Yunani Beli Kapal Perang Prancis untuk Meningkatkan Pertahanan UE
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Yunani Beli Kapal Perang Prancis untuk Meningkatkan Pertahanan UE

Rabu, 29 September 2021 | 07:24 WIB
Oleh : Grace El Dora / EHD

Paris, Beritasatu.com - Pemerintah Prancis dan Yunani pada Selasa (28/9/2021) menandatangani kesepakatan bernilai miliaran euro bagi Yunani untuk membeli tiga kapal perang Prancis. Kesepakatan itu dipuji oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron sebagai dorongan besar bagi ambisi pertahanan Uni Eropa (UE).

Nota kesepahaman untuk pembelian kapal perang fregat Belharra ditandatangani kurang dari dua minggu setelah pemerintah Prancis terguncang oleh pembatalan kontrak oleh Australia.

Sebelumnya, pemerintah Australia sempat berencana membeli kapal selam Prancis sebagai bagian dari pakta pertahanan baru dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Setelah bertemu Perdana Menteri (PM) Yunani Kyriakos Mitsotakis di Istana Elysee, Macron mengatakan Yunani akan membeli tiga fregat dari Prancis sebagai bagian dari kemitraan strategis yang lebih dalam antara kedua negara, untuk mempertahankan kepentingan bersama di Mediterania.

"Kesepakatan ini menandai langkah pertama yang berani menuju otonomi strategis Eropa," kata Macron, Selasa (28/9/2021).

Ia menyebut keputusan pemerintah Yunani untuk membeli kapal perang Belharra sebagai tanda kepercayaan bagi industri pertahanan Prancis, melawan persaingan terutama dari kelompok AS Lockheed Martin.

Kesepakatan itu juga mengirimkan sinyal yang jelas dari pemerintah Prancis setelah kerugian besar bulan ini hingga miliaran euro kontrak untuk kapal selam dengan Australia. Negara tersebut kemudian mengumumkan rencana pembelian kapal selam bertenaga nuklir dari AS.

"Ini berkontribusi pada keamanan Eropa dan penguatan otonomi dan kedaulatan strategis Eropa, karena itu untuk perdamaian dan keamanan internasional," tutur Macron.

Pemimpin Prancis tersebut telah lama bersikeras bahwa Eropa perlu mengembangkan kemampuan pertahanannya sendiri dan tidak lagi sangat bergantung pada AS. Ia bahkan memperingatkan bahwa NATO sedang mengalami kematian otak.

"Hari ini adalah hari bersejarah bagi Yunani dan Prancis. Kami telah memutuskan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral kami," kata Mitsotakis.

Dia mengatakan, perjanjian itu melibatkan dukungan bersama dan aksi bersama di semua tingkatan, serta opsi untuk membeli fregat keempat.

Tidak ada rincian keuangan yang diberikan tentang nilai kesepakatan, tetapi kapal akan dikirim mulai 2024.

Kesepakatan itu tidak termasuk penjualan kapal perang kecil korvet Gowind dari Prancis, kemungkinan yang sempat disebut dalam laporan media Yunani. "Pembangunan oleh Prancis dari peralatan canggih ini berkontribusi pada pertahanan Eropa yang ambisius," ujar Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly.

Tidak Antagonis

Mitsotakis menambahkan, kesepakatan dengan Prancis tidak akan mempengaruhi pembicaraan tentang perpanjangan perjanjian kerja sama pertahanan yang sudah berlangsung lama antara Yunani dan AS. Terlepas dari ketegangan yang meninggi antara UE dan AS setelah masalah pembelian kapal selam dengan Australia.

Perjanjian itu tidak bertentangan dengan hubungan Yunani-AS, katanya. Mitsotakis mengutip bagaimana pemerintah Prancis mendukung Yunani selama masa-masa sulit di musim panas 2020. Ia merujuk pada tantangan Turki atas hak wilayah Yunani di Laut Aegea.

Macron menambahkan bahwa penjualan fregat tidak dimaksudkan untuk dilihat sebagai ancaman terhadap pemerintah Turki. Melainkan sarana untuk bersama-sama memastikan keamanan di Mediterania serta di Afrika Utara, Timur Tengah, dan Balkan.

Pemerintah Yunani dan Prancis telah membangkitkan kemarahan Turki pada Januari 2021, ketika mereka menandatangani kesepakatan bernilai 2,5 miliar euro (US$ 3 miliar) untuk 18 jet Rafale, 12 bekas dan enam baru. Ini merupakan bagian dari program senjata yang sedang berkembang untuk melawan ambisi Turki.

Awal bulan ini, Mitsotakis mengejutkan banyak pengamat dengan rencana untuk membeli enam jet Rafale tambahan sehingga total pesanan menjadi 24 unit. "(Kapal) itu tidak ditujukan kepada siapa pun," kata Macron.

"Ini memungkinkan tindakan yang lebih efisien dan terkoordinasi untuk perdamaian, kerja sama, dan stabilitas, dalam tatanan internasional yang didirikan di atas supremasi hukum dan penghormatan penuh terhadap komitmen," imbuhnya.

Macron juga berjanji bahwa pakta AS-Australia tidak akan memengaruhi strategi pemerintah Prancis untuk kawasan Indo-Pasifik, di mana Tiongkok tidak merahasiakan keinginannya untuk menjalankan kekuasaan militer yang signifikan.

"Kami memiliki satu juta warga yang tinggal di wilayah itu dan lebih dari 8.000 tentara dikerahkan di sana," kata Macron. Ia merujuk pada kehadiran pemerintah Prancis melalui beberapa wilayah seberang laut di kawasan itu.

Meski demikian, ia menambahkan, Eropa harus berhenti bersikap naif mengenai persaingan geopolitik. Sementara iia membenarkan bahwa duta besar Prancis untuk AS, yang dipanggil pulang setelah masalah terkait kapal selam, akan kembali di pada Rabu (29/9). (afp/eld)



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

UE: Kembali ke Batu Bara Akan Jadi Tragedi Iklim

Kembali menggunakan energi kotor dari batu bara selama krisis energi saat ini akan menjadi tragedi iklim.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Muhammad Kembali Jadi Nama Bayi yang Populer di Inggris

Muhammad adalah nama paling populer kelima untuk bayi laki-laki Inggris pada tahun 2020.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Serangan Bom di Damaskus, 14 Tentara Suriah Tewas

Serangan bom ganda di Damaskus tewaskan 14 personel militer Suriah pada Rabu (20/10/2021).

DUNIA | 20 Oktober 2021

Taliban Sepakat Dukung Vaksinasi Polio di Afghanistan

Petugas kesehatan di Afghanistan akan memulai program vaksinasi polio dari rumah ke rumah pada November.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Gunung Aso Meletus, Warga Jepang Diminta Waspada Aliran Lava

Para pejabat Jepang memperingatkan ancaman aliran lava dan batu yang jatuh akibat letusan gunung berapi Aso.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Untuk Potensi Gempur Iran, Israel Siapkan Anggaran Rp 21,1 Triliun

Israel telah menyetujui anggaran sekitar Rp 21,1 triliun yang akan digunakan untuk kemungkinan militer menggempur program nuklir Iran.

DUNIA | 20 Oktober 2021

10.000 Anak di Yaman Terbunuh atau Cacat Akibat Kekerasan Sejak 2015

Sekitar 10.000 anak-anak Yaman telah tewas atau terluka sejak Maret 2015 dalam perang milisi Houthi yang didukung Iran melawan pemerintah sah Yaman

DUNIA | 20 Oktober 2021

Oktober, 1 Warga Rumania Mati Tiap 5 Menit Akibat Covid-19

Covid-19 telah merenggut satu nyawa setiap lima menit di Rumania selama bulan Oktober.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Nigeria Bujuk Bank Dunia untuk Danai Pabrik Vaksin

Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo mengatakan pemerintah sedang membujuk Bank Dunia untuk mendanai pabrik vaksin.

DUNIA | 20 Oktober 2021

Penyelam Temukan Pedang Tentara Perang Salib Berusia 900 Tahun di Laut Israel

Penyelam amatir itu melihat pedang dan artefak kuno lainnya di dasar laut di Israel utara.

DUNIA | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Malala Yousafzai


# Tes PCR


# Pinjol Ilegal


# Molnupiravir


# Liga Champions



TERKINI
Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

Mowilex Setop Produksi Cat yang Mengandung Timbal

EKONOMI | 15 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings