Etiopia Usir 7 Utusan PBB karena Dianggap Campuri Politik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Etiopia Usir 7 Utusan PBB karena Dianggap Campuri Politik

Jumat, 1 Oktober 2021 | 12:31 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Addis Ababa, Beritasatu.com- Kementerian Luar Negeri Etiopia telah mengusir tujuh perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di negara itu. Seperti dilaporkan RT, Kamis (30/9/2021), mereka hanya diberi waktu 72 jam untuk pergi.

Kementerian menyatakan 7 orang tersebut sebagai “persona non grata” dan menuduh mereka “campur tangan” dalam urusan internal Addis Ababa. Kementerian Luar Negeri juga memberikan nama tujuh orang yang bersangkutan, termasuk perwakilan dari UNICEF dan ketua tim untuk Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia.

Ketujuh orang tersebut diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan Ethiopia dan dinyatakan sebagai “persona non grata” – yang berarti kekebalan diplomatik mereka tidak akan berlaku lagi.

Saat konferensi pers, juru bicara PBB Stephanie Tremblay mengatakan bahwa Sekretaris Jenderal Antonio Guterres terkejut dengan langkah Ethiopia.

“Kami sekarang terlibat dengan pemerintah Etiopia dengan harapan bahwa [personel] PBB yang bersangkutan akan diizinkan untuk melanjutkan pekerjaan penting mereka,” kata Tremblay.

Keputusan untuk mengusir para diplomat itu terjadi hanya dua hari setelah kepala bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan dia berasumsi bahwa kelaparan telah terjadi di wilayah Tigray di Etiopia. Daerah itu telah menyaksikan 10 bulan perang antara pasukan federal Etiopia dan pasukan yang setia kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF).

Tigray telah mengalami blokade de-facto hampir tiga bulan, Griffiths mengatakan kepada Reuters, menambahkan bahwa pengiriman bantuan telah dibatasi hingga 10% dari yang dibutuhkan.

“Suruh truk-truk itu bergerak. Ini buatan manusia, ini bisa diatasi dengan tindakan pemerintah,” desaknya.

Badan-badan PBB telah melaporkan bahwa hanya sebagian kecil dari truk bantuan yang telah memasuki wilayah tersebut telah pergi sejak 12 Juli. Kekurangan bahan bakar adalah salah satu alasan yang dikutip. Namun Griffiths mengklaim tidak ada pengiriman bahan bakar yang mencapai wilayah tersebut sejak akhir Juli.

Ribuan orang tewas sejak perang pecah di Tigray, dan lebih dari dua juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Di Tengah Krisis, Presiden Burkina Faso Pecat PM

Presiden Burkina Faso, Roch Marc Christian Kabore memecat perdana menteri Christophe Dabire di tengah krisis keamanan.

DUNIA | 9 Desember 2021

Australia Usulkan Bank Sentral Mata Uang Digital

Australia mengusulkan bank sentral mata uang digital, termasuk kripto untuk mengatur pasar.

DUNIA | 9 Desember 2021

Meta Larang Akun Bisnis Tentara Myanmar

Meta Platforms, sebelumnya dikenal sebagai Facebook, akan melarang semua bisnis yang dikendalikan militer Myanmar di platformnya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Skandal Clubbing, PM Finlandia Minta Maaf

Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin telah meminta maaf karena pergi clubbing setelah melakukan kontak dekat dengan kasus Covid-19.

DUNIA | 9 Desember 2021

Filipina Akan Larang Perjalanan dari Prancis

Filipina akan melarang perjalanan dari Prancis mulai 13 Desember 2021 untuk membendung penyebaran varian virus corona, Omicron.

DUNIA | 9 Desember 2021

Radio Wanita Afghanistan Bertahan dalam Aturan Taliban

Radio Begum menyiarkan suara-suara wanita yang telah dibungkam di seluruh Afghanistan meskipun menghadapi aturan keras Taliban.

DUNIA | 9 Desember 2021

Gelombang Kelima Covid-19 di Prancis Belum Masa Puncak

Gelombang kelima Covid-19 yang melanda Prancis belum mencapai puncaknya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Institut Serum India Pangkas Separuh Produksi Vaksin Covid

Institut Serum India, pembuat vaksin terbesar di dunia, telah mengumumkan akan memangkas separuh produksinya.

DUNIA | 9 Desember 2021

Ignazio Cassis Jadi Presiden Swiss

Parlemen Swiss pada Rabu (8/12/2021) memilih Menteri Luar Negeri Ignazio Cassis untuk menjadi presiden berikutnya pada Hari Tahun Baru.

DUNIA | 9 Desember 2021

Tiongkok Setujui Pengobatan Antibodi Covid Pertama

Regulator medis Tiongkok telah menyetujui kombinasi antibodi Brii Biosciences untuk pengobatan Covid-19 orang dewasa dan remaja.

DUNIA | 9 Desember 2021


TAG POPULER

# Cynthiara Alona


# Omicron


# Kecelakaan di Ruas Semarang-Demak


# Hari Antikorupsi


# Ilham Habibie



TERKINI
Pemkot Tangerang Siap Gelar Operasi Pasar

Pemkot Tangerang Siap Gelar Operasi Pasar

MEGAPOLITAN | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings