagi. Sektor properti mencakup sekitar 29% dari output ekonomi Tiongkok sehingga kebijakan itu bakal punya dampak sangat besar.

Bagaimana cara kerjanya?
Bank sentral Tiongkok atau The People’s Bank of China dan Kementerian Perumahan mengumumkan tahun lalu bahwa mereka merancang aturan finansial baru bagi perusahaan-perusahaan real estate. Para pengembang yang ingin mencari utang akan ditelusuri lewat tiga pedoman pokok:

- Utang tidak boleh melebihi 70% nilai aset, tidak termasuk hasil penjualan di muka dari proyek-proyek yang tertuang dalam kontrak
- Nilai utang maksimal adalah 100% dari ekuitas
- Rasio antara dana tunai dan pinjaman jangka pendek minimal berbanding satu

Para pengembang kemudian dikelompokkan berdasarkan batasan yang mereka langgar dan setiap pelanggaran akan berdampak pada pembatasan penambahan utang.

Jika sebuah perusahaan properti bisa memenuhi tiga batasan tersebut, dia boleh menambah utangnya maksimal 15% pada tahun berikutnya.

Kenapa harus ditarik garis?
Alasan utamanya adalah kekhawatiran terjadinya housing bubble – dan bahwa gelembung itu akhirnya akan pecah. Dalam periode 15 tahun sampai 2020, harga rumah di Tiongkok sudah meningkat enam kali lipat. Harga-harga properti di kota baru seperti Shenzhen bahkan lebih mahal daripada di London.

Utang yang diambil para pengembang properti menjadi salah satu penyebab naiknya harga. Mereka menaikkan harga rumah agar mampu membayar bunga utang.

Para pembeli potensial berduyun-duyun datang ketika efek pandemi Covid-19 mulai mereda sehingga harga properti tetap tinggi meskipun ekonomi global mengalami perlambatan. Tiongkok khawatir akan mengulangi kesalahan Jepang pada 1990-an kalau tidak segera membatasi kredit dan menutup para pengutang insolvent – mereka yang tidak punya dana untuk melunasi utang.

Pada September tahun lalu, potensi masalah sudah muncul lewat krisis utang yang melanda China Evergrande Group, pengembang properti dengan utang terbesar di dunia. Kasus Evergrande kembali mengemuka sekarang ini.

Apa implikasinya bagi pengembang?
Dalam jangka pendek, pengembang dengan neraca keuangan yang lemah dan banyak bergantung pada penjualan di kota-kota kecil akan dipaksa untuk menurunkan harga demi mendongkrak penjualan dan menambah pemasukan tunai.

Evergrande bahkan menawarkan diskon hingga 30% -- potongan harga paling besar yang pernah dilakukan.

Selain itu juga bisa menimbulkan gelombang penjualan ekuitas dan pelepasan unit-unit usaha sekunder.

Dalam jangka panjang, kebijakan ini akan mendorong para pengembang untuk menekuni bidang di luar perumahan, seperti perkantoran dan retail.

Bagaimana tolok ukurnya?
Di bawah kebijakan tiga garis merah, perusahaan diberi nilai hijau, oranye, kuning, atau merah berdasarkan pada “jumlah garis” yang mereka langgar.

Menurut bank investasi UBS, pada Januari lalu hanya lima dari 52 pengembang properti besar yang masuk zona hijau karena bisa memenuhi metrik-metrik tersebut.

Di zona merah ada delapan perusahaan, termasuk Evergrande.

Seorang pria berjalan melintasi proyek apartemen Evergrande di Shanghai, 24 September 2021. (AFP)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Nikkei, Bloomberg

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tiongkok Rancang Aturan yang Bisa Hukum Orang Tua Atas Kelakuan Buruk Anaknya

Orang tua di Tiongkok yang anak-anaknya menunjukkan "perilaku yang sangat buruk" atau melakukan kejahatan dapat menghadapi hukuman.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tak Dilibatkan dalam Pembicaraan dengan Taliban, Utusan AS untuk Afganistan Mundur

Kepergian Khalilzad terjadi setelah ia tidak dilibatkan dalam pembicaraan resmi pertama antara pemerintah Joe Biden dengan Taliban.

DUNIA | 19 Oktober 2021


Komisi Eropa Apresiasi Komitmen Indonesia Atasi Perubahan Iklim Dunia

Timmermans mengungkapkan, ada ambisi yang jelas dari Indonesia, yaitu menjadi salah satu pemimpin iklim di ASEAN.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Donald Trump Gugat Komite DPR yang Selidiki Kerusuhan di Capitol

Menurut Trump, komite itu meminta catatan Gedung Putih tentang dirinya secara tidak sah.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Sudah Divaksin Lengkap Namun Meninggal, Ini Penjelasan Medis Dokter dari Kasus Colin Powell

Mantan Menlu AS Colin Powell meninggal karena komplikasi Covid-19. Keluarganya mengumumkan, dia telah divaksinasi lengkap.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Setelah Dikeluarkan dari KTT ASEAN, Junta Myanmar Bebaskan Ratusan Tahanan Politik

Pemerintahan junta militer Myanmar telah membebaskan ratusan tahanan politik dari penjara Insein, termasuk juru bicara partai Aung San Suu Kyi.

DUNIA | 19 Oktober 2021

Tersangka Pembunuh yang Dapat Simpati Publik Tiongkok, Akhirnya Tewas dalam Pelarian

Tingkat simpati dan dukungan sangat tidak biasa bagi seorang tersangka pembunuh di Tiongkok, di mana pelaku pembunuhan dapat dihukum mati.

DUNIA | 19 Oktober 2021

5 Orang Tewas Diserang di Norwegia, Polisi: Korban Ditikam Bukan Dipanah

Korban, empat perempuan dan satu pria berusia 52-78 tahun tewas dalam serangan 13 Oktober di Kota Kongsberg, yang berjarak sekitar 70 km dari Ibu Kota Oslo.

DUNIA | 19 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Liga Champions


# Singapura


# PPKM



TERKINI
Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

Masuk PKPU, Perusahaan Pengembang Apartemen Gayanti

NASIONAL | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings